Anak Ahmad Bahar akan Laporkan Hercules ke Polda Metro Jaya

3 hours ago 2

ANAK penulis dan pegiat media sosial Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana, diduga menjadi korban penyanderaan oleh anggota Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu atau GRIB Jaya. Peristiwa yang terjadi pada Ahad, 17 Mei 2026 lalu itu akan dilaporkan ke Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya.

Ketua Riset dan Advokasi Publik LBH AP PP Muhammadiyah sekaligus kuasa hukum korban, Gufroni menyatakan pihaknya akan mengambil langkah hukum atas tindakan ormas tersebut. "Rencananya akan dilaporkan ke Polda Metro Jaya," ujar Gufroni di Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM, Jakarta Pusat pada Kamis, 21 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Gufroni mengungkapkan, ada dua laporan polisi yang akan didaftarkan. Laporan pertama terkait dengan dugaan penyanderaan, penculikan, hingga aksi persekusi. Adapun yang akan dilaporkan adalah Ketua DPP GRIB Jaya Rosario de Marshal alias Hercules.

Menurutnya, Hercules disebut ikut mengintimidasi kliennya. "Dia mengeluarkan pistol, lalu dia tembak ke bawah, dor, dor! dua kali," tutur Gufroni.

Selain itu, pihaknya juga akan melaporkan dugaan akun pribadi milik Ilma yang diretas orang tidak dikenal. Peretas tersebut diduga mengirimkan pesan-pesan tertentu kepada Hercules yang memicu pimpinan tinggi organisasi masyarakat itu meradang. 

Ilma bercerita, kejadian bermula saat rombongan anggota GRIB Jaya tiba-tiba mengepung kediamannya pada Ahad, 17 Mei 2026 lalu. Menurut Ilma, massa ketika itu mencari-cari keberadaan ayahnya tetapi gagal menemukannya. 

Massa yang gagal menemukan Bahar kemudian memaksa Ilma untuk ikut ke markas GRIB Jaya. Salah satu perwakilan GRIB Jaya mengatakan jika Ilma tidak ikut dengan mereka, maka akan semakin banyak orang yang datang ke rumahnya. Akhirnya Ilma terpaksa ikut dengan rombongan itu.

Ketika tiba di markas organisasi kemasyarakat tersebut, Ilma langsung berhadapan dengan Hercules. "Banyak kata-kata yang menurut saya tidak pantas diucapkan," tutur Ilma dengan nada terisak.

Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, membantah pihaknya menyandera putri Ahmad Bahar. Ia malah menyebut putri Ahmad Bahar yang datang ke kantor DPP GRIB Jaya sebagai utusan sang ayah.

“Ia mengutus putrinya untuk datang, dan sang anak mengaku kehilangan kontak, tidak bisa menghubungi keberadaan ayahnya saat berada di kantor kami," kata Marcel. 

Marcel pun mengaku, saat mendatangi rumah Ahmad Bahar, pihaknya sudah melakukan proses koordinasi, dan seluruhnya dikawal serta didampingi oleh Ketua RW setempat. "Bahkan terdapat aparat kepolisian sebagai representasi aparat lingkungan dan menghormati hukum," kata Marcel. 

Oyuk Ivani Siagian ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini. 
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |