Analis: Pasar Mulai Antisipasi Hasil Tinjauan MSCI dan FTSE

2 days ago 7

KEPALA Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai pelaku pasar saat ini sudah mulai mengantisipasi hasil tinjauan Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE Russell, terutama investor institusi dan investor asing. Hal itu terceminkan dari arus keluar dana asing yang mencapai hampir Rp 80 triliun sepanjang tahun berjalan. Meski demikian, Kiwoom Sekuritas optimistis status Indonesia tidak akan diturunkan dari emerging market menjadi frontier market.

Menurut Liza, yang ditunggu investor bukan sekadar apakah Indonesia tetap masuk emerging market, melainkan apakah MSCI dan FTSE memberikan catatan tambahan terkait dengan aksesibilitas pasar, kepastian regulasi, perlindungan investor, serta independensi mekanisme pasar. “Karena itu review tahun ini memiliki bobot psikologis yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya dalam keterangan tertulis pada Kamis, 18 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Liza memandang ada tiga isu utama yang berisiko menjadi catatan MSCI dan FTSE terhadap Indonesia. Pertama, aksesilibitas pasar dan kemudahan berinvestasi. Ia menuturkan, investor asing sangat memperhatikan kemudahan keluar-masuk pasar, proses transaksi, settlement, short selling, securities lending, hingga efisiensi operasional pasar.

Isu yang kedua adalah kepastian kebijakan. Liza menjelaskan, investor global umumnya dapat menerima perubahan kebijakan, tetapi mereka sangat sensitif terhadap kebijakan yang muncul mendadak, minim konsultasi pasar, atau berpotensi mengubah mekanisme pasar secara signifikan.

Kemudian isu yang ketiga adalah tata kelola dan kepercayaan pasar. Dalam beberapa bulan terakhir, kata Liza, muncul berbagai diskusi mengenai peran negara yang semakin besar di pasar keuangan, termasuk melalui berbagai inisiatif kebijakan dan lembaga investasi strategis. “Bagi investor asing, yang terpenting bukan siapa pelakunya, melainkan apakah mekanisme pasar tetap transparan, kompetitif, dan dapat diprediksi,” ucapnya.

MSCI dijadwalkan mengumumkan Global Market Accessibility Review pada Jumat dini hari, 19 Juni 2026 waktu Indonesia. Kemudian, hasil rebalancing FTSE Russell dijadwalkan berlaku efektif pada 22 Juni 2026. Sedangkan pada 24 Juni 2026, MSCI akan mengumumkan Anual Market Classification Review.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |