Cara Cek Penggunaan Listrik melalui Aplikasi PLN Mobile

5 hours ago 2

PT PLN (Persero) memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik pada Juni 2026. Hal ini disampaikan merespons keluhan di media sosial mengenai tagihan listrik yang disebut melonjak signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, tarif listrik pada periode April-Juni 2026 tetap mengacu pada ketentuan yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“PLN senantiasa menjalankan kebijakan tarif listrik sesuai yang ditetapkan oleh Pemerintah melalui Kementerian ESDM, untuk periode April-Juni 2026 tarif listrik tetap dan tidak mengalami perubahan dari periode sebelumnya,” kata Adi dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 2 Juni 2026.

Sebelumnya, sebuah unggahan di media sosial memperlihatkan tagihan listrik pelanggan dengan daya R2/4.200 VA yang naik dari Rp2.241.550 menjadi Rp3.326.769 dalam periode berikutnya. Unggahan tersebut memicu pertanyaan publik mengenai kemungkinan adanya kenaikan tarif listrik.

Menanggapi hal itu, Adi menjelaskan kenaikan tagihan tidak selalu disebabkan oleh perubahan tarif. Menurut dia, tagihan listrik dapat meningkat akibat perubahan pola konsumsi listrik pelanggan.

Ia menyebut sejumlah faktor yang dapat memengaruhi konsumsi listrik, antara lain kondisi cuaca, peningkatan suhu udara, serta bertambahnya aktivitas di rumah yang mendorong penggunaan peralatan elektronik menjadi lebih intensif.

Untuk membantu pelanggan memantau penggunaan listrik, PLN mengimbau masyarakat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile. Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat melihat riwayat pemakaian listrik, pembelian token, maupun pembayaran tagihan sehingga dapat mengelola konsumsi listrik secara lebih efisien.

Berikut cara mengecek riwayat penggunaan listrik melalui aplikasi PLN Mobile:

  • Buka aplikasi PLN Mobile.
  • Pilih menu "Token dan Pembayaran" pada halaman utama.
  • Klik "Tambah ID Pelanggan" jika ID belum terdaftar.
  • Masukkan ID Pelanggan.
  • Pilih menu "Riwayat Penggunaan" untuk pelanggan pascabayar atau "Riwayat Pembelian Token" untuk pelanggan prabayar.
  • PLN juga mengingatkan pelanggan untuk menggunakan listrik secara aman dan bijak, antara lain dengan memeriksa instalasi listrik secara berkala serta mencabut perangkat elektronik yang tidak digunakan guna mengendalikan konsumsi energi.

Tarif Listrik Juni 2026 Tetap

Sebelumnya, Kementerian ESDM menetapkan tarif listrik untuk periode triwulan II 2026 (April-Juni) tidak mengalami kenaikan. Pemerintah mempertahankan tarif listrik guna menjaga daya beli masyarakat.

"Masyarakat tidak perlu cemas karena menetapkan tarif listrik periode triwulan II 2026 tetap. Penetapan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat jelang Hari Raya Idulfitri setelah dilakukan perhitungan terhadap berbagai parameter ekonomi makro," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno, dikutip dari Antara, Selasa, 17 Maret 2026.

Daftar Tarif Listrik PLN Periode April-Juni 2026

Pelanggan Rumah Tangga

  • R-1/TR 900 VA: Rp1.352 per kWh
  • R-1/TR 1.300 VA: Rp1.444,70 per kWh
  • R-1/TR 2.200 VA: Rp1.444,70 per kWh
  • R-2/TR 3.500–5.500 VA: Rp1.699,53 per kWh
  • R-3/TR 6.600 VA ke atas: Rp1.699,53 per kWh

Pelanggan Bisnis

  • B-2/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp1.444,70 per kWh
  • B-3/TM di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh

Pelanggan Industri

  • I-3/TM di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh
  • I-4/TT 30.000 kVA ke atas: Rp996,74 per kWh

Pelanggan Pemerintah dan Fasilitas Umum

  • P-1/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp1.699,53 per kWh
  • P-2/TM di atas 200 kVA: Rp1.522,88 per kWh
  • P-3/TR penerangan jalan umum: Rp1.699,53 per kWh

Pelanggan Layanan Khusus

  • L/TR, TM, dan TT: Rp1.644,52 per kWh.
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |