Dampak BI Rate Naik Lagi terhadap Konsumsi dan Investasi

6 hours ago 1

KEPALA Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai kenaikan BI Rate menjadi 5,75 persen menunjukkan sinyal bahwa Bank Indonesia memilih mempertahankan stabilitas rupiah, meski konsekuensinya biaya dana menjadi lebih mahal. Menurutnya, dalam jangka pendek, kebijakan tersebut akan memperlebar daya tarik imbal hasil aset rupiah.

Namun untuk pasar saham, ucap Liza, efeknya bersifat campuran. Ia menjelaskan, di satu sisi, stabilisasi rupiah bisa menurunkan risiko premium Indonesia dan menjadi sentimen positif bagi asing. “Tetapi di sisi lain, kenaikan bunga menekan valuasi saham, menaikkan cost of fund, dan berpotensi memperlambat konsumsi serta investasi,” katanya dalam keterangan tertulis pada Kamis, 18 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Liza menyoroti langkah BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis points dalam waktu kurang lebih satu bulan. Menurutnya, langkah ini tergolong agresif untuk standar BI, meski belum sebanding dengan priode krisis ekstrem seperti 1998. Perbedaannya, ucap Liza, saat ini BI bukan sedang menghadapi krisis sistemik seperti 1998, melainkan sedang melakukan pertahanan pre-emptive terhadap rupiah di tengah kebijakan The Fed yang kembali hawkish.

Kiwoom Sekuritas memandang kenaikan BI-Rate tersebut sebagai “obat stabilisasi” ketimbang solusi penuh. “BI bisa membeli waktu dan meredam tekanan rupiah, tetapi inflow asing yang berkelanjutan tetap membutuhkan dukungan dari fiskal yang kredibel, belanja pemerintah yang lebih efisien, komunikasi kebijakan yang lebih jelas, serta regulasi yang lebih terprediksi,” ujar Liza.

Keputusan untuk menaikkan BI-Rate menjadi 5,75 persen diambil dalam rapat dewan gubernur Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026. BI juga memutuskan untuk menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 6,5 persen.

“Berdasarkan asesmen meyeluruh tersebut, rapat dewan gubernur Bank Indonesia pada 17 dan 18 Jui 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis point menjadi 5,75 persen,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers pada Kamis, 18 Juni 2026.

Ia mengatakan kenaikan BI-Rate itu merupakan langkah lanjutan untuk semakin memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |