Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran-Amerika Serikat

3 hours ago 1

PEMERINTAH Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat yang dicapai di tengah eskalasi ketegangan dalam beberapa pekan terakhir. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menilai kesepakatan ini sebagai momentum awal untuk mendorong penyelesaian damai.

“Terkait kesepakatan gencatan senjata ini, tentunya pemerintah Indonesia menyambut baik,” ujar Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu, 8 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Yvonne, perkembangan itu menunjukkan adanya upaya dari para pihak untuk tetap membuka ruang diplomasi di tengah situasi yang memanas. Indonesia memandang momentum ini sebagai awal yang positif. “Indonesia melihat momentum ini sebagai awal yang positif, dan mendorong agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memajukan penyelesaian damai yang berkelanjutan,” kata dia.

Tekankan Diplomasi dan Hukum Internasional

Indonesia kembali menegaskan pentingnya penahanan diri oleh semua pihak serta penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial. Pemerintah juga mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai.

“Dan kita kembali menegaskan pentingnya untuk semua pihak terkait menahan diri secara maksimal, menghormati kedaulatan, dan integritas teritorial serta selalu mengutamakan dialog dan diplomasi dalam menyelesaikan konflik,” ujar Yvonne.

Ia menekankan bahwa dialog dan diplomasi merupakan satu-satunya jalan penyelesaian konflik. Selain itu, Indonesia menyoroti pentingnya penghormatan terhadap kebebasan navigasi sesuai hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS), serta perlindungan warga sipil sebagai prioritas utama.

Iran-AS Sepakat Gencatan Senjata

Dilansir Al Jazeera, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyepakati penundaan rencana pemboman terhadap Iran selama dua pekan, hanya beberapa jam sebelum tenggat serangan pada Selasa malam, 7 April 2026. Keputusan itu diumumkan melalui platform Truth Social.

Trump menyebut keputusan tersebut diambil setelah komunikasi dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir. Ia juga menetapkan syarat agar Iran membuka kembali Selat Hormuz.

“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, yang meminta saya menahan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman, saya setuju menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump.

Tak lama setelah pengumuman itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengkonfirmasi adanya kesepakatan awal. “Jika serangan terhadap Iran dihentikan, angkatan bersenjata kami yang kuat akan menghentikan operasi defensifnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama dua pekan, jalur aman di Selat Hormuz akan dibuka melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis. Pembicaraan lanjutan dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan di Islamabad, untuk membahas kemungkinan kelanjutan kesepakatan tersebut.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |