MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Departemen Pertahanan AS atau Pentagon memanipulasi angka biaya perang Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat, 1 Mei, di tengah perbedaan antara klaim pejabat AS dan estimasi pihak lain.
Araghchi menyebut angka resmi Pentagon jauh lebih rendah dari kenyataan. Dalam unggahan di media sosial X, ia menulis, “Pentagon berbohong. Taruhan Netanyahu secara langsung telah menghabiskan biaya Amerika sebesar 100 miliar dolar AS sejauh ini, empat kali lipat dari yang diklaim.”
Araghchi juga menyoroti beban tidak langsung yang ditanggung warga Amerika. “Biaya tidak langsung bagi pembayar pajak AS jauh lebih tinggi. Tagihan bulanan untuk setiap rumah tangga Amerika sebesar 500 dolar AS dan meningkat cepat. Israel First selalu berarti America Last,” tulisnya.
Selisih Angka dan Beban Militer
Di sisi lain, pejabat Pentagon menyampaikan angka yang lebih rendah. Dalam kesaksian di hadapan Komite Angkatan Bersenjata DPR pada Rabu, pelaksana tugas Kepala Keuangan Pentagon Jules Hurst III menyebut operasi militer tersebut menelan biaya sekitar 25 miliar dolar AS. Ia mengatakan sebagian besar pengeluaran digunakan untuk amunisi.
Menurut laporan The Hill, penggunaan amunisi dalam konflik mencakup rudal Tomahawk dan sistem pertahanan Patriot dalam jumlah besar, yang turut menguras cadangan Pentagon.
Namun, sejumlah anggota Kongres meragukan estimasi tersebut.
Senator Angus King dari Maine mengatakan ia mendengar perkiraan biaya mencapai sekitar 50 miliar dolar AS. Menurut dia, angka itu didasarkan pada pengeluaran “sekitar 1 miliar dolar AS per hari” selama lebih dari 60 hari sejak 28 Februari.
King mempertanyakan dasar perhitungan Pentagon. “Saya akan mencoba menyelidiki dasar estimasi mereka, karena 25 miliar dolar AS jauh di bawah semua perkiraan lain yang saya lihat selama dua bulan terakhir,” kata dia.
Batas Waktu Perang dan Tekanan Politik
Konflik ini telah memasuki hari ke-60 sejak pemerintahan Presiden Donald Trump memberi tahu Kongres pada 2 Maret. Berdasarkan Undang-Undang War Powers 1973, presiden hanya memiliki waktu 60 hari untuk mengerahkan pasukan tanpa persetujuan Kongres, dengan opsi perpanjangan 30 hari.
Meski demikian, kekhawatiran muncul di kalangan legislator lintas partai.
Upaya meloloskan resolusi pembatasan kewenangan perang telah gagal enam kali. Beberapa senator Partai Republik, termasuk Susan Collins dan Rand Paul, bergabung dengan mayoritas Demokrat dalam mendukung resolusi terbaru yang akhirnya diblokir di Senat.
Ketua DPR Mike Johnson mengatakan Amerika Serikat “tidak sedang berperang” dengan Iran, dengan merujuk pada gencatan senjata dan upaya negosiasi damai.
Sebelumnya, menurut laporan Anadolu, serangan militer AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dan memicu serangan balasan Teheran terhadap sekutu AS di Teluk serta penutupan Selat Hormuz. Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti perundingan di Islamabad pada 11-12 April, namun belum menghasilkan kesepakatan.

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463462/original/044545600_1767615769-unnamed__5_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)