Jelang Lebaran Penipuan Online Semakin Marak, Simak Ragam Modusnya

5 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Lebaran Hari Raya Idulfitri, aktivitas transaksi digital masyarakat Indonesia cenderung mengalami peningkatan signifikan. Namun, di balik kemudahan ini, muncul pula ancaman serius dari para pelaku kejahatan siber yang memanfaatkan momentum tersebut untuk melancarkan aksinya. 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bahkan mencatat kerugian akibat penipuan di wilayahnya mencapai angka fantastis Rp 157,34 miliar pada periode 2024-2025, dengan modus penipuan jual beli online menjadi yang terbanyak.

Peningkatan transaksi digital, mulai dari belanja kebutuhan Lebaran hingga pengiriman uang, sering kali membuat masyarakat lengah dan lebih mudah tergiur promo yang tidak masuk akal. Kondisi inilah yang dimanfaatkan para penipu untuk menyebarkan ragam modus penipuan online jelang Lebaran yang semakin canggih dan beragam. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya terhadap tawaran yang terlalu menggiurkan.

Para pakar teknologi informasi juga turut mengingatkan pentingnya kewaspadaan ekstra, terutama saat menerima pesan atau tautan dari nomor tidak dikenal. Modus penipuan tidak hanya terbatas pada pencurian data pribadi, tetapi juga dapat menguras saldo rekening hingga merusak perangkat. Oleh karena itu, memahami berbagai bentuk penipuan yang beredar menjadi langkah awal untuk melindungi diri dari kerugian finansial dan data pribadi.

Waspada Penipuan Belanja Online dan Marketplace Palsu

Salah satu modus penipuan online jelang Lebaran yang paling umum adalah penipuan belanja online. Pelaku kejahatan siber seringkali membuat situs web palsu, akun media sosial fiktif, atau toko online bodong yang menawarkan produk dengan harga sangat murah atau diskon besar-besaran, seperti diskon 70% untuk smartphone atau pakaian Lebaran dengan harga setengah. Setelah korban tergiur dan melakukan pembayaran, barang yang dijanjikan tidak pernah dikirim atau produk yang diterima tidak sesuai dengan deskripsi.

Akun penjual palsu ini kerap langsung menghilang setelah menerima pembayaran, meninggalkan korban dengan kerugian finansial. Sebagai contoh, kasus yang pernah dilaporkan melibatkan akun Instagram Bellvania.idn yang menawarkan pakaian Hari Raya Idulfitri dengan harga antara Rp225.000 hingga Rp935.000, namun barang tidak kunjung diterima setelah pembayaran dilakukan. Kejadian serupa banyak terjadi, di mana janji manis diskon besar hanya menjadi umpan untuk menarik korban.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Batam juga telah memperingatkan adanya "iklan maut" yang menyamar di balik tawaran diskon besar untuk menyebarkan tautan palsu yang disusupi malware. Malware ini sangat berbahaya karena dapat mencuri data pribadi, menguras saldo rekening, membajak akun media sosial, hingga merusak perangkat korban. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa keaslian toko online dan tidak mudah percaya pada harga yang terlalu murah.

Ancaman Phishing dan Malware via Tautan Palsu

Modus penipuan online lainnya yang marak adalah phishing dan smishing melalui tautan palsu. Penipu akan mengirimkan email atau pesan teks yang menyerupai komunikasi resmi dari institusi atau bank, dengan tujuan memancing korban untuk mengklik tautan berbahaya. Tautan palsu ini dirancang secara cermat untuk mencuri data sensitif seperti username, password, dan kode OTP (One-Time Password) korban, yang kemudian dapat digunakan untuk mengakses akun finansial atau pribadi.

Pelaku dapat menyamar sebagai instansi logistik yang mengirimkan notifikasi paket, menawarkan promo Ramadan palsu, atau bahkan menjanjikan "THR Gratis dari Pemerintah" dan "Promo Diskon Lebaran 90%". Pesan-pesan ini seringkali dibuat sangat meyakinkan untuk menekan psikologis korban agar segera bertindak tanpa berpikir panjang. Penting bagi masyarakat untuk selalu memverifikasi pengirim dan isi pesan sebelum mengklik tautan apa pun.

Lebih lanjut, teknologi Fake BTS juga digunakan untuk mengirim pesan massal yang seolah-olah berasal dari institusi resmi atau bank, membuat pesan palsu muncul di utas percakapan yang sama dengan pesan asli sehingga sulit dibedakan. OJK juga menyoroti manipulasi hasil pencarian di internet, di mana situs palsu bisa muncul di urutan teratas hasil pencarian dan tampilannya sangat mirip dengan situs resmi, terkadang hanya berbeda satu huruf, sehingga masyarakat perlu ekstra hati-hati dan teliti dalam setiap interaksi digital.

Waspada File APK Berbahaya dan Panggilan Palsu

Penipuan berkedok file APK juga menjadi salah satu ragam modus penipuan online jelang Lebaran yang perlu diwaspadai secara serius. Pelaku mengirimkan file dengan format APK yang disamarkan sebagai "Cek Status Paket", "Undangan Digital", "Dokumen Pajak", atau bahkan kartu ucapan Lebaran digital. Tujuannya adalah agar korban tidak curiga dan menginstal aplikasi berbahaya tersebut ke perangkat mereka.

Setelah file APK tersebut berhasil diinstal di perangkat Android, aplikasi jahat akan bekerja di latar belakang tanpa sepengetahuan pengguna. Aplikasi ini mampu memantau aktivitas ponsel, merekam ketikan kata sandi (keylogging) yang Anda masukkan, hingga menguras saldo di aplikasi mobile banking. Kerugian finansial yang ditimbulkan bisa sangat besar, mengingat data-data penting dapat diakses oleh penipu.

Selain itu, modus penipuan mengaku sebagai pihak lain atau fake call juga semakin canggih. Penipu bahkan dapat merekam suara korban saat mengangkat telepon dan mengatakan "halo", kemudian rekaman tersebut digunakan untuk menipu orang lain seolah-olah mereka adalah korban. Modus ini juga berkembang dengan penggunaan suara berbasis AI untuk meniru suara anggota keluarga yang meminta kiriman dana darurat untuk keperluan mudik atau perbaikan kendaraan, sehingga korban merasa terdesak untuk segera mengirimkan uang tanpa verifikasi lebih lanjut.

Modus Penipuan Tiket, Penukaran Uang, dan Hewan Kurban

Momen Lebaran juga sering dimanfaatkan untuk penipuan tiket pesawat dan paket liburan palsu. Penipu membuat situs web palsu atau menawarkan melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram, tiket pesawat atau paket perjalanan dengan harga yang sangat murah. Modus ini biasanya meminta pembayaran di muka dengan alasan promo terbatas atau diskon khusus, namun tiket atau paket perjalanan yang dijanjikan tidak pernah diterima oleh korban, mengakibatkan kerugian dan kegagalan rencana mudik atau liburan.

Menjelang Idulfitri, permintaan penukaran uang baru meningkat drastis, dan situasi ini dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Modus yang digunakan antara lain situs penukaran uang palsu, pesan berantai di WhatsApp, atau akun media sosial yang menawarkan jasa tukar uang cepat. Masyarakat perlu sangat waspada jika ada tawaran tukar uang baru yang terlalu mudah dan cepat, serta selalu memastikan keaslian sumbernya dan melakukan penukaran hanya di tempat resmi yang terpercaya.

Meskipun Iduladha masih jauh, penipuan hewan kurban online juga menjadi perhatian, terutama menjelang hari raya besar. Ciri-ciri penipuan kurban online meliputi harga yang sangat murah dibandingkan harga pasaran, badan penyalur kurban tidak terdaftar atau berizin, nomor rekening tidak sama dengan identitas badan penyalur, permintaan data pribadi seperti OTP atau PIN, serta tidak adanya dokumentasi foto dan video proses pemilihan, penyembelihan, atau penyaluran kurban. Kasus penipuan hewan kurban pernah terjadi di Bukittinggi pada tahun 2022, di mana sejumlah masjid dan musala mengalami kerugian ratusan juta rupiah karena hewan kurban tidak kunjung datang. Modus baru juga melibatkan calo hewan kurban yang menipu pembeli dan penjual sekaligus melalui transaksi daring, menambah kompleksitas ancaman ini.

Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, tidak mudah tergiur promo yang tidak masuk akal, dan selalu memverifikasi keaslian informasi atau tautan sebelum mengklik atau melakukan transaksi. Penting juga untuk tidak memberikan data pribadi kepada siapa pun dan hanya mengunduh aplikasi dari toko resmi. Dengan demikian, kita dapat merayakan Lebaran dengan aman dan terhindar dari berbagai ragam modus penipuan online yang mengintai.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |