PEMERINTAH, dalam hal ini Kementerian Kehutanan, didesak untuk segera mengambil langkah konkret menaikkan status Bentang Alam Seblat menjadi Suaka Margasatwa. Desakan datang pascatemuan kematian dua ekor Gajah Sumatera dan seekor Harimau Sumatera di kawasan hutan negara di bentang alam tersebut.
Ketua Lingkar Inisiatif Indonesia, Iswadi, menegaskan bahwa perubahan status ini sangat mendesak untuk menutup ruang perusakan habitat oleh korporasi maupun aktivitas manusia yang tidak terkendali. "Bentang Alam Seblat merupakan benteng terakhir bagi satwa kunci di Provinsi Bengkulu," kata Iswadi pada Rabu, 6 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Bentang Alam Seblat secara administratif membentang dari Sungai Ketahun di Kabupaten Bengkulu Utara hingga Air Majunto di Kabupaten Mukomuko dengan total luas mencapai 80.978 hektare. Namun, kondisi saat ini sekitar 61,5 persen kawasannya dilaporkan telah hilang tutupan hutannya.
Iswadi mengungkapkan bahwa kerusakan hutan di wilayah tersebut oleh banyaknya izin korporasi yang membebani lahan. Menurut dia, kondisinya diperparah dengan buruknya tata kelola korporasi pemegang konsesi yang memicu munculnya perkebunan warga di dalam kawasan.
“Baik harimau maupun gajah, kini tersebar di hutan-hutan kecil dan beberapa lagi terkepung di perkebunan sawit atau konsesi kayu. Itu mengapa interaksi negatif antara manusia dan satwa sering terjadi,” tutur Iswadi.
Secara spesifik, Iswadi menyoroti dua perusahaan, yakni PT Bentara Arga Timber (BAT) dan PT Anugerah Pratama Inspirasi (API). Berdasarkan data lapangan yang dihimpun Lingkar Inisiatif Indonesia, PT API memiliki luas konsesi 41.988 hektare namun lebih dari 14 ribu hektare di antaranya telah rusak. Sementara PT BAT, dengan luasan 22 ribu hektare, mengalami kerusakan mencapai 6.800 hektare.
“Menteri Kehutanan harus mencabut izin dua perusahaan ini karena mereka tak bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan," kata Iswadi sambil menambahkan, "Korban dari satwa langka akan terus bertambah kalau ini dibiarkan.”
Dugaan Kesengajaan Kematian Satwa
Lingkar Inisiatif Indonesia menyatakan mencium adanya indikasi kesengajaan di balik kematian gajah dan harimau pada akhir April lalu. Iswadi memaparkan bahwa Harimau Sumatera yang ditemukan mati tersebut sebelumnya dilaporkan sering muncul di Desa Bukit Makmur, Mukomuko, sejak sebulan lalu.
Seekor Harimau ditemukan mati di SP 4, Desa Bukit Makmur, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, 30 April 2026. Dok : BKSDA
Ketegangan meningkat setelah seekor sapi milik warga diduga dimangsa oleh harimau tersebut. Tak lama berselang, harimau itu ditemukan mati. “Asumsi kami, kematian harimau ini memang disengaja jika melihat kronologisnya. Ini yang kami sesalkan,” kata Iswadi.
Ia mendesak agar proses hukum dan pemeriksaan penyebab kematian gajah serta harimau tersebut segera diumumkan kepada publik agar ada pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya satwa dilindungi tersebut.
Sebelumnya, dua ekor gajah dan seekor harimau ditemukan mati dalam waktu hampir bersamaan pada Kamis, 30 April 2026 lalu. Anak dan induk gajah ditemukan tewas di wilayah konsesi PT Bentara Agra Timber (BAT), Kawasan Hutan Produksi (HP) Air Teramang. Sementara harimau di aliran anak sungai Desa Bukit Makmur, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu.
BKSDA Bengkulu mengatakan bahwa saat ini tim medisnya masih menunggu hasil uji laboratorium hasil nekropsi (bedah bangkai) terhadap kedua gajah dan harimau tersebut.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469781/original/030433100_1768183342-Isra_Miraj_2026.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983009/original/036002900_1648909085-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-1.jpg)