Kumpulan Doa Penyembuh Segala Penyakit Menurut Al-Quran dan Hadis Teks Arab, Latin dan Artinya

7 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Doa penyembuh segala penyakit menurut Al-Quran dan hadis perlu diketahui umat Islam sebagai ikhtiar batiniah yang diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya sebagai bentuk ketergantungan penuh kepada Allah SWT.

Dalam pandangan Islam, doa adalah senjata orang beriman, sebagaimana sabda Nabi SAW, "Doa adalah senjata orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit dan bumi" (HR. Abu Ya'la dan al-Hakim).

Hadis tersebut menjadi ibrah ketika sakit, seorang muslim tidak hanya berikhtiar secara medis, tetapi juga memanjatkan doa sebagai bentuk pengakuan bahwa hakikat kesembuhan mutlak berada di tangan Allah.

Al-Qur'an sendiri ditegaskan sebagai sumber penyembuhan. Allah berfirman, "Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman" (QS. Yunus: 57).

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menambahkan bahwa zikir dan doa merupakan benteng kokoh bagi seorang hamba. Beliau mengutip hadits qudsi: "Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah sehingga Aku mencintainya." Kecintaan Allah inilah yang menjadi sebab dikabulkannya segala doa, termasuk doa kesembuhan dari penyakit.

Doa-Doa Penyembuh Segala Penyakit

1. Doa Kesembuhan (Doa Nabi yang Paling Sering Dibaca)

Doa ini adalah doa yang paling sering dibaca Rasulullah SAW untuk memohon kesembuhan, diriwayatkan dari Aisyah RA.

Teks Arab: اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Latin: Allāhumma rabban-nās, adzhibil-ba'sa, isyfi antasy-syāfī, lā syifā'a illā syifā'uka, syifā'an lā yughādiru saqaman.

Artinya: "Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari (no. 5750) dan Imam Muslim (no. 2191). Syaikh Abdurrazzaq al-Badr dalam At-Tabyiin li Da'awatil Mardha wal Mushabiin menjelaskan bahwa dalam doa ini terdapat tawassul dengan sifat Rububiyah Allah yang melingkupi seluruh manusia.

Kalimat "Engkaulah Maha Penyembuh" merupakan pengakuan bahwa hanya Allah yang berkuasa menyembuhkan, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Asy-Syu'ara ayat 80: "Dan apabila aku sakit, maka Dialah (Allah) Yang Menyembuhkan aku." Sementara kalimat "kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit" mengandung makna permohonan kesembuhan sempurna tanpa bekas atau kecacatan.

Ibnu Qayyim rahimahullah dalam Zaadul Ma'ad menegaskan bahwa doa ini mencakup kesempurnaan tauhid karena hanya mengakui Allah sebagai satu-satunya Dzat yang berkuasa menyembuhkan, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hal tersebut.

2. Doa Surah Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah merupakan bacaan teragung untuk ruqyah dan kesembuhan.

Teks Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ.

Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdināṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim ghairil-maghḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn.

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkau kami menyembah, dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, diriwayatkan bahwa sekelompok sahabat meruqyah kepala suku yang tersengat kalajengking dengan membaca Al-Fatihah, dan beliau pun sembuh seketika. Rasulullah SAW bersabda, "Bagaimana engkau tahu bahwa Al-Fatihah adalah ruqyah?" (HR. Bukhari & Muslim).

Ibnu Qayyim rahimahullah dalam Badai'ul Fawaid menjelaskan bahwa jika seorang hamba memperbagus pengobatan dengan surah Al-Fatihah, maka ia akan melihat pengaruh kesembuhan yang menakjubkan. Beliau bahkan mempraktikkan sendiri metode ini dan menyaksikan hasilnya yang luar biasa.

Para ulama merekomendasikan surah ini karena jika seorang muslim tidak memiliki ilmu untuk mengetahui doa mana yang benar untuk menyembuhkan, maka Al-Fatihah sudah mencukupi.

3. Doa Ruqyah Jibril

Doa ini diajarkan Malaikat Jibril kepada Nabi SAW ketika beliau sedang sakit.

Teks Arab: بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللَّهُ يَشْفِيكَ، بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ

Latin: Bismillāhi arqīka min kulli syai'in yu'dzīka, min syarri kulli nafsin au 'aini ḥāsidin, Allāhu yasyfīka, bismillāhi arqīka.

Artinya: "Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang mengganggumu, dari keburukan setiap hembusan (sihir) atau pandangan mata orang yang dengki. Allah yang menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim. Syaikh Abdurrazzaq al-Badr dalam At-Tabyiin li Da'awatil Mardha wal Mushabiin menjelaskan bahwa doa ini mengandung permohonan perlindungan dari pengaruh sihir, 'ain (pandangan mata dengki), dan seluruh kejahatan. Doa ini dibaca sebanyak tiga kali dengan cara meniupkan pada kedua telapak tangan lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh yang dapat dijangkau.

4. Doa Meletakkan Tangan pada Bagian Tubuh yang Sakit

Diriwayatkan dari Utsman bin Abil Ash RA, beliau mengadu kepada Rasulullah SAW perihal penyakit pada tubuhnya sejak masuk Islam.

Teks Arab: ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ، وَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ ثَلَاثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

Latin: Waḍa' yadaka 'alallażī ta'allama min jasadika, wa qul: Bismillāhi ṡalāṡan, wa qul sab'a marrātin: A'ūżu bi'izzatiLlāhi wa qudratihī min syarri mā ajidu wa uḥādziru.

Artinya: "Letakkanlah tanganmu pada bagian tubuhmu yang sakit, dan bacalah 'bismillah' tiga kali, kemudian bacalah sebanyak tujuh kali: 'Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan apa yang aku dapati dan aku takutkan.'"

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim. Syaikh Abdurrazzaq al-Badr dalam At-Tabyiin li Da'awatil Mardha wal Mushabiin menjelaskan bahwa dalam hadits ini terdapat doa meminta perlindungan dari sakit yang sedang dialami dan sakit yang dikhawatirkan terjadi di waktu yang akan datang.

Hal ini sering terjadi pada orang yang sedang sakit, ia dihinggapi perasaan takut karena khawatir penyakitnya bertambah berat dan bertambah parah. Maka di dalam doa yang agung ini terkandung permohonan perlindungan kepada Allah agar terhindar dari hal-hal tersebut.

5. Doa Ketika Menjenguk Orang Sakit

Bagi yang menjenguk orang sakit, disunnahkan membaca doa berikut sebanyak tujuh kali.

Teks Arab: أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

Latin: As'alullāhal-'aẓīma rabbal-'arsyil-'aẓīmi an yasyfiyaka.

Artinya: "Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan Pemilik Arsy yang agung, agar berkenan menyembuhkanmu."

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang menjenguk orang sakit yang belum datang ajalnya, kemudian membaca doa ini sebanyak tujuh kali, maka Allah akan menyembuhkannya dari penyakit tersebut." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa doa ini termasuk doa yang diajarkan Nabi SAW ketika menjenguk orang sakit, dan beliau biasa duduk di dekat kepala orang sakit saat membacakannya.

6. Doa Berlindung dari Penyakit Berat

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW biasa berdoa.

Teks Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَسَيِّئِ الْأَسْقَامِ

Latin: Allāhumma innī a'ūżu bika minal-baraṣi, wal-junūni, wal-judzāmi, wa sayyi'il-asqām.

Artinya: "Ya Allah! Aku berlindung kepada Engkau dari penyakit albinisme, kegilaan, kusta/lepra, dan penyakit-penyakit buruk lainnya."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad (no. 13004) dan Abu Dawud (no. 1554), dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani. Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa hadits ini menerangkan Rasulullah SAW memohon perlindungan dari empat hal sebagai bentuk pengikutan terhadap beliau, yang merupakan faktor penting dalam menolak bala.

Beliau menegaskan, "Doa di hadapan bala bagaikan tameng besi yang melindungi seseorang dari hujanan anak panah".

7. Doa Memohon Kesembuhan dengan Nama Allah "Ya Dza-l Jalaali wa-l Ikraam"

Rabi'ah bin 'Amir meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda.

Teks Arab: يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Latin: Yā Dzal-Jalāli wal-Ikrām

Artinya: "Wahai Tuhan Pemilik Keagungan dan Kemuliaan!"

Anas bin Malik RA meriwayatkan sabda Nabi SAW: "Perbanyaklah berdoa dengan menyerukan: Yā Dzal-Jalāli wal-Ikrām (Wahai Tuhan Pemilik Keagungan dan Kemuliaan)." (HR. Tirmidzi).

8. Doa Nabi Ayub 'alaihissalam

Doa ini merupakan doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ayub ketika beliau tertimpa penyakit yang sangat berat.

Teks Arab: رَبِّ إِنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Latin: Rabbi innī massaniyaḍ-ḍurru wa anta arḥamur-rāḥimīn.

Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83)

Dalam Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah, Syaikh Abdurrazzaq al-Badr menjelaskan bahwa doa ini mengandung pengakuan kelemahan hamba di hadapan Allah, sekaligus pengakuan bahwa hanya Allah-lah tempat memohon pertolongan dan kesembuhan. Doa ini diajarkan Allah dalam Al-Qur'an sebagai teladan bagi setiap orang yang tertimpa musibah.

1. Doa Adalah Benteng Perlindungan dari Bala

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik menjelaskan bahwa doa adalah faktor yang dapat menolak bala dan mendatangkan rahmat dan keselamatan, seperti tameng besi yang merupakan faktor yang dapat mementahkan hujanan anak panah, dan seperti air yang merupakan faktor tumbuhnya tanaman. Doa di hadapan bala bagaikan tameng besi yang melindungi seseorang dari hujanan anak panah.

2. Doa Menguatkan Tauhid dan Ketergantungan kepada Allah

Setiap doa kesembuhan mengandung pengakuan bahwa hanya Allah-lah Yang Maha Menyembuhkan. Hal ini menguatkan tauhid seorang hamba dan melepaskan ketergantungannya kepada selain Allah. Ibnu Qayyim rahimahullah menegaskan bahwa doa-doa kesembuhan yang diajarkan Nabi SAW mengandung kesempurnaan tauhid, pensucian Allah dari segala aib, dan pengakuan hamba terhadap kelemahan dan dosa-dosanya.

3. Doa Menghidupkan Hati dan Memberikan Ketenangan

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan bahwa zikir dan doa adalah benteng kuat dan penyebab hidupnya hati. Beliau mengutip sabda Nabi SAW: "Perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya dengan orang yang tidak mengingat Tuhannya itu seperti perbandingan orang yang hidup dengan orang yang mati" (HR. Bukhari & Muslim). Doa memberikan ketenangan jiwa dan kekuatan spiritual bagi orang yang sakit.

4. Doa Adalah Kunci Terbukanya Rahmat dan Kesembuhan

Doa merupakan wasilah (perantara) untuk mendatangkan rahmat Allah. Dalam berbagai doa kesembuhan, terdapat permohonan agar Allah menurunkan rahmat-Nya melalui kesembuhan yang sempurna. Allah berfirman dalam hadits qudsi: "Aku akan berlaku sesuai dengan prasangka hamba-Ku, dan Aku akan bersamanya jika ia mengingat-Ku. Bila ia mengingat-Ku secara pribadi, maka Aku akan mengingatnya secara pribadi" (HR. Bukhari & Muslim).

5. Doa Mengajarkan Kesabaran dan Keridhaan

Doa kesembuhan mengajarkan seorang hamba untuk bersabar dan ridha dengan takdir Allah, seraya tetap berusaha dan berdoa memohon perubahan keadaan. Syaikh Abdurrazzaq al-Badr menjelaskan bahwa sakit bagi seorang mukmin adalah rahmat karena ia menyucikannya, menghapus dosa-dosanya, dan menggugurkan kesalahan-kesalahannya. Kesabaran dalam sakit dan ketekunan dalam berdoa adalah dua amalan yang saling melengkapi.

Pertanyaan Seputar Doa Kesembuhan

1. Apa doa paling mustajab untuk kesembuhan segala penyakit?

Doa yang paling sering dibaca Rasulullah SAW untuk kesembuhan adalah: "Allāhumma rabban-nās, adzhibil-ba'sa, isyfi antasy-syāfī, lā syifā'a illā syifā'uka, syifā'an lā yughādiru saqaman" (Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit, sembuhkanlah, Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit). Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

2. Apakah membaca Al-Qur'an bisa menyembuhkan penyakit?

Ya. Al-Qur'an adalah asy-syifa (penyembuh) sebagaimana firman Allah dalam QS. Yunus ayat 57. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Al-Qur'an adalah penyembuh bagi penyakit hati seperti syubhat dan keraguan, sementara Asy-Syinqithi dalam Tafsir Adhwa' al-Bayan menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah obat penyembuh yang mencakup obat bagi penyakit hati dan jiwa. Surah Al-Fatihah dan Mu'awwidzaat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) adalah bacaan yang paling dianjurkan untuk ruqyah.

3. Bagaimana cara meruqyah diri sendiri saat sakit?

Caranya adalah dengan membaca surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, lalu menghembuskannya ke telapak tangan dan mengusapkannya ke seluruh tubuh yang dapat dijangkau, dimulai dari kepala, lalu wajah, dan seterusnya. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. Nabi SAW juga mengajarkan untuk meletakkan tangan pada bagian tubuh yang sakit, membaca "bismillah" tiga kali, lalu membaca doa perlindungan sebanyak tujuh kali.

4. Bolehkah berdoa untuk kesembuhan sambil berobat ke dokter?

Sangat dianjurkan. Dalam Islam, berobat dan berdoa adalah dua ikhtiar yang saling melengkapi. Rasulullah SAW bersabda: "Berobatlah wahai para hamba Allah. Sesungguhnya Allah tidaklah menciptakan penyakit, melainkan Allah menciptakan juga obatnya". Syaikh Abdurrazzaq al-Badr menjelaskan bahwa berusaha mengobati penyakit tidaklah wajib, namun Nabi SAW juga memerintahkan untuk berobat.

5. Doa apa yang dibaca ketika menjenguk orang sakit?

Disunnahkan membaca doa: "As'alullāhal-'aẓīma rabbal-'arsyil-'aẓīmi an yasyfiyaka" (Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan Pemilik Arsy yang agung, agar berkenan menyembuhkanmu) sebanyak tujuh kali. Rasulullah SAW juga mengucapkan: "Lā ba'sa, ṭahūrun insyā'allāh" (Tidak mengapa, (sakitmu ini sebagai) pembersih dosa, insya Allah).

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |