LPEM UI Rekomendasikan MBG Ditinjau Ulang

2 hours ago 3

LEMBAGA Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), merekomendasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditinjau ulang. Hal tersebut dipengaruhi oleh tekanan dari kenaikan harga minyak mentah di pasar global akibat perang di Timur Tengah, nilai tukar rupiah semakin lemah, hingga terbatasnya bukti empiris terhadap dampak ekonomi dari program tersebut.

“Semakin menguatkan alasan untuk melakukan evaluasi dan realokasi guna menciptakan ruang fiskal di tengah tekanan yang ada,” tulis peneliti LPEM UI Jahen F. Rezki dan kawan-kawan dalam laporan Indonesia Economic Outlook Q2-2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dalam laporan tersebut, program MBG memiliki anggaran paling besar dengan nilai Rp 335 triliun pada 2026 atau sekitar 10,7 persen dari total belanja pemerintah pusat. Anggaran MBG juga lebih besar daripada skenario pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) selama delapan bulan sebesar Rp 500 ribu per bulan kepada rumah tangga menengah ke bawah (hingga persentil pendapatan ke-50) dengan proyeksi anggaran Rp 140,7 triliun.

Anggaran BLT hanya sekitar setengah dari alokasi program MBG dan subsidi serta kompensasi energi sebesar Rp 381,3 triliun. LPEM UI pun menyarankan menetapkan sasaran kebijakan yang jelas dan efektif dengan mempertimbangkan fiskal serta efek ganda dari kenaikan harga minyak dunia.

Perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan harus diprioritaskan untuk menjaga daya beli rumah tangga, sekaligus meminimalkan penyaluran subsidi yang tidak tepat sasaran. Subsidi pun dapat diberikan dengan BLT untuk yang paling membutuhkan dan didukung sistem pendataan penerima manfaat yang terintegrasi dan mutakhir.

“Indonesia pun memiliki preseden kuat untuk mengadopsi langkah serupa, mengingat kebijakan pada tahun 2022 yang mengalihkan subsidi BBM ke program bantuan sosial,” tulis Jahen dan kawan-kawan.

Di satu sisi, MBG menjadi salah satu penunjang pertumbuhan sektor peternakan yang mencapai 7,78 persen secara year on year pada triwulan IV 2025. Program itu menyerap hasil produksi telur dan ayam broiler, di samping untuk kebutuhan domestik.

MBG juga turut menyumbang pertumbuhan kredit properti yang mencapai 8,57 persen secara year on year pada triwulan IV 2025. Itu pun untuk mendorong aktivitas pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjadi dapur.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |