Maxim Minta Potongan Aplikator Ojek Online 8 Persen Ditinjau

4 hours ago 7

MAXIM Indonesia menyatakan struktur komisi maksimal 15 persen bagi aplikator ojek online yang berlaku saat ini merupakan jumlah ideal untuk memastikan keberlanjutan industri.

“Formulasi ini secara empiris telah melindungi margin pendapatan mitra pengemudi sekaligus menjaga aksesibilitas tarif bagi konsumen,” kata Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah, dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Mei 2026.

Pernyataan itu disampaikan Dirhamsyah menanggapi rencana pemerintah membatasi bagi hasil pihak aplikasi transportasi daring menjadi 8 persen, sedangkan pengemudi ojek online menerima 92 persen.

Dirhamsyah mengklaim Maxim telah menerapkan batas maksimal bagi hasil tersebut. Menurutnya, formulasi bagi hasil tersebut telah melindungi margin pendapatan mitra pengemudi sekaligus menjaga aksesibilitas tarif bagi konsumen.

“Untuk itu, kami mendorong adanya tinjauan strategis secara komprehensif terhadap kebijakan tersebut, guna memastikan iklim industri transportasi daring tetap kondusif, berkelanjutan, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat," tuturnya. 

Ia menyatakan, manajemen Maxim belum menerima salinan payung hukum kebijakan pemangkasan tersebut yakni Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pengemudi Transportasi Online.

Ia mengatakan, Maxim perlu melakukan peninjauan mendalam dan mempelajari rincian regulasi secara saksama sebelum memberikan proyeksi atau pernyataan lebih lanjut mengenai dampaknya di masa depan. 

Dirhamsyah juga menyampaikan, besaran komisi yang diterapkan oleh perusahaan merupakan salah satu yang paling kompetitif dan terendah di pasar nasional. 

Ia menekankan, struktur tarif dan komisi disusun dengan mempertimbangkan keseimbangan antara daya beli masyarakat dan pendapatan mitra pengemudi. Maxim khawatir intervensi yang bersifat restriktif di dalam pasar dapat menggeser keseimbangan, yang pada akhirnya dapat membawa konsekuensi signifikan bagi keberlangsungan industri secara menyeluruh. 

Oleh karena itu, Maxim menganjurkan agar setiap kebijakan strategis diambil dengan penuh kehati-hatian melalui dialog yang inklusif bersama para pelaku pasar.  

Dirhamsyah menyatakan, penerapan kebijakan yang bersifat seragam tanpa melalui proses tinjauan serta diskusi yang inklusif dan partisipatif dikhawatirkan dapat memicu ketidakseimbangan dalam ekosistem industri. Apalagi, setiap platform memiliki model bisnis serta kapasitas operasional dan finansial yang berbeda.

Maxim menyatakan terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut dan menegaskan kesiapan penuh untuk bekerja sama secara konstruktif.

Soal kesejahteraan mitra, Dirhamsyah mengatakan, Maxim telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk pemberian cakupan asuransi secara penuh bagi mitra pengemudi penyandang disabilitas sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Maxim juga bekerja sama dengan Yayasan Pengemudi Selamat Sejahtera (YPSSI) untuk memberikan santunan. 

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |