Mengapa Korea Selatan Boikot Media di Piala Dunia 2026

3 hours ago 1

KONTROVERSI yang membuat Korea Selatan menjadi sorotan di Piala Dunia 2026 bukan terkait hasil pertandingan, melainkan konflik antara skuad tim nasional dan media domestik mereka yang memanas selama turnamen berlangsung. Ketegangan itu bermula dari bocornya rekaman percakapan sejumlah jurnalis Korea Selatan yang diduga melontarkan komentar tidak pantas mengenai kapten tim nasional, Son Heung-min.

Perselisihan tersebut kemudian berdampak pada hubungan pemain dan media, bahkan mendorong Korea Selatan membatasi aktivitas media selama turnamen. Di tengah situasi itu, Korea Selatan harus menelan kekalahan 0-1 dari tuan rumah Meksiko pada laga kedua Grup A di Stadion Akron, Guadalajara, Jumat, 19 Juni 2026. Hasil tersebut membuat langkah tim asuhan Hong Myung-bo menuju babak 16 besar menjadi lebih berat.

Berawal dari Komentar soal Son Heung-min

Menurut laporan sejumlah media internasional, termasuk FOX Sports dan Sky Sports, kontroversi bermula ketika percakapan sejumlah wartawan terekam tanpa sengaja dalam sesi latihan terbuka Korea Selatan di Guadalajara. Dalam rekaman yang kemudian beredar luas di media sosial itu, sejumlah jurnalis diduga mengkritik gaya kepemimpinan Son Heung-min dan menyinggung status pengecualian wajib militer yang diterimanya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Son merupakan salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Korea Selatan. Penyerang berusia 33 tahun itu lahir di Chuncheon pada 8 Juli 1992 dan kini memperkuat Los Angeles FC di Major League Soccer (MLS), setelah sebelumnya membela Tottenham Hotspur selama satu dekade.

Dalam catatan FIFA, Son mencetak 49 gol saat memperkuat Hamburg dan Bayer Leverkusen sebelum bergabung dengan Tottenham pada 2015. Ia kemudian berkembang menjadi salah satu pemain Asia tersukses di Eropa dengan koleksi 173 gol dalam 454 pertandingan bersama Spurs.

Salah satu momen paling ikonik dalam kariernya terjadi pada Desember 2019 saat mencetak gol solo ke gawang Burnley setelah melewati tujuh pemain lawan. Gol tersebut membuatnya meraih FIFA Puskas Award. Musim lalu, Son akhirnya mengangkat trofi mayor pertama dalam karier profesionalnya setelah membawa Tottenham menjuarai Liga Europa UEFA lewat kemenangan 1-0 atas Manchester United di final.

Polemik Wajib Militer

Di Korea Selatan, hampir seluruh pria wajib menjalani dinas militer selama 18 hingga 21 bulan. Son memperoleh pengecualian dari kewajiban tersebut setelah memimpin negaranya meraih medali emas Asian Games 2018.

Meski mendapat pengecualian dari wajib militer penuh, Son tetap mengikuti pelatihan dasar militer selama tiga pekan bersama Korps Marinir Korea Selatan pada 2020. Ia menjalani berbagai latihan, termasuk menembak dengan peluru tajam, simulasi paparan gas air mata, dan mars jarak jauh.

Komentar yang menyinggung status tersebut memicu kecaman publik di Korea Selatan. Situasi semakin memburuk setelah rekaman percakapan itu bocor ke publik. Menurut FOX Sports, perselisihan tersebut bahkan disebut berujung pada pengunduran diri sekretaris korps pers Korea Selatan di Piala Dunia. Hingga kini, Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kabar tersebut.

Korea Selatan Boikot Agenda Media

Dampak kontroversi itu terasa menjelang pertandingan melawan Meksiko. Korea Selatan menolak melayani media dan membatalkan sejumlah agenda wawancara yang telah dijadwalkan. Son juga tidak berbicara kepada wartawan setelah kemenangan 2-1 atas Republik Ceko pada laga pembuka Grup A. Dalam pertandingan tersebut, Korea Selatan meraih tiga poin berkat gol Hwang In-beom dan Oh Hyeon-gyu.

Federasi Sepak Bola Korea Selatan kemudian mengeluarkan pernyataan resmi pada 15 Juni 2026. "Asosiasi Sepak Bola Korea menyampaikan penyesalan atas komentar tidak pantas yang disampaikan sejumlah personel media selama latihan tim nasional di pusat latihan Guadalajara," demikian pernyataan KFA.

"Dengan rasa tanggung jawab untuk mewakili Korea Selatan di panggung global Piala Dunia, para Taegeuk Warriors berupaya memberikan yang terbaik untuk membalas dukungan dan harapan masyarakat. Namun, kebocoran percakapan yang tidak pantas antara sejumlah petugas media di lokasi latihan baru-baru ini telah menimbulkan guncangan dan kekecewaan yang besar bagi tim."

KFA juga meminta media menunjukkan sikap yang lebih bertanggung jawab terhadap para pemain. "Kami meminta pertimbangan yang lebih bijaksana serta sikap yang bertanggung jawab terhadap tim nasional dan para pemainnya. Ke depan, kami akan terus memprioritaskan perlindungan terhadap skuad dan berupaya menciptakan lingkungan yang sehat untuk aktivitas media."

Insiden Drone Menjelang Laga

Di tengah polemik tersebut, Korea Selatan kembali diterpa isu lain. Menurut laporan TalkSPORT, sebuah drone ditembak jatuh oleh pasukan Garda Nasional Meksiko saat sesi latihan tertutup Korea Selatan di Guadalajara pada 16 Juni 2026. Dua orang yang diduga mengoperasikan drone itu melarikan diri sebelum polisi tiba di lokasi. Rekaman CCTV yang memperlihatkan para terduga pelaku disebut telah diamankan.

Insiden tersebut memunculkan dugaan adanya upaya memata-matai tim menjelang pertandingan melawan Meksiko. Pelatih Hong Myung-bo mengaku menyayangkan kejadian itu, tetapi menegaskan insiden tersebut tidak mengganggu persiapan tim. "Itu sangat disayangkan, tetapi tidak berdampak signifikan terhadap kami," ujarnya.

Namun, Korea Selatan gagal membawa pulang hasil positif saat menghadapi Meksiko pada laga kedua Grup A. Bermain di Stadion Akron, Guadalajara, Taegeuk Warriors kalah 0-1. Gol tunggal kemenangan Meksiko dicetak Luis Romo pada menit ke-50 setelah memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti.

Korea Selatan sebenarnya sempat mengancam melalui Son Heung-min pada babak pertama. Namun peluang tersebut berhasil digagalkan Edson Álvarez yang menyapu bola di garis gawang. Pada babak kedua, Lee Kang-in, Cho Gue-sung, dan Hwang In-beom juga memperoleh sejumlah peluang. Akan tetapi, penampilan gemilang kiper Meksiko Carlos Rangel membuat Korea Selatan gagal mencetak gol hingga pertandingan berakhir.

Kemenangan tersebut mengukuhkan Meksiko di puncak klasemen Grup A dan membuka peluang besar mereka lolos ke babak 16 besar. Sebaliknya, Korea Selatan kini harus meraih hasil positif pada pertandingan terakhir fase grup untuk menjaga asa melaju ke fase gugur.

Di tengah tekanan hasil pertandingan, Son tetap menegaskan kebanggaannya bisa kembali tampil di Piala Dunia. "Saya sangat senang bisa kembali bermain di lapangan Piala Dunia, sesuatu yang telah saya impikan sejak masih sangat muda," kata Son menjelang laga pembuka. "Baik ini Piala Dunia pertama maupun keempat saya, saya tetap merasa seperti anak kecil lagi. Ini adalah panggung impian."

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |