Prabowo dan PM Belanda Bahas Perdagangan hingga Selat Hormuz

7 hours ago 6

PRESIDEN Prabowo Subianto bercakap via telepon dengan Perdana Menteri Belanda Rob Jetten pada Kamis, 11 Juni 2026. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag mengungkapkan, Prabowo dan Jetten bertukar pandangan perihal penguatan hubungan bilateral antara kedua negara.

Selain itu, mereka juga membahas peningkatan kerja sama perdagangan, termasuk dalam konteks Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA). “Serta berbagai isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama, termasuk isu Timur Tengah,” demikian keterangan pada akun Instagram KBRI Den Haag @indonesiainthehague, Jumat, 12 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut KBRI Den Haag, komunikasi antara Prabowo dan Jetten ini menegaskan komitmen Indonesia dan Belanda untuk terus memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan di tengah kondisi geopolitik dunia yang dinamis.

Perdana Menteri Belanda Rob Jetten dalam keterangannya mengatakan Indonesia dan Belanda memiliki hubungan budaya dan sejarah yang erat. Kata Jetten, kedua negara bekerja sama dengan baik di berbagai sektor, seperti perdagangan, air, dan pertanian berkelanjutan.

"Bersama @Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, saya hari ini membahas pentingnya kerja sama internasional untuk keamanan dan kemakmuran di kawasan kita dan sekitarnya, serta membahas perjanjian perdagangan antara Uni Eropa dan Indonesia dan situasi di Selat Hormuz," ujar Jetten melalui akun X @MinPres, 11 Juni 2026.

Ia juga menilai Indonesia dan Belanda merupakan mitra yang sepemikiran. Di tengah dunia yang bergejolak, ia memastikan kedua negara terus bekerja sama untuk memperkuat hubungan.

Pada 9 Oktober 2025 lalu, Indonesia dan Belanda resmi meluncurkan Rencana Aksi Kemitraan Komprehensif 2026-2029. Peluncuran itu dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Luar Negeri Kerajaan Belanda David van Weel. Rencana Aksi ini disebut bakal menjadi referensi dalam pelaksanaan kemitraan komprehensif RI-Belanda dalam berbagai bidang.

Saat itu, kedua menteri juga menandatangani memorandum of understanding NISCOPS (National Initiative for Sustainable & Climate Smart Oil Palm Smallholder) tahap kedua yang juga melibatkan kerja sama trilateral dengan Pemerintah Inggris. Nota kesepahaman ini mendukung produksi minyak sawit berkelanjutan dan memperkuat produktivitas petani kecil, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

“Indonesia memandang Belanda sebagai mitra terpercaya. Bersama-sama, kita dapat menghormati sejarah panjang kedua negara sebagai fondasi untuk membangun kemitraan yang kuat untuk generasi mendatang,” tutur Sugiono saat menerima kunjungan Menteri David van Weel, di Gedung Pancasila, Jakarta, 9 Oktober 2025.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |