Sinergi PNM dan OJK Perkuat UMKM Perempuan Aceh Naik Kelas

2 hours ago 2

INFO TEMPO – Modal bukan satu-satunya penentu usaha ultra mikro mampu bertahan dan berkembang. Kemampuan mengelola keuangan, memahami risiko, mengurus legalitas, hingga membaca peluang pasar menjadi bekal penting agar usaha dapat terus tumbuh.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu fokus sinergi PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendampingi perempuan pengusaha ultra mikro di Aceh. Pembiayaan diberikan bersamaan dengan penguatan literasi, sehingga nasabah tidak hanya mendapatkan akses modal, tetapi juga pengetahuan untuk mengelola dan mengembangkan usahanya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary mengatakan, literasi keuangan menjadi bagian penting dalam perjalanan nasabah menuju usaha yang lebih mandiri. “Pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan literasi keuangan yang tepat. Termasuk literasi keuangan syariah yang sangat relevan dengan Aceh,” ujarnya.

Pendekatan tersebut memberikan dampak yang semakin luas. Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 268.231 nasabah PNM Mekaar di Aceh telah merasakan manfaat pembiayaan dan pendampingan. Mereka tergabung dalam 19.628 kelompok dan didampingi oleh 1.300 pendamping Mekaar yang tersebar di 77 unit di seluruh Aceh.

Pendampingan juga diarahkan agar usaha nasabah semakin siap masuk ke ekosistem usaha formal. Lebih dari 56.714 nasabah telah dibantu mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB), sementara sejumlah nasabah juga telah memiliki sertifikat halal. Di sisi lain, PNM turut memberikan beasiswa bagi 104 anak nasabah sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan keluarga secara lebih menyeluruh.

Salah satu gambaran dari proses tersebut terlihat dari perjalanan Nur Asma, pemilik usaha “Keripik Pisang Kak Nur”. Orang tua tunggal dengan tiga anak ini merintis usaha sejak 2016 dan berkembang pesat pada 2024 setelah menjadi nasabah PNM Mekaar Syariah. Bisnis Nur kini berada pada grade A dengan plafon pembiayaan Rp 6 juta. Nur juga telah memiliki NIB dan sertifikat halal yang didampingi oleh PNM.

Perjalanan bisnis keripik pisang Nur menunjukkan bahwa ketika akses modal bertemu dengan pendampingan dan pengetahuan yang tepat, usaha rumahan dapat memiliki peluang berkembang lebih jauh.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal juga menilai UMKM perlu terus mengembangkan cara berpikir dan kemampuan mengelola usaha. Menurutnya, usaha yang dimulai dari rumah sekalipun tetap membutuhkan perencanaan, pemahaman pasar, serta pengelolaan keuangan yang baik.

“Jangan merasa berkecil hati jika usaha mulai dari dapur rumah tangga. Kita jual produk kita sendiri, kita harus percaya, dan harus cerdas mengelola keuangan, mulai dari menentukan target pasarnya,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika usaha kecil mulai menghadapi pasar yang lebih luas. Produk yang menarik perhatian konsumen perlu diikuti dengan kemampuan mengelola usaha agar pertumbuhannya tidak berhenti pada tren sesaat. “Produk yang viral tanpa manajemen yang baik hanya akan bertahan sesaat. Percuma viral kalau tidak dikelola dengan baik,” ucap Illiza.

Potensi pengembangan UMKM di Serambi Mekah masih terbuka luas. Lebih dari 4.400 unit usaha di yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata, kuliner, jasa, perdagangan hingga industri pengolahan. Potensi tersebut dapat terus dikembangkan dari skala kecil melalui kolaborasi dan pendampingan yang berkelanjutan.

Kolaborasi PNM dan OJK menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem tersebut. Pembiayaan, literasi keuangan, pendampingan usaha, serta penguatan legalitas diharapkan membantu lebih banyak pengusaha ultra mikro perempuan di Aceh mengelola bisnis secara lebih tertib dan membuka peluang untuk naik kelas. (*)

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |