TERSANGKA penyelewengan tata kelola proyek Makan Bergizi Gratis (MBG), Sony Sanjaya, mengajukan permohonan untuk menjadi justice collaborator. Permohonan itu dia ajukan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
"Ada yang mengajukan permohonan (justice collaborator) kepada LPSK dan masih dalam penelaahan," ucap Ketua LPSK Achmadi, pada Rabu, 24 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Achmadi mengatakan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung mengenai pengajuan justice collaborator yang dibuat oleh Sony Sonjaya. "Yang jelas kami masih mendalami," kata Achmadi saat ditemui wartawan di Kantor LPSK, Jakarta Timur.
Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, mengatakan permohonan itu dibuat lantaran tidak ada jaminan keamanan dan keselamatan bagi Sony serta keluarganya. Apalagi setelah Sony memutuskan untuk mengungkap 41 nama yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Kejaksaan Agung sebelumnya telah memutuskan untuk menolak permohonan Sony menjadi justice collaborator. "Kami belum bisa memenuhi atau menolak permohonan justice collaborator atas nama Sony Sonjaya,” kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus Kejagung, Syarief Sulaiman Nahdi.
Menurut Syarief, eks Wakil Kepala BGN itu tidak memenuhi dua syarat utama untuk menjadi justice collaborator. Dua syarat utama itu adalah pemohon bukan merupakan pelaku utama dan pemohon harus mengakui perbuatannya dalam kasus tersebut.
Sony tidak memenuhi syarat pertama karena dia merupakan pelaku utama. “Karena dalam hal ini, tersangka SS memohon justice collaborator atas sangkaan jual-beli titik, sehingga yang bersangkutan merupakan pelaku utama,” tutur Syarief, pada Selasa, 27 Juni 2026.
Penyidik juga menilai Sony juga tidak memenuhi persyaratan yang kedua, yakni harus mengakui perbuatannya. Selama proses pemeriksaan, kata Syarief, penyidik tidak melihat Sony mengakui perbuatannya seperti yang disangkakan.
Dalam kasus ini kejaksaan telah menetapkan enam tersangka. Selain Sony, ada mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana serta wakilnya, Lodewyk Pusung. Selain itu, ada juga Asep Yusuf Somantri yang disebut dekat dengan Sony Sonjaya, Andi Mulyono, dan Glory Harimas Sihombing.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4382809/original/074926600_1680593144-top-view-hand-holding-silver-coins.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4016804/original/046265400_1652067919-KPK_4.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518245/original/007067800_1772495256-1.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2800821/original/002869500_1557387809-IMG_20190509_113107.jpg)