10 Amalan Sederhana di Idul Adha yang Pahalanya Besar, Belum Bisa Berkurban jangan Khawatir

9 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Hari Raya Aidiladha bukan sekadar tentang ibadah penyembelihan haiwan korban. Terdapat pelbagai amalan sederhana di Idul Adha yang pahalanya besar yang sering tak diperhatikan oleh sebagian umat Islam. Momen mulia ini seharusnya dimanfaatkan untuk meraih ganjaran istimewa.

Merujuk penjelasan Syekh Abu Bakar Jabir al-Jazairi di dalam kitab Minhajul Muslim, amalan-amalan tersebut dimulai dari malam sebelum Idul Adha. Di antaranya adalah menggemakan takbir secara jahar. Takbir juga dapat dilakukan oleh tiap muslim di masjid, dan jalan-jalan menuju pelaksananaan sholat Idul Adha.

Amalan sederhana ini merupakan bukti kasih sayang Allah SWT kepada umatnya. Di antara orang-orang yang sanggup berkurban, tentu masih banyak yang tak bisa melakukannya. Amalan berpahala besar ini menjadi penawar kegelisahan bagi umat Islam yang belum mampu.

Berikut ini adalah rangkuman amalan sederhana di hari Idul Adha, dihimpun dari Panduan Lengkap Shalat Hari Raya karya Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA., buku Tuntunan Shalat-Shalat Tathawwu’, serta sumber kredibel lainnya.

1. Menghidupkan Malam Takbiran dengan Ibadah dan Dzikir

Malam menjelang Idul Adha (malam 10 Dzulhijjah) merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk dihidupkan dengan memperbanyak ibadah, takbir, tahmid, tahlil, shalawat, dan shalat malam.

Syaikh Abdurrahman bin Muhammad Ba'alawi dalam kitab Bughyah al-Mustarsyidin menjelaskan sangat disunnahkan menghidupkan malam dua hari raya dengan ibadah. Anjuran ini berdasar HR Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah.

2. Memperbanyak Takbir, Tahlil, dan Tahmid

Takbir dimulai sejak terbenamnya matahari pada malam Idul Adha hingga hari Tasyrik terakhir (tanggal 13 Dzulhijjah) dan dapat dikumandangkan di masjid, mushalla, maupun rumah-rumah sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

Takbir pada Idul Adha dibagi menjadi dua jenis, yaitu takbir mutlak (dilakukan kapan saja) dan takbir muqayyad (dilakukan setelah shalat fardhu).

Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad: “Tiada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai-Nya untuk beramal di dalamnya daripada sepuluh hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah), maka perbanyaklah membaca tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya.” (HR. Ahmad).

3. Mandi, Memakai Wewangian, dan Berpakaian Terbaik

Disunnahkan mandi sebelum berangkat shalat Idul Adha sebagai bentuk penghormatan terhadap hari besar Islam dan untuk membersihkan diri secara lahir. Mayoritas ulama dari mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali menyatakan bahwa mandi sebelum shalat Id termasuk amalan sunnah.

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa pada hari raya disunnahkan membersihkan tubuh dengan memotong rambut, memotong kuku, dan menghilangkan bau badan yang tidak sedap, sebagaimana halnya yang dilakukan pada hari Jumat.

4. Tidak Makan Sebelum Shalat Idul Adha

Berbeda dengan Idul Fitri, pada Idul Adha disunnahkan untuk menunda makan hingga setelah shalat Id selesai.

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' menyatakan bahwa disunnahkan bagi orang yang ingin shalat Idul Adha untuk tidak makan terlebih dahulu hingga selesai shalat, sebagaimana yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW.

5. Berjalan Kaki ke Tempat Shalat dan Melalui Jalan Berbeda

Dianjurkan untuk berjalan kaki menuju tempat pelaksanaan shalat Id (lapangan atau masjid) dan mengambil jalan yang berbeda antara berangkat dan pulang.

Dalilnya adalah hadits riwayat Ibnu Majah: “Rasulullah SAW biasa berangkat shalat 'ied dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang juga dengan berjalan kaki.” (HR. Ibnu Majah No. 1295).

6. Membaca Doa Penerimaan Amal

Setelah shalat Idul Adha dan khutbah, dianjurkan untuk memperbanyak doa, di antaranya doa memohon penerimaan seluruh rangkaian ibadah:

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَنُسُكَنَا وَقُرْبَانَنَا وَأَعْمَالَنَا

Latin: Allahumma taqabbal minna shalatana wa nusukana wa qurbanana wa a'malana

Artinya: “Ya Allah, terimalah dari kami shalat kami, ibadah kami, kurban kami, dan amal kami.”

7. Mendengarkan Khutbah Id dengan Khidmat

Setelah shalat, imam menyampaikan khutbah sebanyak dua kali. Jamaah disunnahkan tetap duduk dan mendengarkan khutbah Idul Adha karena di dalamnya terdapat nasihat-nasihat penting tentang makna kurban, ketakwaan, serta kepedulian sosial.

Imam Syafi'i menjelaskan, amalan tersebut mustahab (sunnah yang ditekankan) bagi siapa pun yang menghadiri khutbah Hari Raya.

8. Memperpanjang Dzikir dengan Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Takbir tidak berhenti setelah shalat Idul Adha, melainkan berlanjut hingga hari Tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah).

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT: “Dan hendaklah kalian menyempurnakan bilangan puasa dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian.” (QS. Al-Baqarah: 185)

9. Mengucapkan Selamat dan Doa Taqabbal

Disunnahkan untuk saling mengucapkan selamat dan mendoakan sesama Muslim pada hari raya, terutama doa Taqabbalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian).

10. Memperbanyak Sedekah dan Amal Shalih

Sedekah di hari raya memiliki keutamaan yang besar karena bertepatan dengan waktu mustajab dan momen kebahagiaan umat Islam. Umat Islam juga dianjurkan untuk meningkatkan berbagai amalan lain seperti membaca Al-Qur'an, memperbanyak shalat sunnah, dan berbuat baik kepada sesama.

Hikmah Melaksanakan Amalan Sederhana di Hari Idul Adha

Seluruh amalan di atas mengandung hikmah yang mendalam bagi kehidupan seorang muslim:

1. Meningkatkan Ketaqwaan

Setiap amalan yang dilakukan dengan niat ikhlas akan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan derajat ketakwaan.

2. Menyempurnakan Ibadah

Amalan sunnah berfungsi sebagai pelengkap dan penyempurna ibadah wajib. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa shalat sunnah akan menutupi kekurangan dalam shalat wajib kelak di hari kiamat.

3. Menumbuhkan Rasa Syukur

Mengenakan pakaian terbaik, berhias secara sederhana, dan makan setelah shalat merupakan bentuk syukur atas nikmat Allah sekaligus kegembiraan menyambut hari kemenangan.

4. Memperkuat Ukhuwah Islamiyah

Berjalan kaki ke tempat shalat, melalui jalan berbeda, serta saling mengucapkan selamat menjadi sarana mempererat tali persaudaraan di antara sesama muslim.

5. Menghidupkan Sunnah Nabi

Setiap amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW menjadi bentuk kecintaan dan kepatuhan kepada beliau, yang insya Allah akan mendatangkan syafaat di akhirat kelak.

Pertanyaan Seputar Amalan pada Hari Idul Adha

Amal apa yang paling dicintai Allah pada hari Idul Adha menurut hadis Nabi saw?

Seperti kita ketahui, bahwa momen Idul Adha merupakan salah satu momen bagi umat muslim untuk mendapatkan pahala sebanyaknya. Terlebih, pada hari ray aini terdapat salah satu amalan yang disebut sebagai amalan terbaik dan dicintai oleh-Nya yakni menyembelih hewan qurban.

Apa saja amalan ringan berpahala besar?

Ringkasan AIAmalan ringan berpahala besar adalah amalan yang mudah dilakukan sehari-hari namun memiliki ganjaran luar biasa dari Allah SWT. Meski tidak menguras tenaga atau waktu, istiqamah menjalankannya mendatangkan keberkahan dan berat di timbangan amal.

Apa yang disunnahkan pada hari raya Idul Adha?

Bagi umat muslim yang mampu secara finansial, amalan sunnah Idul Adha yang paling utama untuk dilakukan adalah melaksanakan kurban, seperti sapi, kambing, domba, atau unta. Kurban dilakukan setelah shalat Idul Adha, pada hari raya Idul Adha tiga hari setelahnya.

Apa saja yang harus dilakukan ketika Idul Adha?

Sunnah-Sunnah dalam Shalat Idul Adha Mandi sebelum berangkat shalat. Memakai pakaian terbaik.Menggunakan wewangian.Berjalan kaki menuju tempat shalat jika memungkinkan. Mengumandangkan takbir sejak malam Idul Adha hingga hari tasyrik. Tidak makan sebelum shalat (berbeda dengan Idul Fitri).

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |