6 Hoaks yang Beredar Sepekan, Mencatut Pejabat hingga Tawaran Menarik

1 month ago 27

Liputan6.com, Jakarta - Penyebaran hoaks masih menjadi tantangan serius di tengah derasnya arus informasi digital. Dalam sepekan terakhir,  berbagai jenis informasi bohong tersebut yang beredar luas di masyarakat, memanfaatkan momen-momen tertentu seperti perayaan Tahun Baru dan isu-isu publik.

Berbagai modus digunakan oleh para penyebar hoaks, mulai dari pesan berantai yang menawarkan hadiah fantastis, tautan pendaftaran palsu, hingga klaim-klaim yang menyudutkan tokoh publik. Modus-modus ini dirancang sedemikian rupa untuk menarik perhatian dan memancing korban agar memberikan data pribadi atau bahkan mentransfer sejumlah uang.

Fenomena ini menuntut kewaspadaan tinggi dari setiap individu agar tidak mudah terjebak dalam perangkap penipuan atau disinformasi. Masyarakat diharapkan selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, terutama jika terasa terlalu menggiurkan atau mencurigakan.

Cek Fakta Liputan6.com telah mengungkap beragam hoaks yang beredar dalam sepekan, berikut daftarnya.

1. Link Hadiah PLN Tahun Baru 2026

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link hadiah PLN Tahun Baru 2026, informasi tersebut berdar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Klaim link hadiah PLN Tahun Baru 2026 berupa tautan berupa tulisan sebagai berikut.

"PLN-Hadiah Tahun Baru 2025

Klik tautan untuk mengklaim Hadiah Tahun Baru 2026 Anda."

Unggahan tersebut disertai dengan link berikut.

"https://wezk.buzz/?id=MDQuMi4xLzEmclwobmdoKiwmLl4zYjEsKiwsMSdxY3VlLF1veHUmNCdxXydzMTExMjM"

Jika link tersebut diklik, mengarah pada halaman situs yang terdapat tulisan berikut ini.

"Selamat!

PLN - Hadiah Tahun Baru 2026

Melalui kuesioner, Anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan Rp 1500000"

Halam situs tersebut pun mengarahkan untuk mengisi kuesioner.

Benarkah klaim link hadiah PLN Tahun Baru 2026? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......

2. Klaim Chip e-KTP untuk Melacak Pemiliknya

Beredar di media sosial postingan klaim ada chip di KTP untuk melacak pemiliknya. Postingan ini beredar di salah satu akun Facebook pada 15 Desember 2025.

Berikut isi unggahannya:

"TERNYATA KTP ADA CHIP YANG DI TANAM DALAM KTP UNTUK MELACAK PEMILIK ΚΤΡ! Apakah itu benar??"

Unggahan ini menyertakan video yang berasal dari cuplikan berita televisi mengenai viralnya video warga membongkar KTP elektroniknya. Aksi ini dilakukan untuk mengetahui apakah benar ada chip yang tertanam di e-KTP.

Lalu benarkah klaim ada chip di KTP untuk melacak pemiliknya? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halamanberikut ini.....

3. Video Menkeu Purbaya Buka Program Bantuan Rp 30 Juta

Beredar postingan di media sosial klaim video Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka program bantuan senilai Rp 30 juta. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 13 Desember 2025.

Berikut isi unggahannya:

"Saya bapak Purbaya buka program bantuan berupa uang senilai Rp 30 juta, yang di mana uang ini akan disalurkan kepada siapa saja yang sedang dalam kesulitan ekonomi seperti biaya sekolah, modal usaha, bayar hutang dan keperluan lainnya

mohon segera hubungi saya lewat mesengger yang ada di bawah.

Program ini saya buat karena saya tau di luar sana masih banyak masyarakat yang sedang kesulitan."

Unggahan disertai caption:

"program untuk masyarakat"

Lalu benarkah klaim video Menkeu Purbaya membuka program bantuan senilai Rp 30 juta? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |