Liputan6.com, Jakarta - Apakah hewan kurban masuk surga menjadi salah satu pertanyaan yang sering muncul menjelang Hari Raya Idul Adha. Banyak umat Islam merasa penasaran tentang nasib hewan yang telah dikurbankan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Pertanyaan ini muncul karena kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga ibadah penuh makna yang sarat nilai spiritual.
Dalam Islam, ibadah kurban merupakan simbol ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Hewan kurban menjadi bagian penting dalam pelaksanaan syariat yang mendekatkan seorang hamba kepada Rabb-nya. Oleh sebab itu, tidak sedikit orang bertanya apakah hewan yang telah membantu manusia menjalankan ibadah akan mendapatkan balasan khusus di akhirat.
Pembahasan mengenai apakah hewan kurban masuk surga memang tidak dijelaskan secara gamblang dalam Al-Qur’an maupun hadis shahih. Namun, sejumlah ulama memberikan penjelasan berdasarkan dalil, tafsir, serta pandangan keilmuan Islam yang menarik untuk dipahami. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (14/5/2026).
Pandangan Ulama tentang Apakah Hewan Kurban Masuk Surga
Pertanyaan apakah hewan kurban masuk surga telah lama dibahas para ulama. Sebagian besar ulama menjelaskan bahwa hewan tidak mengalami hisab sebagaimana manusia karena tidak memiliki akal dan tanggung jawab syariat. Namun, ada beberapa pandangan yang menyebut hewan tertentu dapat memperoleh keistimewaan atas kehendak Allah SWT.
Menurut penjelasan yang dimuat oleh BAZNAS, Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa hewan kurban akan dihidupkan kembali pada hari kiamat dan menjadi saksi amal ibadah pemiliknya. Pendapat ini menunjukkan bahwa hewan kurban memiliki kedudukan khusus dalam ibadah.
Sementara itu, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Hadi Al-Arwah menjelaskan bahwa beberapa hewan yang memiliki keterkaitan dengan ketaatan kepada Allah dapat memperoleh kemuliaan tertentu. Karena itu, pembahasan apakah hewan kurban masuk surga menjadi sesuatu yang masih terbuka dalam ranah ijtihad ulama.
Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan:
“Tidak ada suatu amalan yang dilakukan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (hewan kurban). Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya.”
Hadis tersebut menunjukkan besarnya nilai ibadah kurban di sisi Allah SWT. Hewan kurban menjadi bagian dari amal saleh yang akan diperlihatkan kembali pada hari akhir.
Syekh Yusuf Al-Qaradawi juga pernah menjelaskan bahwa hewan adalah makhluk Allah yang tunduk kepada ketetapan-Nya. Hewan kurban menjadi sarana manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah, sehingga kedudukannya tidak bisa dianggap remeh.
Dalil Al-Qur’an tentang Hewan dan Ibadah Kurban
Untuk memahami apakah hewan kurban masuk surga, umat Islam juga perlu melihat sejumlah ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan hewan dan ibadah kurban.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 34:
“Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak.”
Ayat ini menegaskan bahwa ibadah kurban adalah syariat yang memiliki nilai ibadah tinggi. Hewan kurban menjadi bagian dari bentuk penghambaan seorang Muslim kepada Allah SWT.
Selanjutnya dalam Surah Al-Hajj ayat 36, Allah berfirman:
“Dan unta-unta itu Kami jadikan untukmu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya.”
Ayat tersebut memperlihatkan bahwa hewan kurban merupakan syiar Islam yang mengandung banyak hikmah dan kebaikan.
Selain itu, Surah Al-An’am ayat 38 juga menyebutkan:
“Dan tiadalah binatang-binatang yang melata di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu.”
Ayat ini menunjukkan bahwa hewan adalah makhluk ciptaan Allah yang juga berada dalam pengaturan dan keadilan-Nya. Karena itu, banyak ulama berpendapat bahwa Allah tentu mengetahui dan menetapkan nasib seluruh makhluk-Nya dengan penuh hikmah.
Benarkah Ada Hewan yang Masuk Surga?
Dalam beberapa riwayat dan penjelasan ulama disebutkan adanya hewan-hewan tertentu yang akan masuk surga. Meski sebagian riwayat statusnya tidak sekuat hadis shahih, informasi ini cukup populer dalam literatur Islam klasik.
Beberapa hewan yang disebut memiliki keistimewaan antara lain:
- Buraq tunggangan Nabi Muhammad SAW
- Unta Nabi Saleh AS
- Anak sapi Nabi Ibrahim AS
- Kambing pengganti Nabi Ismail AS
- Burung Hud-Hud milik Ratu Bilqis
- Semut Nabi Sulaiman AS
- Anjing Ashabul Kahfi
- Ikan yang menelan Nabi Yunus AS
- Sapi Bani Israil
- Keledai Nabi Uzair AS
Riwayat ini disebutkan dalam beberapa kitab sejarah dan tafsir seperti Tarikh Ath-Thabari dan Al-Muntazhim fi Tarikh al-Muluk.
Namun demikian, mayoritas ulama menegaskan bahwa secara umum hewan tidak masuk surga ataupun neraka sebagaimana manusia. Hewan akan dibangkitkan pada hari kiamat untuk menegakkan keadilan, lalu menjadi tanah atas kehendak Allah SWT.
Penjelasan serupa juga disampaikan dalam laman Seekers Guidance. Disebutkan bahwa hewan pada dasarnya tidak memperoleh hisab seperti manusia. Akan tetapi, penghuni surga akan mendapatkan apa saja yang mereka inginkan. Jika seseorang ingin bertemu hewan kesayangannya di surga, maka Allah Maha Kuasa untuk mengabulkannya.
Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam Surah Qaf ayat 35:
“Di dalamnya mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki, dan pada sisi Kami ada tambahannya.”
Hikmah Besar di Balik Ibadah Kurban
Terlepas dari perdebatan apakah hewan kurban masuk surga, ada banyak hikmah besar yang dapat dipetik dari ibadah kurban.
1. Bentuk Ketakwaan kepada Allah
Allah SWT menegaskan bahwa yang sampai kepada-Nya bukan darah atau daging hewan kurban, melainkan ketakwaan hamba-Nya.
Dalam Surah Al-Hajj ayat 37 disebutkan:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”
Ayat ini menjadi pengingat bahwa inti kurban adalah keikhlasan dan kepatuhan kepada Allah SWT.
2. Mengajarkan Kepedulian Sosial
Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kurban bukan hanya ibadah individual, tetapi juga ibadah sosial yang mempererat persaudaraan umat Islam.
3. Mengajarkan Kasih Sayang terhadap Hewan
Islam mengatur tata cara penyembelihan dengan penuh adab dan kelembutan. Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk memperlakukan hewan dengan baik, termasuk saat menyembelihnya.
4. Menjadi Amal Kebaikan di Akhirat
Hewan kurban akan menjadi saksi amal ibadah seseorang pada hari kiamat. Karena itu, ibadah kurban memiliki pahala yang sangat besar.
5. Menghidupkan Syiar Islam
Ibadah kurban menjadi simbol pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan yang diwariskan sejak zaman Nabi Ibrahim AS hingga sekarang.
Apakah Hewan Kurban Masuk Surga? Wallahu A’lam
Pada akhirnya, jawaban pasti mengenai apakah hewan kurban masuk surga tetap menjadi rahasia Allah SWT. Tidak ada dalil yang secara tegas menyebut seluruh hewan kurban akan masuk surga. Namun, banyak ulama menjelaskan bahwa hewan kurban memiliki kedudukan mulia karena menjadi bagian dari ibadah manusia kepada Allah.
Sebagian ulama menyebut hewan kurban akan menjadi saksi amal, pemberat timbangan kebaikan, bahkan membantu pemiliknya melewati shirath di akhirat. Semua ini menunjukkan betapa besarnya nilai ibadah kurban dalam Islam.
Sebagai seorang Muslim, hal terpenting bukan sekadar memikirkan nasib hewan kurban, tetapi bagaimana menjadikan ibadah kurban sebagai sarana meningkatkan ketakwaan, keikhlasan, dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Pertanyaan Seputar Hewan Kurban
1. Apakah semua hewan kurban masuk surga?
Tidak ada dalil shahih yang secara tegas menyatakan semua hewan kurban masuk surga. Namun, sebagian ulama menjelaskan hewan kurban memiliki kemuliaan khusus di akhirat.
2. Apakah hewan akan dibangkitkan pada hari kiamat?
Ya. Dalam Islam dijelaskan bahwa hewan akan dibangkitkan untuk ditegakkan keadilan sebelum akhirnya Allah menetapkan ketentuan-Nya.
3. Apa pahala berkurban dalam Islam?
Pahala kurban sangat besar karena merupakan bentuk ketakwaan dan ketaatan kepada Allah SWT.
4. Mengapa hewan kurban harus diperlakukan dengan baik?
Islam mengajarkan kasih sayang kepada semua makhluk. Penyembelihan harus dilakukan dengan cara yang baik dan tidak menyiksa hewan.
5. Apakah hewan kurban bisa menjadi penolong di akhirat?
Beberapa riwayat menyebut hewan kurban akan menjadi saksi amal dan pemberat timbangan kebaikan bagi orang yang berkurban.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4864490/original/019606900_1718432505-Khusyuk_Wukuf_Jemaah_Haji_di_Padang_Arafah-AP__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4824614/original/074506300_1715073103-pexels-drmkhawarnazir-18996539.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5284473/original/079873800_1752637095-pexels-karolina-grabowska-5241044.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569547/original/042006600_1777445741-c719d037-7561-449e-bc6b-f7e1344231d2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5640995/original/044596400_1778245881-haj1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4388517/original/001234500_1681082879-volunteer-giving-box-with-donations-another-volunteer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4824082/original/028308100_1715054102-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5757977/original/057713000_1778660635-Kunjungan_ke_dapur_katering_konsumsi_jemaah_haji_Indonesia__Safwat_Al-Wisam_Company__di_Makkah__11_Mei_2026..jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5755785/original/001679200_1778657765-andri-helmansyah-dzX6fui33UA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4455529/original/001258300_1686047210-20230602_131014.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5668028/original/049497600_1778387502-5c586d0a-9cd7-4ced-90db-a81b56c2af3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4442582/original/000568400_1685093803-Screenshot_20230526_120852_Gallery.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5742284/original/031787700_1778640053-Contoh_Proposal_Idul_Adha_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2806807/original/084266200_1557976563-IMG-20190507-WA0082.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4821487/original/026963100_1714792800-umrah_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4003293/original/062384100_1650614701-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560803/original/037957900_1776685969-photo_2026-04-20_14-50-28.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5001890/original/093250500_1731385093-pakaian-ihram-bagi-laki-laki-adalah.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456521/original/033087800_1766898100-Gemini_Generated_Image_xyevcgxyevcgxyev_2.png)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473950/original/097282500_1768462587-Gemini_Generated_Image_yjoojkyjoojkyjoo.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158657/original/067229400_1741665557-kata-mutiara-pagi-hari-islami.jpg)