Cara Sulastri, Ketua TP PKK Pekanbaru Mengimplementasikan Nilai-nilai dan Semangat Kartini Masa Kini

3 hours ago 2

INFO CANTIKA.COM - Sulastri, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pekanbaru meyakini nilai-nilai Kartini, seperti pendidikan, literasi, dan pemberdayaan perempuan adalah tiga entitas yang tak dapat dipisahkan

Memperingati Hari Kartini, Cantika menghadirkan “Kartini Kini: Jejak Nilai dalam Langkah Perempuan Pemimpin Hari Ini” sebagai ruang untuk melihat bagaimana nilai-nilai Raden Ajeng Kartini tidak hanya dikenang, tetapi terus hidup dan bergerak dalam kepemimpinan perempuan masa kini.

Melalui perspektif dan peran perempuan  kampanye ini menyoroti praktik nyata kepemimpinan yang berdampak, sekaligus menghadirkan representasi perempuan pemimpin sebagai wajah Kartini hari ini -yang relevan, tangguh, dan dekat dengan kehidupan generasi muda masa kini.

Seperti kita ketahui, semangat Raden Ajeng Kartini tak pernah lekang oleh waktu. Nilai-nilai perjuangan yang ia gaungkan yakni tentang pendidikan, kesetaraan, dan keberanian perempuan untuk maju masih terus hidup hingga hari ini, termasuk melalui berbagai program yang dijalankan Ketua TP PKK Pekanbaru, Sulastri.

Bagi Sulastri, Kartini bukan sekadar sosok historis, melainkan inspirasi nyata bagi perempuan Indonesia masa kini. Ia menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kesetaraan. Berikut petikan wawancara Cantika bersama Sulastri pada Selasa, 27 April 2026.

Ketua TP PKK Kota Pekanbaru Sulastri Agung dalam wawancara dengan di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Barat, pada Senin, 27 April 2026. TEMPO/Rega Wijaya

Apa nilai-nilai dari sosok Raden Ajeng Kartini apa yang Ibu pegang di masa sekarang?

Tentu saja pendidikan, kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan yang menjadi dasar nilai-nilai dari Kartini.

Bagaimana Ibu menerapkannya dalam kepemimpinan?

Saya menekankan pentingnya keberpihakan kepada perempuan. Namun bukan dalam arti sempit, melainkan bagaimana perempuan dilibatkan sebagai bagian dari solusi. Perempuan didorong untuk aktif dalam berbagai lini, mulai dari forum musyawarah pembangunan hingga kegiatan ekonomi.

Salah satu wujud nyatanya adalah keterlibatan kader PKK dan Posyandu bahkan menjadi bagian penting dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang di tingkat kelurahan hingga kota. Tujuannya agar suara masyarakat benar-benar tersampaikan dan menjadi dasar kebijakan.

Program-program TP PKK apa saja yang mengimplementasi semangat perjuangan Kartini?

Salah satunya adalah dengan menguatkan perempuan lewat skill dan kepercayaan diri, di antaranya program yang juga digerakkan adalah pelatihan public speaking bagi perempuan. Sederhananya, menurut saya jika seseorang merasa butuh berkembang, orang lain pun kemungkinan memiliki kebutuhan yang sama.

Pelatihan ini menyasar kader PKK dan Dharma Wanita, dengan menghadirkan narasumber yang kompeten. Kemampuan berbicara menurut saya bukan hanya soal tampil, tetapi juga soal keberanian menyampaikan ide dengan wawasan yang kuat.

Apakah itu sepakat bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mengemukakan pendapat?

Betul, Perempuan harus berani menyampaikan pendapat, tapi harus punya wawasan. Apa yang disampaikan harus ada isinya dan bermanfaat.

Selain kepemimpinan, nilai-nilai Kartini apa saja yang sudah Ibu lakukan untuk menggerakan pendidikan dan literasi?

Sebagai Bunda PAUD dan penggerak PKK di Kota Pekanbaru, saya mendorong perempuan untuk terus mengenyam pendidikan. Salah satu upaya kami dengan menghadirkan akses pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi melalui berbagai program dan dukungan beasiswa.

Perempuan yang berpendidikan akan memiliki daya tawar yang lebih kuat dalam kehidupan sosial maupun ekonomi. Inilah bentuk nyata implementasi nilai Kartini di masa kini yakni memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi perempuan untuk berkembang.

Selain pendidikan formal, kami juga menaruh perhatian besar pada budaya literasi, terutama di kalangan anak-anak. Ia melihat adanya tantangan besar di era digital, di mana minat membaca mulai menurun.

Sebagai solusi, TP PKK Pekanbaru menghadirkan inovasi berupa penerbitan tiga buku anak yang sarat nilai edukasi dan sejarah lokal. Salah satunya mengangkat kisah Rumah Singgah Tuan Kadi, yang menjadi cagar budaya karena sejarahnya yang sering menjadi tempat persinggahan raja dari Kesultanan Siak, suatu kerajaan yang pernah berjaya di kawasan Pekanbaru.

Program tersebut tak berhenti pada penerbitan buku. Ketiga buku tersebut bahkan dilombakan di tingkat kecamatan dan dimanfaatkan oleh kader Posyandu sebagai media mendongeng untuk anak-anak PAUD. Bagaimana anak-anak kita mau kembali ke literasi, mau belajar, mau membaca. Itu yang kami dorong.

Pendekatan ini menjadi efektif karena menggabungkan unsur edukasi, budaya, dan keterlibatan masyarakat secara langsung. Anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga memahami sejarah dan nilai kehidupan melalui cerita yang dekat dengan lingkungan mereka.

Bagi generasi Z, apa pesan Ibu tentang menjadi perempuan generasi muda yang berdampak positif hari ini?

Pesan saya untuk perempuan khususnya generasi Z yakni pentingnya keseimbangan antara kecerdasan, karakter, dan spiritualitas. Anak muda harus semangat, karena masa depan bangsa ada di tangan mereka. Harus punya inovasi, menguasai teknologi, tapi tetap sopan, santun, dan menjaga ibadah. 

Oleh sebab itu, keluarga punya peran penting sebagai support system utama. Kasih sayang dan perhatian orang tua menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter anak di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Kalau anak-anak mendapat kasih sayang yang cukup, insyaAllah mereka akan kuat dan tidak mudah menyimpang.

Apa saja kontribusi bagi kemajuan karya lokal sebagai bentuk support brand lokal?  

Di bidang ekonomi, kader PKK didorong untuk memiliki keterampilan yang bisa membantu perekonomian keluarga. UMKM lokal juga mendapat perhatian, mulai dari kerajinan hingga produk khas seperti songket dan batik dengan motif floral.

Namun, ada satu program yang cukup unik dan kontekstual menurut saya yaitu gerakan menanam cabai di setiap rumah. Cabai itu jadi barometer di Pekanbaru. Kalau cabai mahal, dampaknya besar, berarti harga-harga sedang tinggi.

Program ini bertujuan untuk menciptakan ketahanan pangan sekaligus membantu ekonomi keluarga dari skala paling kecil yakni rumah tangga.

Apakah Ibu termasuk penggemar brand lokal khususnya dari Pekanbaru?

Saat ini cara perempuan Pekanbaru memaknai busana Melayu lebih fleksibel, namun tetap berakar kuat pada identitas budaya. Jika dulu kain songket menjadi pilihan utama dalam berbagai kesempatan, kini penggunaannya lebih selektif.

Songket masih memiliki tempat istimewa, terutama untuk acara formal dan momen penting. Namun dalam keseharian, banyak perempuan mulai beralih ke pilihan yang lebih nyaman tanpa kehilangan nilai estetika. Di sinilah baju kurung eksis lagi Yang menarik, tren baju kurung saat ini tidak lagi tampil polos.

Ada satu elemen yang menjadi pembeda sekaligus penegas gaya yaitu selendang. Bahkan salah satu desainer di Pekanbaru bilang banyak perempuan yang ingin jahit baju kurung plus selendang seperti yang sering saya kenakan. Sekarang kalau bikin baju kurung, orang bilangnya: bikin yang kayak ‘Bu Wali’ ya.

Setiap perempuan pemimpin punya cara healing masing-masing, bagaimana Ibu menemukan momen ‘healing’ atau me time untuk menyeimbangkan pekerjaan?

Saya menjalani peran seimbang dengan berusaha menjaga keseimbangan hidup. Olahraga menjadi salah satu cara saya untuk menjaga energi dan kesehatan mental.

Mulai dari lari hingga zumba dan yoga, saya menjadikan aktivitas ini sebagai me time yang penting di tengah rutinitas. Selain itu, saya juga memanfaatkan waktu family time pergi bersama anak-anak untuk mengisi tangki cinta mereka.

(*)

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |