Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 2026: Tanggal Resmi, Keutamaan, dan Tipsnya

1 month ago 57

Liputan6.com, Jakarta - Bagi umat Muslim yang menantikan datangnya bulan mulia, mencatat jadwal puasa Ayyamul Bidh Rajab 2026 adalah langkah awal untuk meraih keberkahan di awal tahun. Puasa sunnah yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 di bulan Hijriah ini memiliki keistimewaan tersendiri jika dilakukan pada bulan Rajab, yang merupakan salah satu dari Asyhurul Hurum atau bulan-bulan yang dimuliakan Allah SWT.

Melaksanakan ibadah ini bukan sekadar mengikuti anjuran Rasulullah, tetapi juga menjadi sarana melatih diri sebelum memasuki bulan Ramadhan yang semakin dekat. Memahami ketetapan kalender Hijriah ke dalam penanggalan Masehi sangat penting agar kita tidak melewatkan momentum ibadah ini. 

Melansir dari Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 oleh Ditjen Bimbimang Masyarakat Islam RI, pada tahun 2026, bulan Rajab 1447 H jatuh pada awal bulan Januari, sehingga persiapan spiritual dan fisik perlu dilakukan sejak dini. 

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 2026 (1447 Hijriah)

Berdasarkan kalender Hijriah global dan perhitungan astronomi, bulan Rajab 1447 H diprediksi dimulai pada akhir Desember 2025. Dengan demikian, jadwal puasa Ayyamul Bidh di bulan Rajab 2026 jatuh pada awal Januari 2026. Berikut adalah detail rinciannya:

13 Rajab 1447 H: Jumat, 2 Januari 2026

14 Rajab 1447 H: Sabtu, 3 Januari 2026

15 Rajab 1447 H: Minggu, 4 Januari 2026

Pelaksanaan puasa pada akhir pekan ini memberikan kesempatan bagi para pekerja maupun pelajar untuk lebih fokus beribadah tanpa terganggu rutinitas harian yang padat. Penting untuk diingat bahwa penetapan awal bulan Hijriah terkadang bisa bergeser satu hari tergantung pada metode rukyatul hilal yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama RI.

Mengapa Puasa Rajab Sangat Istimewa?

Bulan Rajab disebut sebagai Al-Ashabb (yang mengucur deras) karena rahmat Allah diyakini mengucur deras bagi hamba-Nya yang bertaubat. Melakukan puasa Ayyamul Bidh di bulan ini ibarat menanam benih kebaikan. Ulama sering menggambarkan bahwa Rajab adalah bulan menanam, Sya'ban adalah bulan menyiram, dan Ramadhan adalah bulan memanen hasilnya.

Puasa Ayyamul Bidh sendiri secara harfiah berarti "Hari-hari Putih". Dinamakan demikian karena pada malam-malam tersebut, bulan purnama bersinar terang benderang menyinari bumi. Secara medis, puasa pada saat tarikan gravitasi bulan sedang kuat-kuatnya (purnama) dipercaya dapat membantu menstabilkan emosi dan metabolisme tubuh manusia.

Niat Puasa Ayyamul Bidh Rajab 2026

Niat adalah syarat sahnya setiap ibadah. Bagi Anda yang ingin menjalankan ibadah ini, niat dapat diucapkan di dalam hati atau dilafalkan secara lisan. Berbeda dengan puasa wajib Ramadhan, niat puasa sunnah boleh dilakukan di pagi hari selama belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar.

Berikut adalah lafal niat puasa Ayyamul Bidh:

"Nawaitu sauma ayyamil bidh sunnatan lillahi ta'ala."

Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta'ala."

Mengingat puasa ini dilakukan di bulan Rajab, banyak juga umat Muslim yang menggabungkannya dengan niat puasa bulan Rajab secara umum untuk mengharap keberkahan bulan haram tersebut.

Keutamaan Menjalankan Puasa Ayyamul Bidh

Melaksanakan jadwal puasa Ayyamul Bidh Rajab 2026 bukan sekadar ritual haus dan lapar. Terdapat beberapa janji Allah dan Rasul-Nya bagi mereka yang mengamalkannya:

1. Seperti Puasa Sepanjang Tahun

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa tiga hari setiap bulan pahalanya seperti puasa sepanjang tahun (setahun penuh). Hal ini dikarenakan satu kebaikan dalam Islam dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Jadi, 3 hari x 10 = 30 hari (sebulan). Jika dilakukan rutin, maka sama dengan setahun penuh.

2. Mengikuti Sunnah Utama Rasulullah

Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan puasa tiga hari ini, baik saat bermukim (di rumah) maupun saat sedang dalam perjalanan (safar). Menjalankannya berarti kita menghidupkan salah satu sunnah yang sangat dicintai Nabi.

3. Persiapan Menuju Ramadhan

Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriah. Artinya, hanya tersisa dua bulan lagi menuju bulan suci Ramadhan. Membiasakan puasa sunnah di bulan Rajab akan membuat tubuh dan mental lebih siap menghadapi puasa wajib sebulan penuh nantinya.

Tips Menjalankan Puasa Ayyamul Bidh agar Tetap Fit

Mengingat jadwal puasa Ayyamul Bidh Januari 2026 jatuh di tengah musim yang mungkin tidak menentu, berikut tips agar ibadah tetap lancar:

Sahur dengan Karbohidrat Kompleks: Pilih gandum, nasi merah, atau oat agar energi dilepaskan secara perlahan dan rasa kenyang bertahan lebih lama.

Hidrasi yang Cukup: Pastikan minum minimal 8 gelas air antara waktu berbuka hingga sahur dengan pola 2-4-2.

Hindari Makanan Terlalu Manis saat Sahur: Makanan yang terlalu manis dapat memicu lonjakan insulin yang justru membuat Anda cepat merasa lapar dan lemas di siang hari.

Tetap Aktif Namun Tidak Berlebihan: Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki menjelang berbuka untuk menjaga sirkulasi darah.

Mengetahui jadwal puasa Ayyamul Bidh Rajab 2026 sejak dini membantu kita untuk merencanakan agenda ibadah dengan lebih matang. Dengan jatuh pada tanggal 2, 3, dan 4 Januari 2026, puasa ini menjadi momen "pembuka tahun" yang indah untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.  

5 FAQ Singkat Seputar Puasa Ayyamul Bidh Rajab 2026

Kapan tanggal puasa Ayyamul Bidh Rajab 2026?

Jatuh pada tanggal 2, 3, dan 4 Januari 2026 (13, 14, 15 Rajab 1447 H).

Bolehkah niat puasa Ayyamul Bidh digabung dengan puasa qadha Ramadhan?

Boleh, menurut sebagian besar ulama, Anda akan mendapatkan pahala qadha (wajib) sekaligus pahala sunnahnya.

Bagaimana jika saya hanya bisa puasa 2 hari saja?

Puasa Ayyamul Bidh utamanya 3 hari, namun jika hanya mampu sebagian, tetap mendapatkan pahala puasa sunnah sesuai hari yang dijalani.

Kapan waktu terbaik membaca niatnya?

Waktu terbaik adalah di malam hari, namun boleh dilakukan di pagi hari sebelum waktu Dzuhur jika lupa.

Apa hukum menjalankan puasa ini?

Hukumnya adalah Sunnah Muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan).

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |