Cek Fakta: Hoaks Artikel Mantan Menpora Dito Ariotedjo Sebut Jokowi Terima Uang Rp 2 Triliun dari Yaqut Cholil Qoumas

1 week ago 22

Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel mantan Menpora Dito Ariotedjo menyebut mantan Presiden Jokowi menerima uang Rp 2 triliun dari Yaqut Cholil Qoumas. Postingan itu beredar sejak akhir pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 25 Januari 2026.

Dalam postingannya terdapat tangkapan layar artikel dari Gelora News berjudul:

"Diperiksa KPK Terkait Kuota Haji Dito Ariotedjo: Yang Saya Tau Presiden Jokowi Widodo Menerima Uang Dari Pak Yaqut 2 Triliun Saya cuma Dikasih Tau Sambil Bercanda Pak Jokowi Bilang Kardus Durian Om Dito, Om Dito Mau sambil Tertawa Pak Jokowi"

Akun itu menambahkan narasi:

"Semuanya Jokowi,,"

Lalu benarkah postingan artikel mantan Menpora Dito Ariotedjo menyebut mantan Presiden Jokowi menerima uang Rp 2 triliun dari Yaqut Cholil Qoumas?

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah laman Gelora.co dengan foto dan waktu yang sama dengan postingan yakni 23 Januari 2026.

Namun dalam artikel asli berjudul "Diperiksa terkait Kuota Haji, Dito Ariotedjo Ungkit Kunker ke Arab Saudi Bareng Jokowi".

Cek fakta artikel mantan Menpora sebut Jokowi terima uang Rp 2 triliun dari Yaqut

Dalam artikel asli sama sekali tidak ada pernyataan Dito mengenai Jokowi yang menerima uang Rp 2 triliun dari Yaqut Cholil Qoumas.

Artikel asli membahas pemanggilan Dito oleh KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. Dito ditanya terkait pengetahuannya pada perkara tersebut.

Sumber:

https://www.gelora.co/2026/01/diperiksa-terkait-kuota-haji-dito.html?m=1

Kesimpulan

Postingan artikel mantan Menpora Dito Ariotedjo menyebut mantan Presiden Jokowi menerima uang Rp 2 triliun dari Yaqut Cholil Qoumas adalah hoaks. Faktanya judul artikel dalam postingan merupakan hasil suntingan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email [email protected].

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |