Liputan6.com, Jakarta - Hujan meteor Geminid merupakan salah satu fenomena langit tahunan yang paling dinanti dan dapat diandalkan, rutin terjadi setiap pertengahan Desember. Peristiwa ini menampilkan jejak cahaya spektakuler di atmosfer Bumi, yang sering disebut sebagai "bintang jatuh", ketika partikel debu ruang angkasa bergesekan dengan udara. Keunikan Geminid terletak pada asal-usulnya yang berbeda dari kebanyakan hujan meteor lainnya.
Dinamakan Geminid karena titik asal kemunculannya atau radiant yang berada di konstelasi Gemini, hujan meteor ini menawarkan pemandangan menakjubkan bagi para pengamat bintang. Berbeda dengan hujan meteor lain yang umumnya berasal dari komet, Geminid memiliki sumber yang istimewa, yaitu sebuah asteroid. Hal ini menjadikannya objek studi menarik bagi para ilmuwan dan penggemar astronomi.
Puncak aktivitas hujan meteor Geminid biasanya terjadi pada malam 13 hingga 14 Desember, menjanjikan hingga ratusan meteor per jam dalam kondisi pengamatan optimal. Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, pengamat disarankan mencari lokasi yang minim polusi cahaya dan mempersiapkan diri untuk menikmati pertunjukan alam yang memukau ini tanpa memerlukan alat bantu khusus.
Asal Usul Hujan Meteor Geminid yang Unik
Hujan meteor Geminid memiliki keistimewaan yang membedakannya dari sebagian besar hujan meteor lainnya, yaitu asal-usulnya. "Tidak seperti kebanyakan hujan meteor yang berasal dari komet, Geminid berasal dari asteroid: 3200 Phaethon," demikian pernyataan dari NASA Science. Asteroid 3200 Phaethon ini ditemukan pada 11 Oktober 1983 oleh Infrared Astronomical Satellite (IRAS).
Orbit Phaethon mengelilingi Matahari membutuhkan waktu sekitar 1,4 tahun dengan lintasan elips yang mirip komet, memunculkan spekulasi ilmiah. Para ilmuwan sempat mempertimbangkan apakah Phaethon adalah "komet mati" atau entitas langit lain yang dikenal sebagai "komet batu". Meskipun memiliki karakteristik orbit komet, Phaethon tidak menunjukkan ekor komet dan spektrumnya menyerupai asteroid berbatu.
Meteoroid Geminid yang terbentuk dari Phaethon juga memiliki kepadatan yang lebih tinggi, sekitar 2–3 g/cm³, jauh lebih padat dibandingkan serpihan debu komet pada umumnya yang hanya sekitar 0,3 g/cm³. Studi terbaru pada tahun 2023, menggunakan data dari Parker Solar Probe, mengindikasikan bahwa Geminid mungkin terbentuk dari pecahnya komet secara katastropik yang juga membentuk asteroid 2005 UD dan 1999 YC, selain Phaethon. Penelitian lain di tahun yang sama juga menyarankan bahwa medan puing Geminid bisa jadi terbentuk selama peristiwa dramatis, seperti tabrakan atau ledakan yang melibatkan Phaethon ribuan tahun lalu.
Karakteristik dan Keistimewaan Geminid
Hujan meteor Geminid dikenal dengan beberapa karakteristik unik yang membuatnya menjadi salah satu hujan meteor paling populer. Meteor Geminid bergerak dengan kecepatan sedang, sekitar 35 kilometer per detik (22 mil per detik), yang memungkinkan pengamat untuk melihatnya dengan relatif mudah dan lebih lama dibandingkan meteor lain yang lebih cepat.
Selain kecepatannya, meteor Geminid juga terkenal karena kecerahan dan warnanya yang bervariasi. Pengamat sering melaporkan melihat warna putih, kuning, bahkan beberapa berwarna hijau, merah, dan biru. Warna-warna ini sebagian besar disebabkan oleh keberadaan jejak logam seperti natrium dan kalsium yang terbakar di atmosfer, mirip dengan efek yang menciptakan warna-warni pada kembang api.
Pada puncaknya, hujan meteor Geminid dapat menghasilkan jumlah meteor yang sangat impresif. Di bawah kondisi pengamatan optimal, fenomena ini mampu menampilkan hingga 120–160 meteor per jam (ZHR). Kepadatan meteoroid Geminid yang empat kali lebih padat dibandingkan serpihan debu komet juga berkontribusi pada penampilannya yang cerah dan menonjol. Meteor-meteor ini umumnya hancur pada ketinggian sekitar 39 kilometer (24 mil) di atas permukaan Bumi.
Waktu Kemunculan dan Puncak Pengamatan
Hujan meteor Geminid adalah peristiwa tahunan yang dapat disaksikan dalam periode waktu tertentu setiap bulan Desember. Secara umum, hujan meteor ini aktif setiap tahun antara tanggal 4 hingga 20 Desember. Ini memberikan jendela waktu yang cukup panjang bagi para pengamat untuk merencanakan sesi pengamatan mereka.
Puncak aktivitas hujan meteor Geminid biasanya terjadi pada malam 13 hingga 14 Desember, saat Bumi melewati bagian terpadat dari jalur puing-puing asteroid 3200 Phaethon. Untuk tahun 2025, puncak Geminid diprediksi akan terjadi pada malam 13 Desember hingga pagi 14 Desember.
Meskipun periode puncaknya singkat, jumlah meteor yang terlihat selama waktu tersebut bisa sangat banyak, menjadikannya momen yang paling dinanti. Pengamat disarankan untuk fokus pada malam puncak ini untuk mendapatkan pengalaman terbaik dalam menyaksikan hujan meteor Geminid.
Tips Terbaik untuk Menyaksikan Hujan Meteor Geminid
Untuk memaksimalkan pengalaman menyaksikan hujan meteor Geminid, pemilihan lokasi menjadi kunci utama. Carilah tempat yang jauh dari keramaian kota dan sumber polusi cahaya lainnya, seperti area pedesaan atau pegunungan, dengan pandangan langit yang luas dan tidak terhalang. Kondisi langit yang cerah dan bebas awan tebal juga sangat penting untuk visibilitas optimal.
Waktu terbaik untuk memulai pengamatan adalah setelah pukul 21.00 WIB, dengan aktivitas yang terus meningkat hingga puncaknya pada dini hari, sekitar pukul 02.00 atau 03.00 waktu setempat. Pada waktu ini, radiant Geminid akan mencapai ketinggian yang baik di langit sebelum fajar. Anda tidak perlu alat khusus seperti teropong atau teleskop; cukup dengan mata telanjang.
Saat mengamati, berbaringlah telentang dengan kaki menghadap ke selatan dan pandanglah ke atas, mencakup area langit seluas mungkin. Penting untuk memberikan waktu sekitar 30 menit agar mata Anda beradaptasi sepenuhnya dengan kegelapan, sehingga lebih mudah melihat meteor yang redup. Tidak perlu terpaku pada rasi bintang Gemini, karena meteor dapat muncul dari berbagai arah di langit.
Fase bulan juga memengaruhi kualitas pengamatan. Pada puncak Geminid 2025, bulan akan berada dalam fase sabit tua (waning crescent) dengan iluminasi sekitar 25-27%. Ini berarti cahaya bulan tidak akan terlalu mengganggu, terutama pada jam-jam sebelum bulan terbit menjelang subuh. Terakhir, karena pengamatan dilakukan di malam hari pada bulan Desember, pastikan untuk mengenakan pakaian hangat demi kenyamanan dan keamanan Anda. Hujan meteor Geminid tidak menimbulkan ancaman bagi manusia karena partikelnya sangat kecil dan akan habis terbakar di atmosfer Bumi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376662/original/016008500_1760012397-gar4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479723/original/091078300_1768987478-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-21T154930.154.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5431614/original/075141400_1764743019-IMG-20251203-WA0059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491253/original/099964900_1770089126-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T101949.831.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490341/original/060567300_1770008565-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T115755.173.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381933/original/039227200_1760522313-IMG_7964.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2393275/original/001184200_1540545780-20181026-Tes-CPNS-Jaksel-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489835/original/093910600_1769935832-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490184/original/028122100_1770001928-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T100842.045.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481448/original/077362300_1769133703-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T085901.782.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441148/original/064576600_1765454529-sekolah_rakyat_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4738083/original/043375700_1707378826-20240208-Barongsai_di_Ancol-MER_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4787472/original/021139400_1711610064-cek_fakta_mandiri.jpg)





























