Gempa Padang Hari Ini, Simak Ragam Faktanya

1 month ago 65

Liputan6.com, Jakarta - Kota Padang dan wilayah sekitarnya kembali diguncang gempa bumi pada Rabu, 10 Desember 2025. Peristiwa gempa Padang hari ini tercatat berkekuatan Magnitudo 4,7 dan terjadi pada dini hari, tepatnya pukul 02:48:27 WIB. Pusat gempa berada di darat, sekitar 18 kilometer barat daya Kabupaten Solok, Sumatera Barat, memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa ini merupakan gempa dangkal dengan kedalaman 10 kilometer. Penyebabnya adalah aktivitas Sesar Sumani, salah satu segmen sesar lokal aktif yang melintasi daratan Sumatera. Meskipun demikian, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, memberikan sedikit kelegaan bagi warga pesisir.

Guncangan gempa dirasakan di beberapa wilayah, dengan intensitas terkuat di Kabupaten Solok. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan, mengingat kondisi geologis wilayah Sumatera Barat yang memang rawan.

Detail Gempa Padang Hari Ini dan Dampaknya

Gempa bumi Magnitudo 4,7 yang mengguncang wilayah Padang dan sekitarnya pada Rabu (10/12/2025) pukul 02:48:27 WIB berlokasi pada koordinat 0.99 Lintang Selatan dan 100.71 Bujur Timur. Episenter gempa yang berada di darat, tepatnya 18 km barat daya Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menunjukkan bahwa sumber guncangan berasal dari aktivitas tektonik di daratan.

Direktur Gempa dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan bahwa gempa ini merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Sumani. Sesar ini dikenal sebagai salah satu segmen sesar lokal aktif di daratan Sumatera. Meskipun guncangan cukup terasa, BMKG telah menegaskan bahwa gempa ini tidak memiliki potensi untuk memicu gelombang tsunami.

Berdasarkan estimasi peta guncangan Modified Mercalli Intensity (MMI), dampak gempa dirasakan bervariasi. Guncangan terkuat mencapai skala III-IV MMI di Kabupaten Solok, di mana getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan dapat menyebabkan benda-benda bergoyang. Sementara itu, di Kota Padang dan Solok, guncangan dirasakan pada skala II-III MMI, yang berarti getaran terasa nyata di dalam rumah dan benda ringan dapat bergoyang. Wilayah Sijunjung dan Sawahlunto merasakan guncangan pada skala I-II MMI.

Hingga informasi ini diterbitkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur atau korban jiwa yang diakibatkan oleh gempa Magnitudo 4,7 ini. Namun, warga tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Sebagai informasi tambahan, pada hari yang sama juga tercatat gempa lain berkekuatan Magnitudo 3,6 di Kabupaten Solok pada pukul 06:49:13 WIB dengan kedalaman 5 km.

Mengapa Sumatera Barat Rawan Gempa? Fakta Geologis Wilayah

Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, dikenal sebagai salah satu wilayah paling rawan gempa bumi di Indonesia. Kondisi ini tidak lepas dari letak geografis dan struktur geologisnya yang kompleks. Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan tingginya kerawanan gempa di provinsi ini.

Salah satu penyebab utamanya adalah keberadaan zona subduksi di pantai barat Sumatera. Di area ini, lempeng tektonik India-Australia menunjam ke bawah lempeng Eurasia, menciptakan tekanan besar yang seringkali dilepaskan dalam bentuk gempa bumi berkekuatan besar. Selain itu, Patahan Besar Sumatera (Sumatra Great Fault) yang masih aktif juga membelah wilayah Sumatera Barat. Sesar ini memiliki beberapa segmen aktif, seperti Siulak, Suliti, Sumani, Sianok, Sumpur, Barumun, dan Angkola, yang masing-masing berpotensi memicu gempa daratan.

Tidak hanya itu, aktivitas gunung berapi aktif seperti Marapi, Tandikat, dan Talang juga turut berkontribusi pada kerawanan gempa di Sumatera Barat. Getaran yang dihasilkan dari aktivitas vulkanik ini dapat menambah kompleksitas dinamika tektonik di wilayah tersebut. Di bagian barat pantai Sumatera Barat, terdapat pula Mentawai Fault System (MFS), sebuah sesar mendatar yang dipicu oleh proses penunjaman miring di sekitar Pulau Sumatera.

Ketiga sumber gempa ini—zona subduksi, Sesar Sumatera, dan gunung berapi aktif—saling berkaitan dan secara kolektif menjadikan Sumatera Barat sebagai daerah dengan risiko gempa yang sangat tinggi. Pemahaman akan kondisi geologis ini sangat penting untuk upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |