Hujan hingga Kemarau Jadi Bahan Hoaks Terkait Cuaca Terkini, Simak Daftar Faktanya

9 hours ago 2
  • Apa klaim hoaks terkait kemarau terparah di Indonesia pada tahun 2026?
  • Benarkah BMKG mengeluarkan peringatan fenomena Squall Line di Jakarta?
  • Apakah mandi dan minum air hujan dapat meningkatkan peluang kehamilan?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Hujan menjadi salah satu hoaks cuaca yang beredar di tengah masyarakat lewat media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Keberadaan informasi bohong ini dapat menimbulkan kepanikan, kesalahpahaman, bahkan kerugian materiil.

Agar tidak terpengaruh hoaks terkait curah hujan, penting bagi masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima dari sumber yang kredibel dan terpercaya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merupakan lembaga resmi yang berwenang memberikan informasi akurat terkait cuaca dan iklim di Indonesia.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah mengungkap sejumlah hopaks terkait cuaca, simak daftar berikut ini.

BMKG Sebut Tahun 2026 Bakal Jadi Musim Kemarau Terparah dalam 30 Tahun Terakhir di Indonesia

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang mengklaim BMKG sebut tahun 2026 bakal menjadi kemarau terparah dalam 30 tahun terakhir di Indonesia. Postingan itu beredar sejak pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 13 April 2026.

Dalam postingannya terdapat narasi sebagai berikut:

"BMKG Ingatkan kemarau tahun 2026 di Indonesia bakal menjadi kemarau terparah dalam 30 tahun terakhir"

Akun itu menambahkan narasi:

"Sekadar info saja Suhu. Jika benar kemarau panjang dn parah maka kita sebagai petani harus siap siap cari alternativ lain untuk bertani yg bisa tolerir panas dn kemarau."

Lalu benarkah postingan yang mengklaim BMKG sebut tahun 2026 bakal menjadi kemarau terparah dalam 30 tahun terakhir di Indonesia? Simak dalam artikel berikut ini...

Peringatan BMKG Fenomena Squall Line Bawa Hujan Lebat, Angin Kencang dan Petir di Jakarta

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim BMKG mengeluarkan peringatan fenomena Squall Line membawa hujan lebat disertai angin kencang dan petir di Jakarta, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 29 Desember 2025.

Klaim BMKG mengeluarkan peringatan fenomena Squall Line membawa hujan lebat disertai angin kencang dan petir di Jakarta, berupa tulisan sebagai berikut.

"Kabar penting bagi warga Jabodetabek dan sekitarnya yang berencana merayakan malam pergantian tahun di luar ruangan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hari ini merilis peringatan dini terkait terdeteksinya fenomena Squall Line atau garis badai memanjang yang sedang terbentuk di Samudra Hindia dan bergerak menuju pesisir selatan serta utara Jawa. Citra satelit memperlihatkan barisan awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat padat dan panjang, yang berpotensi membawa hujan lebat disertai angin kencang dan petir tepat pada tanggal 31 Desember malam hingga 1 Januari pagi.

Istilah Squall Line menjadi viral dan banyak dicari di Google karena dampaknya yang bisa lebih merusak daripada badai biasa. Angin kencang yang dihasilkan bisa bersifat destruktif (merobohkan baliho/pohon), dan curah hujannya bisa memicu banjir kilat dalam hitungan jam. BMKG mengimbau penyelenggara acara tahun baru untuk menyiapkan rencana cadangan (indoor) dan masyarakat diminta untuk terus memantau aplikasi info cuaca secara real-time.

Berita ini sangat krusial untuk disebarkan sekarang agar masyarakat tidak "kaget" dan bisa memitigasi bencana. Narasi yang dibangun bukan untuk menakut-nakuti, melainkan membangun kesiapsiagaan ("Sedia Payung Sebelum Hujan" dalam arti harfiah)."

Benarkah klaim BMKG mengeluarkan peringatan fenomena Squall Line membawa hujan lebat disertai angin kencang dan petir di Jakarta? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

Fenomena Aphelion Timbulkan Dampak Meriang Akibat Cuaca Bumi Lebih Dingin

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim fenomena Aphelion menimbulkan dampak meriang akibat cuaca bumi lebih dingin, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 18 Juli 2025.

Klaim fenomena Aphelion menimbulkan dampak meriang akibat cuaca bumi lebih dingin berupa tulisan sebagai berikut.

"Sekilas infoKita mengalami FENOMENA APHELION, dimana letak Bumi akan sangat jauh dari Matahari.

Kita tidak bisa melihat fenomena tersebut, tapi kita bisa merasakan dampaknya.

Ini akan berlangsung sampai bulan Agustus.Kita akan mengalami cuaca yang dingin melebihi cuaca dingin sebelumnya, yang akan berdampak…meriang, flu, batuk, sesak nafas, dll.

Oleh karena itu mari kita semua tingkatkan imun dengan banyak2 meminum Vitamin atau Suplemen agar imun kita kuat.

Jarak Bumi ke Matahari perjalanan 5 menit cahaya atau 90.000.000 km.

Fenomena aphelion menjadi 152.000.000 km.66 % lebih jauh.

Jadi hawa lebih dingin, dampaknya ke badan kurang enak karena gak terbiasa dengan suhu ini.

Untuk itu jaga kondisi kesehatan kita agar tetap sehat dengan keadaan cuaca yang sedemikian rupa...

Demikian sekilas info semoga bermanfaat"

Benarkah fenomena Aphelion menimbulkan dampak meriang akibat cuaca bumi lebih dingin? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email [email protected].

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |