INDONESIA Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) mencatat transaksi perdagangan pasar fisik emas secara digital selama Kuartal I 2026 mencapai 30.921.382 gram. Jumlah itu tumbuh 246 persen dibandingkan periode yang sama atau 2025 dengan total transaksi mencapai 8.941.108 gram
“Pertumbuhan transaksi di kuartal I 2026 ini menunjukkan bahwa perdagangan pasar fisik emas secara digital di Bursa Berjangka makin diminati masyarakat,” kata Direktur ICDX Nursalam, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 17 April 2026. “Dengan melihat tren yang ada di kuartal I 2026, kami optimis sampai akhir tahun transaksi akan tumbuh positif,” ujar dia.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Meski demikian, ia mengatakan ICDX meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap berbagai penawaran perdagangan emas digital yang ada di media sosial. Ke depan, ICDX akan terus berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, termasuk Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), untuk meningkatkan transaksi dengan terus menyosialisasikan ekosistem ini.
Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya menambahkan akan selalu memastikan soal keberadaan emas fisik yang diperdagangkan dalam ekosistem perdagangan pasar fisik emas digital selama berjalan di Indonesia. Hal itu merupakan upaya untuk memastikan perlindungan terhadap masyarakat.
Dalam ekosistem itu, lanjutnya, Bappebti sebagai regulator mengawasi bursa sebagai tempat perdagangan, lembaga kliring untuk penjaminan dan penyelesaian transaksi, serta lembaga depository yang berfungsi menyimpan emas fisik yang diperdagangkan.
Termasuk juga pedagang dan perantara perdagangan emas fisik digital sebagai penyelenggara yang memfasilitasi atau menyalurkan amanat transaksi masyarakat. “Harapannya, ekosistem ini akan terus tumbuh dan menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat untuk berinvestasi,” kata Tirta.
Ihwal pasar fisik emas secara digital, data Bappebti pada 2025 mencatatkan total investor di ekosistem tersebut mencapai 18,7 juta nasabah. Melihat dari sisi kelompok usia, investor kalangan muda mendominasi sebanyak 36,3 persen di rentang usia 25 – 34 tahun dan 32,6 persen di rentang usia 18-24 tahun.
Mengacu latar belakang profesi, kalangan mahasiswa atau pelajar mendominasi dengan total persentase 35,1 persen. Selanjutnya, 94,9 persen melakukan transaksi di bawah 1 gram, dan sebanyak 92,6 persen melakukan transaksi dengan nilai di bawah Rp 1 juta.





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/755908/original/073849700_1414158415-x6.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3922271/original/043865300_1643824060-Ilustrasi_bulan_Rajab_1.jpeg)