Kenapa Tak Dibenarkan Buka Jalur Pendakian Mandiri di Merapi

6 hours ago 2

VIRAL di media sosial konten aktivitas pembukaan jalur pendakian ke Gunung Merapi secara mandiri oleh warga di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah awal pekan ini. Konten video tersebut telah memicu perhatian publik secara luas hingga ditonton ratusan ribu kali.

Menanggapi maraknya ajakan serta aksi pembukaan jalur sepihak tersebut, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menyatakan bahwa seluruh kegiatan pendakian masih dilarang total hingga hari ini. "Kegiatan pendakian Gunung Merapi tidak direkomendasikan sejak 22 Mei 2018 hingga saat ini," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi Tutut Heri Wibowo, Selasa, 30 Juni 2026. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Hingga saat ini pula, sejak 5 November 2020, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi masih aktif erupsi dengan status level III atau Siaga. Sehingga, pelarangan pendakian belum dicabut demi keselamatan bersama. "BPPTKG telah mengeluarkan rekomendasi ketat yang wajib dipatuhi," kata Tutut.

Rekomendasi pertama menetapkan bahwa aktivitas pendakian Gunung Merapi untuk sementara waktu tidak direkomendasikan sama sekali. Kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan langsung dengan upaya mitigasi bencana. 

Selain itu, kawasan dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi harus benar-benar dikosongkan dari segala bentuk aktivitas penduduk tanpa terkecuali. Masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana III juga diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap pergerakan aktivitas vulkanik Gunung Merapi. 

Rekomendasi-rekomendasi itu, Tutut menegaskan, masih berlaku seluruhnya hingga saat ini karena belum ada perubahan aktivitas gunung yang signifikan. "Pemerintah daerah setempat juga direkomendasikan untuk terus aktif mensosialisasikan kondisi terkini Gunung Merapi kepada seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

Rekomendasi, kata Tutut, didukung oleh laporan aktivitas Gunung Merapi terkini untuk periode 19 sampai 25 Juni 2026 yang dikeluarkan oleh BPPTKG pada 26 Juni 2026. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi saat ini masih tergolong cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif, sehingga statusnya tetap bertahan dalam tingkat Siaga. 

Data pemantauan terbaru menunjukkan bahwa suplai magma di dalam tubuh gunung masih terus berlangsung, di mana kondisi ini sangat rawan memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Ancaman bahaya yang mengintai saat ini berupa guguran lava dan awan panas yang mengarah pada sektor selatan-barat daya serta tenggara. Wilayah tersebut meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer dari puncak, serta aliran Sungai Bedog, Sungai Krasak, dan Sungai Bebeng dengan jarak luncuran maksimal sejauh 7 kilometer.

Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi aliran Sungai Woro dengan jarak maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer. Tidak hanya itu, apabila terjadi letusan eksplosif secara tiba-tiba, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari arah puncak.

Bahaya awan panas guguran dan letusan eksplosif itu nyata sangat mengancam jalur pendakian konvensional, salah satunya adalah jalur pendakian Gunung Merapi via New Selo hingga ke puncak. Jalur ini melewati titik-titik rawan mulai dari pintu gerbang sejauh 2,3 kilometer, Pos I sejauh 1 kilometer, Pos II sejauh 1 kilometer, hingga kawasan Pasar Bubrah sepanjang 0,7 kilometer. "Seluruh lintasan tersebut sangat membahayakan keselamatan para pendaki," kata Tutut.

Meskipun demikian, Balai Taman Nasional Gunung Merapi menginformasikan bahwa masyarakat masih bisa menikmati beberapa jalur wisata atau soft trekking yang relatif aman. Contohnya di Objek Wisata Alam Kalitalang yang posisinya berada pada radius 3,3 kilometer dari Pos IV selaku pos terakhir.

Tutut menegaskan bahwa aturan ini dibuat demi kebaikan bersama dan meminta masyarakat menghentikan aksi spekulatif membuka jalur sendiri. "Berkenaan dengan hal-hal tersebut di atas, pendakian Gunung Merapi sampai dengan saat ini masih ditutup hingga batas waktu yang tidak dapat ditentukan," kata dia.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |