Jadwal Imsakiyah Ramadan Kota Surabaya 16 Maret 2026, Jangan Lupa Bayar Zakat Fitrah di Waktu Terbaik Ini

5 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Jadwal imsakiyah menjadi rujukan harian bagi umat Islam selama menjalankan ibadah puasa Ramadan. Melalui susunan waktu ini, masyarakat dapat mengetahui kapan imsak tiba sebagai penanda berakhirnya sahur, serta waktu Magrib yang menandai saat berbuka puasa.

Bagi warga Surabaya, informasi jadwal imsakiyah pada 16 Maret 2026 bisa membantu mengatur aktivitas ibadah sepanjang hari. Mulai dari waktu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, hingga Isya, seluruhnya tercantum dalam jadwal tersebut. Melaui ini, kegiatan ibadah rutin juga bisa tersusun dengan baik jika ingin diisi sembari menunggu waktu salat hingga malam tiba.

Berikut jadwal imsakiyah lengkap Kota Surabaya untuk tanggal 16 Maret 2026 yang dapat dijadikan pedoman selama menjalankan puasa Ramadan, dihadirkan Liputan6, selengkapnya.   

Jadwal Imsakiyah Ramadan Kota Surabaya 16 Maret 2026

Jadwal imsakiyah untuk Kota Surabaya pada 16 Maret 2026, yang bertepatan dengan 26 Ramadan 1447 Hijriah, menjadi pedoman penting bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Mengacu edaran resmi yang dikeluarkan Kementerian Agama RI, pada tanggal tersebut, waktu Imsak ditetapkan pada pukul 04:09 WIB, diikuti oleh waktu Subuh pada pukul 04:19 WIB, dan Terbit pada pukul 05:30 WIB.

Waktu Dhuha pada 16 Maret 2026 adalah pukul 05:58 WIB, dan Dzuhur pada pukul 11:41 WIB. Selanjutnya, waktu Ashar jatuh pada pukul 14:50 WIB, Maghrib pada pukul 17:45 WIB, dan Isya pada pukul 18:54 WIB. Dengan memperhatikan jadwal ini, umat Islam dapat mempersiapkan diri untuk sahur dan berbuka puasa dengan lebih baik. Ketepatan waktu dalam menjalankan ibadah sangat penting untuk kesempurnaan puasa. Berikut jadwal lengkapnya:

  • Imsak: 04:09
  • Subuh: 04:19
  • Terbit: 05:30
  • Dhuha: 05:58
  • Dzuhur: 11:41
  • Ashar: 14:50
  • Maghrib: 17:45
  • Isya: 18:54

Jangan Sia-siakan Pahala 10 Malam Terakhir Ramadan

Sepuluh malam terakhir Ramadan adalah waktu yang memiliki keutamaan bagi umat Islam. Pada malam-malam ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amalan baik. Salah satu malam yang sangat dinanti adalah Lailatul Qadar, malam yang memiliki nilai lebih baik dari seribu bulan.

Dalam Al-Qur'an Surah Al-Qadr, Allah SWT berfirman:

"إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ"

Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr(i). Wa mā adrāka mā lailatul-qadr(i). Lailatul-qadri khairum min alfi syahr(in).

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar. Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu? Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 1-3).

Amalan yang dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan meliputi shalat malam (qiyamul lail), membaca Al-Qur'an, memperbanyak doa, beriktikaf di masjid, serta bersedekah. Rasulullah SAW memberikan contoh dengan meningkatkan kesungguhan ibadah pada sepuluh malam terakhir dibandingkan malam-malam lainnya. Oleh karena itu, umat Islam sebaiknya memanfaatkan waktu ini untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Malam-malam terakhir Ramadan adalah kesempatan untuk meraih keberkahan dan ampunan. Umat Islam diajak untuk merenungkan amal perbuatan selama bulan suci ini dan berusaha untuk memperbaiki diri. Dengan meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir, diharapkan setiap Muslim dapat meraih pahala yang berlipat ganda.

Jangan Lupa Membayar Zakat Fitrah

Pembayaran zakat fitrah seringkali terlupakan oleh sebagian umat Islam. Aktivitas pekerjaan yang padat dan persiapan mudik Lebaran dapat mengalihkan perhatian dari penunaian ibadah ini. Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, sebagai penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Menunda pembayaran zakat fitrah dapat mengurangi nilai ibadah tersebut.

Kesibukan menjelang Hari Raya Idul Fitri, seperti menyelesaikan pekerjaan atau melakukan perjalanan pulang kampung, dapat menyebabkan penundaan pembayaran zakat fitrah. Padahal, zakat fitrah memiliki batas waktu pembayaran yang telah ditentukan. Oleh karena itu, umat Islam sebaiknya tidak melupakan kewajiban ini dan memastikan bahwa zakat fitrah dibayarkan tepat waktu.

Zakat fitrah memiliki tujuan sosial, yaitu memastikan fakir miskin dapat merasakan kebahagiaan Idul Fitri. Dengan zakat yang diterima sebelum shalat Id, mereka dapat memenuhi kebutuhan pokok dan merayakan hari raya. Pembayaran zakat fitrah pada waktu yang tepat sangat penting untuk membantu mereka yang membutuhkan.

10 Malam Terakhir Ramadan Waktu Terbaik Membayar Zakat Fitrah

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi waktu yang dianjurkan untuk menunaikan zakat fitrah. Pada periode ini, banyak masyarakat mulai menyalurkan zakat mereka. Waktu utama pembayaran zakat fitrah adalah setelah terbit fajar pada hari Idul Fitri hingga sebelum pelaksanaan shalat Id. Oleh karena itu, umat Islam sebaiknya memanfaatkan waktu ini untuk menunaikan kewajiban zakat fitrah.

Masjid-masjid di lingkungan sekitar berperan dalam mengumumkan ajakan pembayaran zakat fitrah. Pengurus masjid seringkali membentuk panitia khusus untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Dengan adanya pengumuman ini, masyarakat diharapkan lebih sadar akan pentingnya membayar zakat fitrah tepat waktu.

Pembayaran zakat fitrah pada sepuluh malam terakhir Ramadan juga memberikan kesempatan bagi panitia zakat untuk mengelola dan mendistribusikan dana secara efektif sebelum hari raya. Hal ini membantu fakir miskin menerima bantuan tepat waktu, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri menyambut Idul Fitri dengan layak.

10 Malam Terakhir Ramadan Jelang Lebaran Jadi Momen Refleksi Sebelum Hari Raya

Sepuluh malam terakhir Ramadan, yang berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri, merupakan momen untuk melakukan refleksi diri. Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan, umat Islam diajak untuk mengevaluasi amal perbuatan dan memperbaiki hati. Refleksi ini menjadi cara untuk memastikan bahwa bulan suci Ramadan membawa perubahan positif dalam kehidupan.

Introspeksi diri pada periode ini melibatkan perenungan terhadap tindakan dan niat selama Ramadan. Pertanyaan mengenai kualitas ibadah dan interaksi sosial dapat membantu seseorang memahami perkembangan spiritualnya. Momen tenang, seperti saat sahur atau menjelang berbuka, dapat dimanfaatkan untuk merenungkan apa yang telah dilakukan dan apa yang ingin dicapai di masa depan.

Refleksi di akhir Ramadan juga menumbuhkan kesadaran bahwa bulan suci ini adalah kesempatan istimewa yang belum tentu dapat dirasakan kembali. Oleh karena itu, memanfaatkan waktu ini untuk muhasabah diri dan memperbarui niat menjadi penting sebelum menyambut hari kemenangan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Kapan waktu yang dianjurkan untuk membayar zakat fitrah?

A: Waktu yang dianjurkan untuk membayar zakat fitrah adalah setelah terbit fajar pada hari Idul Fitri hingga sebelum pelaksanaan shalat Id.

Q: Mengapa zakat fitrah harus dibayarkan sebelum shalat Idul Fitri?

A: Zakat fitrah harus dibayarkan sebelum shalat Idul Fitri agar fakir miskin dapat merasakan kebahagiaan hari raya dan memenuhi kebutuhan pokok mereka.

Q: Apa saja amalan yang dianjurkan pada 10 malam terakhir Ramadan?

A: Amalan yang dianjurkan pada 10 malam terakhir Ramadan meliputi shalat malam, membaca Al-Qur'an, memperbanyak doa, dan bersedekah.

Q: Apa keutamaan Lailatul Qadar?

A: Lailatul Qadar adalah malam yang memiliki nilai lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Qadr.

Q: Bagaimana peran masjid dalam pengelolaan zakat fitrah?

A: Masjid berperan sebagai pusat pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah, membantu memastikan dana zakat tersalurkan kepada yang berhak.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |