Kepala Daerah Jadi Sasaran Hoaks, Simak Daftarnya

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Kepala daerah tidak lupu dari sasaran isu yang dibagikan pun beragam mulai dari pembagian bantuan sampai promosi judi online. Keberadaan berita bohong ini harus diwaspadai, sebab dapat menimbulkan kerugian.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah mengungkap sejumlah hoaks yang mencatut kepala daerah, Sebagian hoaks menggunakan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI)  deepfake untuk memanipulasi video dan suara pejabat, sehingga terlihat sangat meyakinkan. 

Kondisi ini membuat masyarakat sulit membedakan informasi yang benar dan salah, sehingga rentan terkecoh oleh informasi yang salah. Untuk memudahkan mengenali hoaks yang beredar, simak daftar berikut ini.

Gubernur Sherly Tjoanda Berbagi Dana Bantuan Rp 20 Juta

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim sertifikat kepolisian bahwa Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda Laos berbagi dana bantuan Rp 20 juta kepada masyarakat yang membutuhkan. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 1 Juni 2026.

Berikut isi unggahannya:

"SERTIFIKAT

SURAT IZIN RESMI KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA

nomor: Oll/POLRI/014/VII, 2026

saya atas nama SHERLY TJOANDA LAOS, ingin berbagi kepada masyarakat yang benar - benar membutuhkan dengan nilai Rp20.000.000 (DUA PULUH JUTA). dan saya berjanji kepada masyarakat bahwasanya dana bantuan ini tanpa dipungut biaya atau pajak (GRATIS). apabila masyarakat membutuhkan dana bantuan ini silakan hubungi Messenger atau dm saya.

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Penyelenggara

(Sherly Joanda Laos)

Polda metro jaya

(Irjend. M. fadil imran"

Caption dalam postingan berupa tulisan sebagai berikut:

"Spesial buat bapak dan ibu yang benar benar membutuhkan"

Postingan menyertakan link kirim pesan.

Lalu benarkah klaim Sherly Tjoanda Laos berbagi dana bantuan Rp 20 juta kepada masyarakat yang membutuhkan? Simak dalam artikel berikut ini...

Artikel Gubernur Riau Abdul Wahid Minta KPK Periksa Jokowi karena Terima Uang Suap Rp 18 Miliar

Beredar di media sosial postingan artikel Gubernur Riau Abdul Wahid meminta KPK memeriksa Jokowi karena terima uang suap Rp 18 miliar. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 7 November 2025.

Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel dari Gelora News berjudul:

"Gubernur Riau Abdul Wahid Meminta Kepada KPK Periksa Joko Widodo Beliau Banyak Menerima Uang Suap Dari Saya 18 Miliar Saya Punya Cek Transferannya"

Akun itu menambahkan narasi:

"NYEBUT MULDONGO JUGA"

Lalu benarkah postingan artikel Gubernur Riau Abdul Wahid meminta KPK memeriksa Jokowi karena terima uang suap Rp 18 miliar? Simak dalam artikel berikut ini...

 Video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Promosi Situs Judol

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempromosikan situs judol tertentu. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 1 April 2026.

Dalam unggahannya terdapat video Dedi Mulyadi sedang di dalam mobil dengan narasi sebagai berikut:

"Sebelumnya ramai di sosmed yang menyatakan bahwa situs XXX sudah resmi. Hal itu saya tegaskan kembali benar adanya ya.

Daripada kita mempersulit situs game online lebih baik kita pilih mana yang terbaik dan kita resmikan. Karena situs XXX yang paling banyak memberikan skater dan perkalian kepada masyarakat dan sudah pasti member pada WD.

Sebelumnya di Jakarta tahun 57 juga pernah diresmikan dan sangat membantu perekonomian daerah. Jadi sekarang saya tegaskan lagi jika situs yang resmi hanya situs XXX dan sudah terbukti yang terbaik di antara yang lain.

Jadi jika mau main game online jangan di tempat lain ya."

Akun itu menambahkan narasi:

"Daftar segera, rekomendasi KDM"

Lalu benarkah postingan video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempromosikan situs judol tertentu? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email [email protected].

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |