CANTIKA.COM, Jakarta - Perjalanan Nikita Willy sebagai seorang ibu tidak hanya menarik dari sisi kehidupan pribadinya, tetapi juga dari cara ia membesarkan anak. Bersama sang suami, Indra Priawan, Nikita mengungkap bahwa pola asuh yang mereka jalani adalah authoritative parenting yakni gaya parenting otoritatif yang mengedepankan keseimbangan antara kasih sayang dan ketegasan.
Dalam pernyataannya, Nikita menekankan bahwa anak lahir dalam kondisi “bersih” dan orang tua berperan besar dalam membentuk karakter mereka. "Karena itu, kami percaya bahwa orang tua harus menjadi contoh nyata, bukan sekadar pemberi instruksi," ucap Nikita dalam siniar Daging Talk.
Menurut Nikita, anak akan lebih mudah meniru daripada mendengar. Apa yang dilakukan orang tua sehari-hari akan menjadi referensi utama bagi anak dalam berperilaku.
Pandangan ini selaras dengan teori social learning dari psikolog Albert Bandura, yang menyebut bahwa anak belajar melalui observasi dan imitasi terhadap figur di sekitarnya, terutama orang tua.
Apa itu gaya parenting otoritatif? Authoritative parenting pertama kali diperkenalkan oleh psikolog perkembangan Diana Baumrind. Dalam penelitiannya, Baumrind membagi pola asuh menjadi beberapa tipe, salah satunya adalah gaya autoritatif yang dianggap paling seimbang.
Menurut American Psychological Association dan juga penjelasan dari Cleveland Clinic, parenting autoritatif memiliki karakteristik utama:
- Tinggi dalam kehangatan (responsiveness)
- Tinggi dalam kontrol atau aturan (demandingness)
- Mengedepankan komunikasi dua arah
- Memberikan alasan di balik setiap aturan
Gaya parenting ini terbukti dapat membantu anak tumbuh lebih mandiri, percaya diri, dan memiliki kontrol emosi yang baik.Dari cerita yang dibagikan, terlihat jelas bagaimana Nikita dan Indra menerapkan pola ini dalam keseharian:
1. Responsif terhadap emosi anak
Saat anak tantrum, mereka tidak langsung memarahi. Sebaliknya, mereka mencoba memahami penyebabnya, memeluk, dan menenangkan terlebih dahulu.
2. Tetap tegas pada aturan
Meskipun hangat, mereka tidak membiarkan anak bertindak semaunya. Jika aturan dilanggar, mereka tetap bersikap tegas.
3. Memberikan alasan saat menegur
Menurut Nikita, anak tidak akan trauma jika dimarahi dengan alasan yang jelas. Hal ini juga didukung oleh penelitian dalam jurnal Journal of Child Development yang menyebut bahwa disiplin berbasis penjelasan membantu anak memahami konsekuensi perilaku.
4. Tidak meluapkan emosi pribadi ke anak
Ia menegaskan pentingnya membedakan antara mendisiplinkan anak dan melampiaskan emosi pribadi—hal yang sering menjadi sumber trauma pada anak.
5. Menyesuaikan pendekatan dengan karakter anak
Pendekatan yang fleksibel sesuai karakter anak juga menjadi bagian penting. Hal ini sejalan dengan rekomendasi dari American Academy of Pediatrics yang menyarankan orang tua untuk memahami temperamen unik setiap anak.
6. Membangun kedekatan emosional
Kedekatan emosional menjadi fondasi utama. Anak yang merasa dicintai dan dihargai cenderung lebih kooperatif dan mudah diarahkan.
Gentle Parenting Bukan Berarti Tanpa Batas
Nikita juga menyoroti kesalahpahaman tentang gentle parenting yang sering dianggap terlalu permisif. Ia menegaskan bahwa kelembutan tetap harus diimbangi dengan aturan yang jelas.
Pandangan ini juga didukung oleh Harvard Center on the Developing Child yang menekankan bahwa anak membutuhkan kombinasi supportive relationship dan structured environment untuk berkembang optimal.
Gaya parenting autoritatif yang diterapkan Nikita Willy menunjukkan bahwa pola asuh terbaik bukanlah yang terlalu keras atau terlalu bebas, melainkan yang seimbang. Dengan menjadi contoh, membangun komunikasi, serta tetap tegas pada nilai dan aturan, orang tua dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara emosional dan sosial.
ECKA PRAMITA | APA | AAP | CLEVELAND CLINIC | SINIAR DAGING TALK
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456521/original/033087800_1766898100-Gemini_Generated_Image_xyevcgxyevcgxyev_2.png)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473950/original/097282500_1768462587-Gemini_Generated_Image_yjoojkyjoojkyjoo.png)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158657/original/067229400_1741665557-kata-mutiara-pagi-hari-islami.jpg)