Menlu Italia Dorong Cina Perkuat Peran Atasi Konflik Ukraina

3 hours ago 4

MENTERI Luar Negeri Italia Antonio Tajani mendesak Cina untuk meningkatkan upaya dalam membantu mengakhiri perang di Ukraina serta menggunakan pengaruhnya terhadap Rusia guna mendorong negosiasi yang serius.

Dalam wawancara dengan harian Italia Il Giornale saat kunjungannya ke Beijing, sebagaimana laporan Anadolu, Jumat 17 April 2026, Tajani menyampaikan bahwa ia telah secara langsung mengangkat isu tersebut kepada Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi, dengan menekankan perlunya peran Cina yang lebih kuat dalam mendukung perdamaian dan stabilitas di Ukraina. “Saya secara eksplisit meminta Menteri Luar Negeri Wang Yi untuk secara kuat mendukung upaya Beijing dalam membawa perdamaian dan stabilitas ke Ukraina. Saya berharap Cina dapat berbuat lebih banyak untuk meyakinkan Presiden Rusia Vladimir Putin agar bernegosiasi secara serius,” kata Tajani.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Antonio tiba di Beijing, Kamis 16 April 2026 sebagai bagian awal kunjungannya ke Cina, yang akan berlanjut ke Shanghai pada Jumat 17 April 2026.

Ia juga menyoroti ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk Iran, Selat Hormuz, dan Libanon, dengan menyatakan bahwa gencatan senjata sementara dapat membantu membuka jalan menuju pengaturan perdamaian yang lebih luas. “Untuk mengakhiri perang-perang ini, kita harus terlebih dahulu mengonsolidasikan gencatan senjata yang dapat mengarah pada kondisi perdamaian yang lebih stabil,” ujarnya.

Ia pun menambahkan bahwa usulan gencatan senjata selama 10 hari di Lebanon merupakan cara yang tepat untuk memulai kembali di Timur Tengah.

Terkait Iran, Tajani menyampaikan harapan yang berhati-hati terhadap tercapainya kesepahaman jangka panjang antara Washington dan Teheran, sambil memperingatkan dampak ekonomi dari ketidakstabilan yang berkelanjutan, khususnya terhadap pasar energi dan pertanian.

“Saya berharap ini dapat bertahan, demi keselamatan banyak warga sipil yang tidak bersalah dan pemulihan ekonomi global. Kita membayar harga yang sangat mahal,” katanya.

Menteri tersebut juga kembali menegaskan dukungan terhadap integrasi pertahanan Eropa dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), serta menepis spekulasi mengenai penarikan besar-besaran pasukan Amerika Serikat dari Eropa sebagai sesuatu yang tidak realistis.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |