Ragam Hoaks BPJS Kesehatan, dari Peralihan Kepesertaan hingga Pemutihan Denda Iuran

8 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Informasi hoaks yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan kembali beredar di media sosial. Salah satu yang marak beredar adalah peralihan kepesertaan misalnya dari BPJS Mandiri ke BPJS Gratis.

Hoaks ini menyertakan link pendaftaran yang bila diklik akan mengarah pada halaman situs berisi permintaan data pribadi. BPJS Kesehatan pun meminta masyarakat mewaspadai penipuan yang mencatut nama pihaknya.

Berikut sejumlah hoaks yang mencatut BPJS Kesehatan dan telah diverifikasi kebenarannya:

1. Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Peralihan BPJS Mandiri ke Gratis

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran peralihan BPJS Mandiri ke BPJS Gratis. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook sejak 5 Mei 2026.

Berikut isi unggahannya:

"Saatnya Beralih Dari BPJS Mandiri Ke BPJS Gratis

Daftar disini tanpa bayar tunggakan, program pemerintah semua BPJS gratis. Untuk pendaftaran dan verifikasi silahkan klik Daftar👇👇👇"

Unggahan menyertakan menu link pendaftaran. Ketika menu tersebut diklik, akan mengarah pada halaman situs tertentu. Situs ini meminta identitas, seperti nama lengkap sesuai hingga nomor Telegram.

Benarkah klaim link pendaftaran peralihan BPJS Mandiri ke BPJS Gratis? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran pemutihan denda iuran BPJS Kesehatan 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 19 Februari 2026.

Berikut isi unggahannya:

"PEMUTIHAN DENDA IURAN BPJS KESEHATAN TELAH DIBERLAKUKAN!

Kabar baik untuk masyarakat!Pemerintah memberikan pemutihan denda pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi peserta yang menunggak.

👉 Tanpa denda keterlambatan

👉 Kesempatan mengaktifkan kembali BPJS Kesehatan

👉 Lebih ringan dan mudahMari segera manfaatkan program ini dan aktifkan kembali BPJS Kesehatan Anda demi perlindungan kesehatan diri dan keluarga.

💚 Jangan tunda lagi, kesehatan adalah investasi utama!

LINK PENDAFTARAN"

Unggahan disertai menu daftar. Saat menu tersebut diklik, mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta identitas pribadi seperti nama sesuai KTP hingga nomor Telegram aktif.

Lalu benarkah klaim link pendaftaran pemutihan denda iuran BPJS Kesehatan 2026? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran untuk mengaktifkan kembali BPI BPJS Kesehatan yang sebelumnya dinonaktifkan pemerintah. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Februari 2026.

Berikut isi unggahannya:

"Di buka Pendaftaran secara ONLINE untuk pengaktifan BPJS kembali 'BURUAN DAFTAR' sebelum di tutup"

Unggahan menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:

"Gawat!! Banyak Peserta BPI BPJS Non-Aktif

Program Pemutihan BPJS Kesehatan 2026 DAFTAR Agar Tunggakan DIHAPUS

DAFTAR DAN AKTIFKAN BPJS KESEHATAN TAHUN 2026 DAN TERIMA BANTUAN SENILAI Rp.600.000

KLIK DAFTAR Pendaftaran ONLINE"

Unggahan turut menyertakan menu pendaftaran. Saat menu pendaftaran diklik, mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital dan meminta sejumlah data pribadi, seperti nama sesuai KTP hingga nomor Telegram.

Lalu benarkah klaim link pendaftaran untuk mengaktifkan kembali BPI BPJS Kesehatan? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email [email protected].

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |