Senat Filipina Gelar Sidang Pemakzulan Wapres Sara Duterte

5 hours ago 2

SENAT Filipina pada Senin 6 Juli 2026 resmi menggelar sidang pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte. Sidang ini dapat berujung pada pencopotannya dari jabatan dan mengakhiri upayanya mencalonkan diri sebagai presiden.

Dalam proses tersebut, Senat akan membahas sejumlah tuduhan yang didakwakan kepada Duterte. Seperti dilansir Antara, dakwaannya antara lain penyalahgunaan anggaran publik, ancaman pembunuhan kepada Presiden Ferdinand Marcos Jr., dan memiliki kekayaan yang tidak dapat dijelaskan asal-usulnya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sidang tersebut digelar setelah DPR Filipina pada Mei lalu setuju memakzulkan Duterte untuk kedua kalinya, menyusul gagalnya upaya pemakzulan pertama tahun lalu akibat kesalahan prosedur.

Sara Duterte dinilai merupakan salah satu bakal calon kuat dalam pemilu presiden Filipina pada 2028. Adapun karena Presiden Filipina hanya dapat menjabat untuk satu kali masa jabat enam tahun, Ferdinand Marcos Jr. tak bisa mencalonkan diri lagi.

Duterte, putri mantan Presiden Rodrigo Duterte, menolak keras tuduhan yang dilayangkan kepadanya dan menyebut proses pemakzulan yang berjalan "bermuatan politis". Ia pun tidak menghadiri sidang Senat pada Senin, meski tetap diwakili tim penasihat hukumnya.

Menurut konstitusi Filipina, dua per tiga dari seluruh 24 anggota Senat, setara dengan 16 suara, diperlukan agar pemakzulan dapat disahkan.

Namun, penahanan dan ketidakhadiran senator pro-Duterte memicu spekulasi terkait apakah ambang batas tersebut dapat diturunkan.

Seorang senator sekutu Duterte kini menghindar dari kejaran otoritas setelah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan perintah penahanan terhadapnya atas tuduhan berkonspirasi melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Perintah penahanan ICC tersebut dikeluarkan terkait operasi anti-narkoba Rodrigo Duterte yang dilaporkan hingga menewaskan ribuan orang pada periode 2011--2019.

Marcos dan Sara Duterte maju sebagai pasangan calon dalam pemilu presiden 2022. Namun, hubungan keduanya merenggang setelah menang pemilu.

Hubungan mereka semakin buruk setelah pemerintahan Marcos pada Maret 2025 memutuskan menyerahkan Rodrigo Duterte kepada ICC di Den Haag atas pembunuhan yang terjadi selama operasi anti-narkobanya.

Terlebih lagi, dalam sebuah konferensi pers daring pada November 2024, Sara Duterte mengatakan telah meminta seorang pembunuh bayaran agar membunuh Marcos, istrinya, serta sepupunya, Martin Romualdez yang merupakan Ketua DPR Filipina, apabila dirinya dibunuh.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |