Setelah Sindir Anthropic, OpenAI Batasi Akses GPT-5.5 Cyber

1 day ago 2

PERUSAHAAN teknologi OpenAI mengonfirmasi akan membatasi akses alat keamanan sibernya, Cyber, meski sebelumnya sempat mengkritik langkah serupa yang dilakukan Anthropic terhadap Mythos.

CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya menyindir Anthropic karena hanya membuka akses Mythos kepada pengguna tertentu. Namun, dalam unggahan di platform X pada Kamis pekan lalu, ia menyatakan OpenAI akan mengambil pendekatan yang sama.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Altman mengatakan OpenAI akan mulai meluncurkan GPT-5.5 Cyber kepada para pembela siber kritis dalam beberapa hari ke depan. Ia juga menyebutkan perusahaan membuka pendaftaran melalui situs resmi, di mana calon pengguna harus mengirimkan kredensial dan rencana penggunaan untuk mendapatkan akses.

Cyber dirancang sebagai perangkat bantu keamanan yang mampu melakukan uji penetrasi, identifikasi dan eksploitasi kerentanan, serta rekayasa balik malware. Alat ini ditujukan untuk membantu perusahaan menemukan celah dan menguji sistem pertahanan, namun memicu kekhawatiran karena berpotensi disalahgunakan.

Sebelumnya, saat Anthropic membatasi akses Mythos, Altman menyebut langkah itu sebagai taktik pemasaran berbasis ketakutan. Sejumlah pengamat juga menilai pendekatan tersebut berlebihan, meski laporan menyebut kelompok tak berwenang sempat memperoleh akses ke Mythos.

OpenAI menyatakan tengah berupaya memperluas akses Cyber dengan berkonsultasi dengan pemerintah Amerika Serikat serta mengidentifikasi lebih banyak pengguna dengan kredensial keamanan siber yang sah.

Juru bicara perusahaan mengatakan bahwa sistem verifikasi mereka, Trusted Access for Cyber (TAC), telah menjangkau “ribuan pembela terverifikasi dan ratusan tim yang bertanggung jawab melindungi perangkat lunak penting,” menurut laporan TechCrunch, 30 April 2026. Pengguna terverifikasi tersebut dapat menggunakan model terbaru untuk tugas keamanan siber dengan hambatan pengamanan yang lebih rendah.

Program TAC disebut bersifat bertingkat. “Para pembela kritis dengan kasus penggunaan defensif yang sah dapat mengajukan akses ke model yang lebih permisif terhadap aktivitas siber seperti GPT 5.4-Cyber, serta GPT 5.5-Cyber yang akan datang, melalui program ini,” ujar juru bicara tersebut.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |