Liputan6.com, Jakarta - Scam, sebuah istilah yang semakin akrab di telinga masyarakat digital, merujuk pada skema penipuan atau tipuan yang dirancang khusus untuk mengelabui individu atau kelompok. Tujuannya tidak lain adalah mendapatkan keuntungan, umumnya berupa uang, setelah berhasil membangun kepercayaan korban. Modus kejahatan ini memanfaatkan berbagai karakteristik manusia seperti kredulitas, kenaifan, belas kasihan, kesombongan, bahkan keserakahan, menjadikannya ancaman serius di era digital saat ini.
Dalam konteks modern, penipuan seringkali terjadi secara daring, dikenal sebagai penipuan online. Ini adalah penggunaan layanan internet atau perangkat lunak dengan akses internet untuk menipu atau mengambil keuntungan dari korban. Salah satu dampak paling merugikan adalah pencurian informasi pribadi yang berujung pada pencurian identitas, sebuah kejahatan siber yang terus berkembang.
Memahami definisi, taktik yang digunakan penipu, serta jenis-jenis scam yang marak adalah langkah krusial. Dengan pengetahuan yang memadai, setiap individu dapat membentengi diri dari risiko menjadi korban dan menjaga keamanan aset digital serta finansial mereka. Artikel ini akan mengupas tuntas seluk-beluk scam dan cara menghindarinya.
Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Scam
Secara umum, scam didefinisikan sebagai skema penipuan yang bertujuan untuk menipu seseorang demi mendapatkan sesuatu, terutama uang. Ini adalah tindakan tidak jujur atau ilegal yang melibatkan penipuan untuk keuntungan pribadi. Intinya, scam adalah upaya untuk menipu seseorang atau kelompok setelah berhasil mendapatkan kepercayaan mereka.
Penipuan ini sering mengeksploitasi berbagai kelemahan manusia. Karakteristik seperti keserakahan, ketidakjujuran, kesombongan, oportunisme, nafsu, belas kasihan, kredulitas, ketidakbertanggungjawaban, keputusasaan, dan kenaifan seringkali menjadi target utama para scammer. Mereka mempelajari psikologi korban untuk menemukan celah terbaik dalam melancarkan aksinya.
Khusus untuk penipuan online, ini adalah segala bentuk tindakan penipuan yang dilakukan melalui internet. Tujuannya adalah mencuri data pribadi, informasi keuangan, atau menipu korban untuk mendapatkan keuntungan finansial. Penipuan online termasuk dalam kategori kejahatan siber (cybercrime) karena memanfaatkan jaringan internet sebagai sarana utama tindak kejahatan.
Taktik Licik di Balik Modus Operandi Scam
Para scammer menggunakan beragam taktik manipulasi yang canggih untuk menipu korbannya, seringkali memadukan teknologi baru dengan trik lama yang telah terbukti efektif. Taktik ini dirancang untuk mengeksploitasi kerentanan manusia, seperti kesulitan finansial, ketakutan, dan kebingungan, agar korban bertindak tanpa berpikir panjang.
Salah satu taktik umum adalah menciptakan rasa urgensi dan tekanan. Scammer seringkali mengatakan hal-hal seperti, "akun Anda akan dikunci dalam 10 menit kecuali Anda bertindak sekarang," atau mengancam bahwa "rencana 401k Anda akan dibekukan." Mereka ingin korban panik dan bertindak impulsif sebelum sempat berpikir jernih. Mereka mungkin bahkan meminta korban untuk tidak menutup telepon agar tidak bisa memeriksa kebenaran cerita mereka.
Penyamaran sebagai pihak berwenang atau tepercaya juga sering digunakan. Penipu berpura-pura menjadi pejabat pemerintah, anggota keluarga, badan amal, atau perusahaan yang dikenal korban. Mereka bisa memalsukan (spoof) nomor telepon atau alamat email agar terlihat sah, misalnya mengaku dari dukungan teknis, bank, atau lembaga pemerintah.
Selain itu, penawaran yang terlalu menggiurkan adalah umpan yang efektif. Korban bisa terpikat dengan janji hadiah besar, kemenangan lotre, atau pekerjaan bergaji tinggi yang membutuhkan sedikit usaha. Ingatlah, jika suatu penawaran terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu adalah scam.
Metode pembayaran tertentu juga menjadi indikator. Scammer sering meminta pembayaran melalui kartu hadiah, transfer kawat, kartu prabayar, atau mata uang kripto karena metode ini sulit dilacak dan dana sulit dipulihkan. Organisasi yang sah tidak akan meminta Anda membayar dengan cara yang tidak dapat dilacak.
Eksploitasi emosi adalah kunci keberhasilan banyak scam. Scammer memanfaatkan ketakutan, kegembiraan, keserakahan, atau belas kasihan untuk mengesampingkan pemikiran logis korban. Mereka mungkin menceritakan kisah sedih atau mengumpulkan informasi dari media sosial untuk mempersonalisasi pendekatan mereka. Penipu juga sering meyakinkan korban untuk tidak berbagi detail permintaan atau transaksi dengan keluarga atau teman, karena orang terdekat mungkin akan mengungkap penipuan tersebut.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479723/original/091078300_1768987478-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-21T154930.154.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5431614/original/075141400_1764743019-IMG-20251203-WA0059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491253/original/099964900_1770089126-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T101949.831.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490341/original/060567300_1770008565-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T115755.173.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381933/original/039227200_1760522313-IMG_7964.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2393275/original/001184200_1540545780-20181026-Tes-CPNS-Jaksel-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489835/original/093910600_1769935832-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490184/original/028122100_1770001928-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T100842.045.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481448/original/077362300_1769133703-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T085901.782.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441148/original/064576600_1765454529-sekolah_rakyat_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4738083/original/043375700_1707378826-20240208-Barongsai_di_Ancol-MER_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4787472/original/021139400_1711610064-cek_fakta_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5229055/original/036165700_1747902982-Kejagung.jpg)





























