15 Amalan Ringan di Tanah Suci yang Pahalanya Luar Biasa Besar dan Hemat Tenaga

21 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Ibadah Haji atau Umrah adalah dambaan tiap muslim. Berada di Makkah dan Madinah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan ekspedisi spiritual yang sarat dengan limpahan rahmat dan pelipatgandaan pahala. Maka itu, sangat disayangkan jika jemaah tak melakukan amalan ringan di Tanah Suci yang pahalanya luar biasa besar.

Sayangnya, seringkali fokus utama jamaah hanya tertuju pada rangkaian ibadah rukun yang menguras tenaga secara fisik. Padahal, Allah SWT telah membentangkan berbagai amalan yang secara praktik sangat ringan, namun memiliki bobot timbangan pahala yang tak terhingga di akhirat kelak.

Merujuk Buku Manasik Haji dan Umroh Rosululloh, karya Imam Ghazali Said, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kemenag, Ebook Doa dan Dzikir Manasik Haji Kemenag, serta sumber relevan lainnya, berikut ini adalah 15 amalan ringan berpahala luar biasa besar yang patut dioptimalkan oleh setiap Dhuyufurrahman (tamu Allah). Simak selengkapnya.

1. Memandang Ka'bah dengan Penuh Takzim (Amalan Mata & Hati)

Tidak perlu mondar-mandir berdesakan; cukup duduk tenang di lantai atas atau pelataran Masjidil Haram sambil menatap Ka'bah. Dalam Manasik Haji dan Umroh Rosululloh (Imam Ghazali Said), disebutkan riwayat bahwa Allah menurunkan 120 rahmat setiap harinya ke Baitullah.

Sebanyak 20 rahmat secara eksklusif diberikan bagi mereka yang hanya duduk dan memandang Ka'bah dengan keimanan.

2. Melakukan Istilam dari Kejauhan (Pengganti Mencium Hajar Aswad)

Mencium Hajar Aswad memakan tenaga luar biasa dan berisiko fisik. Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kemenag sangat melarang jemaah memaksakan diri hingga membahayakan nyawa. Sebagai ganti yang sangat ringan, cukup lakukan Istilam—melambaikan telapak tangan kanan sejajar ke arah Hajar Aswad dari jauh, lalu mengecup tangan tersebut. Pahalanya tetap tercatat sempurna sebagai sunnah.

3. Meminum Air Zam-Zam dengan Niat Khusus (Amalan Duduk)

Meminum Zam-zam adalah amalan ringan pelepas dahaga yang sarat mukjizat. Mengutip Ebook Doa dan Dzikir Kemenag, Rasulullah SAW bersabda bahwa "Air Zam-zam itu sesuai dengan niat orang yang meminumnya". Sambil duduk beristirahat, berdoalah agar air tersebut menjadi perantara kesembuhan penyakit atau pelancar rezeki, lalu minumlah perlahan.

4. Menahan Lisan dari Berdebat (Meninggalkan Jidal)

Ini adalah "amalan pasif" terbaik. Merujuk pada Buku Tuntunan Kemenag dan rujukan QS Al-Baqarah: 197, syarat haji mabrur adalah tidak melakukan rafats (kata kotor), fusuq (maksiat), dan jidal (berdebat). Menahan mulut dari mengeluh, marah, atau berdebat dengan sesama jemaah—meskipun tubuh sedang diam—adalah jihad hati bernilai surgawi.

5. Duduk Berdzikir Menanti Waktu Isyraq

Setelah selesai melaksanakan shalat Subuh berjamaah, Anda tidak perlu langsung berjalan jauh ke hotel. Cukup duduk berdiam di dalam masjid (Masjidil Haram atau Nabawi) sambil berdzikir hingga matahari terbit (Syuruq). Setelah itu, dirikanlah shalat sunnah dua rakaat. Hadis meriwayatkan pahala amalan duduk santai ini setara dengan haji dan umrah yang sempurna.

6. Menebar Senyum dan Mengucapkan Salam

Menjaga akhlak dengan menebar senyum tulus kepada jemaah beda negara adalah amalan tak bersuara namun mengikat persaudaraan Islam. Mengucapkan "Assalamu'alaikum" kepada orang yang dikenal maupun tidak adalah bentuk sedekah termudah di Tanah Suci.

7. Membaca Doa "Sapu Jagat" Sambil Berjalan Santai

Di tengah putaran Thawaf yang menguras tenaga, ada satu momen ringan yang sangat mustajab. Ebook Doa dan Dzikir Kemenag memandu agar di lorong antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, lisan cukup melafalkan "Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar". Kalimat pendek ini merangkum permohonan kebaikan dunia-akhirat.

8. Memperbanyak Shalawat Nabi di Mana Pun Berada

Dalam buku Manasik Haji dan Umroh Rosululloh, Imam Ghazali Said banyak menekankan keutamaan Kota Madinah. Saat di Madinah (atau di mana saja di Tanah Suci), membasahi bibir dengan shalawat saat berbaring di kamar hotel, di atas bus, atau saat menunggu antrean, akan mendatangkan syafaat Rasulullah SAW.

9. Mendoakan Sesama Jemaah Secara Diam-Diam (Doa bil Ghaib)

Saat istirahat melepas lelah di pelataran masjid, pandanglah jemaah di sekitar Anda. Doakan mereka di dalam hati secara diam-diam agar ibadahnya mabrur atau rezekinya lancar. Doa untuk saudara tanpa sepengetahuan orangnya (bil ghaib) akan langsung diaminkan oleh malaikat yang mendoakan hal serupa untuk Anda (Inspirasi amalan persaudaraan BMM).

10. Mengagungkan Syiar Allah di Dalam Hati (Takzim)

Merujuk QS Al-Hajj: 32 mengenai pentingnya takwa dalam hati. Amalan ini 100% tanpa gerak. Saat melihat Ka'bah, melihat bukit Safa-Marwah, atau melihat makam Rasulullah, hadirkan rasa takjub, haru, dan kebesaran Allah di dalam dada. Menggetarkan hati dengan rasa pengagungan adalah ibadah batiniah tingkat tinggi.

11. Berdiam Diri Membaca Al-Qur'an (Tilawah)

Daripada menghabiskan waktu menunggu waktu shalat fardhu dengan mengobrol (yang berisiko jidal). Jemaah disarankan untuk duduk santai membuka mushaf Al-Qur'an. Membaca huruf demi huruf di Masjidil Haram pahalanya dilipatgandakan 100.000 kali dibanding di tanah air.

12. Menjaga Kebersihan dengan Memungut Sedikit Sampah

Menyingkirkan duri, memungut helai tisu bekas, atau gelas plastik kecil yang tercecer di lantai masjid dan memasukkannya ke tempat sampah. Ibadah sosial sederhana ini dinilai sebagai wujud kecintaan pada rumah Allah yang membersihkan diri dari sifat sombong.

13. Melanggengkan Istighfar dalam Setiap Helaan Napas

Kelelahan fisik bisa diakali dengan amalan verbal murni. Sembari menunggu lift hotel, mengantre toilet, atau duduk di kursi roda, ucapkan Astaghfirullahal 'Adzim. Ebook Doa dan Dzikir Kemenag selalu mengaitkan istighfar sebagai pembuka pintu kemudahan bagi setiap urusan jemaah di Tanah Suci.

14. Bersabar Saat Terdesak atau Terinjak (Melatih Keikhlasan)

Amalan ringan namun secara mental paling menantang adalah bersabar. Ketika kaki tidak sengaja terinjak jemaah asing saat thawaf, atau harus antre panjang saat mengambil air wudhu, menahan amarah dan memaafkan seketika merupakan amalan yang langsung dinilai dan dibalas oleh Allah SWT.

15. Membaca Kalimat Talbiyah/Dzikir di Dalam Hati (Sirr)

Jika fisik sudah terlampau lelah dan suara habis karena cuaca panas ekstrem, Ebook Doa dan Dzikir Kemenag tetap mendorong koneksi dengan Allah lewat dzikir Sirr (dalam hati). Meresapi makna "Labbaikallahumma labbaik" murni di dalam relung qalbu—tanpa bersuara, tanpa menggerakkan bibir—tetap terhitung sebagai rantai ibadah yang tiada putus.

Pertanyaan Umum tentang Topik

5 Amalan yang disukai Allah sederhana tapi penuh berkah dan jarang disadari?

5 Amalan sederhana yang disukai AllahSenyum tulus kepada sesama. Senyum bukan sekadar ekspresi wajah, melainkan sedekah yang paling mudah. ...Menjaga salat berjamaah. Salat berjamaah memiliki keutamaan yang sangat besar. ...3. Bersedekah dengan ikhlas, meskipun jumlah kecil. ...Menjaga wudhu. ...Mendoakan kebaikan untuk orang lain.

Amalan apa saja yang pahalanya sama seperti haji?

7 Amalan Berpahala Seperti HajiShalat Berjamaah di Masjid. ...Duduk di Masjid Setelah Shalat Subuh hingga Matahari Terbit. ...Niat yang Tulus untuk Berhaji. ...Berbakti kepada Orang Tua. ...Menunaikan Umrah di Bulan Ramadan. ...Membantu Orang dalam Kesulitan. ...Berdzikir Sepanjang Hari.

Zikir apa yang paling besar pahalanya?

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam menyampaikan bahwa dua kalimat dzikir yang sangat dicintai oleh Allah Ta'ala Ar-Rahman merupakan “Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahil azhim”.

Amalan Ringan besar pahala?

5 Amalan Ringan Berpahala Besar di Hari ke-4 RamadhanMemperbanyak Doa di Waktu Mustajab. Di hari-hari awal seperti ini, sangat baik untuk melatih kekhusyukan doa. ...Menjaga Lisan (Puasa Lidah) ...3. Sedekah Subuh atau Memberi Takjil. ...4. Tilawah Al-Qur'an dengan Tadabbur. ...Shalat Tarawih dan Witir.

3 Jenis sedekah Terdahsyat?3 Sedekah Paling Dahsyat

Bersedekah pada saat sehat. Bersedekah pada saat sehat adalah hal yang utama karena saat kita dalam kondisi sakit atau bahkan meninggal dunia bersedekah tentu sulit dilakukan. ...2. Bersedekah kepada keluarga terdekat. ...3. Bersedekah khafiyyah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |