Kumpulan Doa-Doa Pendek yang Cocok Dibaca selama Perjalanan Umroh, agar Lebih Khusyuk dan Bermakna

1 hour ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan umroh adalah sebuah perjalanan spiritual panjang yang tidak hanya menuntut kesiapan fisik dan finansial, tetapi juga bekal ruhiyah. Agar lebih bermakna, jemaah dianjurkan mengamalkan doa-doa pendek yang cocok dibaca selama perjalanan umroh.

Di tengah hiruk-pikuk bandara, gemuruh mesin pesawat, dan derap langkah jutaan jamaah di Tanah Suci, doa-doa ini menjadi bekal spiritual yang senantiasa menenangkan hati serta mengingatkan kita pada tujuan utama perjalanan ini, takwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Merangkum buku Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Haji dan Umrah Kemenhaj RI, ebook Koleksi Doa & Zikir karya Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dan Buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kemenag, berikut ini adalah doa-doa pendek yang dapat diamalkan selama perjalanan umroh, lengkap dengan dalil, penjelasan ulama, dan hikmah di baliknya.

1. Doa Sebelum Keluar Rumah (Langkah Awal yang Penuh Berkah)

Setelah melaksanakan salat sunnah safar dua rakaat, bacalah doa ini untuk memohon kebaikan dan perlindungan bagi perjalanan.

Bacaan Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ السَّفْرَةِ وَخَيْرَ مَا فِيهَا

Latin: Allahumma inni as’aluka khaira hadzihis safarati wa khaira ma fiha

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan dalam perjalanan ini dan kebaikan yang ada di dalamnya.”

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Latin: Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi wa la haula wa la quwwata illa billah

Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Doa ini diriwayatkan oleh HR. Abu Daud. Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW menyatakan bahwa siapa pun yang mengucapkannya saat keluar rumah, maka akan dikatakan kepadanya: "Kamu telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dijaga."

2. Doa Naik Kendaraan (Darat, Laut, dan Udara)

Saat kendaraan mulai bergerak, bacalah doa berikut sebagai bentuk pengakuan bahwa semua yang kita miliki berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Doa ini dapat dibaca di mobil, bus, kereta, maupun pesawat.

Bacaan Arab: سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Latin: Subhanalladzi sakhkhara lana hadza wa ma kunna lahu muqrinin. Wa inna ila rabbina lamunqalibun

Artinya: “Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami, kami akan kembali.”

Doa ini mengandung nilai tauhid dan kesadaran akan kekuasaan mutlak Allah. Perjalanan umroh yang panjang dan melelahkan terkadang bisa dianggap sebagai "azab" (HR. Bukhari-Muslim), namun dengan memperbanyak doa, seorang musafir justru berada dalam kondisi di mana doanya sangat mustajab.

3. Zikir Utama Umroh: Talbiyah (Tanda Kepatuhan Total)

Inilah "pakaian" spiritual seorang jamaah umroh. Talbiyah dibaca terus-menerus sejak berihram hingga tiba di Masjidil Haram untuk memulai tawaf.

Bacaan Arab: لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ

Latin: Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulka la syarika lak

Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”

Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Abdullah bin Umar RA bahwa Rasulullah SAW melafalkan talbiyah ini saat memulai ibadah haji dan umrah. Talbiyah adalah inti dari panggilan hati seorang Muslim untuk meninggalkan segala bentuk kesombongan duniawi.

4. Doa Memasuki Masjidil Haram & Melihat Ka'bah

Doa ini dibaca saat melintasi pintu masuk Masjidil Haram, sebelum melangkah lebih dekat untuk melihat Ka'bah.

Bacaan Arab: اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ

Latin: Allahumma antas-salam wa minkas-salam, fahayyina rabbana bis-salam

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah sumber keselamatan, dari-Mu-lah datangnya keselamatan. Maka hidupkanlah kami wahai Tuhan dengan keselamatan.”

Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari Kemenag, dijelaskan bahwa doa ini menumbuhkan rasa aman dan haru sekaligus mengingatkan bahwa hanya Allah-lah Zat yang memberi keselamatan sejati.

Ketika pertama kali melihat Ka'bah:

"Sesungguhnya Engkau adalah yang Maha Agung, Maha Perkasa. Tidak ada yang lebih agung daripada-Mu."

5. Doa di Multazam & Setelah Tawaf

Ini adalah tempat yang paling mustajab untuk berdoa. Di sini, seorang hamba bisa memanjatkan seluruh hajatnya, terutama hajat mulia berupa haji mabrur dan ampunan dosa. Dalam buku panduan resmi Kemenhaj, tertuang doa dari nabi Adam AS yang sangat dianjurkan untuk dibaca setelah menyelesaikan tawaf.

Bacaan Arab (Doa Multazam/Nabi Adam AS):

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْيًا مَشْكُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا. اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاغْفُ عَمَّا تَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ.

Latin: Allahummaj‘alhu hajjan mabruran, wa sa‘yan masykuran, wa dzanban maghfuran. Allahummaghfir warham wa‘fu ‘amma ta‘lam, innaka antal a‘azzul akram.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ia haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dan dosa yang diampuni. Ya Allah, ampunilah, sayangilah, dan maafkanlah apa yang Engkau ketahui, sungguh Engkau Maha Perkasa lagi Maha Mulia.”

Hikmah Berdoa Selama Perjalanan Umroh

Berikut adalah hikmah yang bisa dipetik jika kita membiasakan diri berdoa sepanjang perjalanan, berdasarkan penjelasan ulama dan literatur kitab klasik:

1. Mendapatkan Keistimewaan Doa Musafir

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa seorang musafir (orang yang bepergian) termasuk salah satu doa yang mustajab. Kesulitan dan kepenatan perjalanan menjadi faktor yang meluluhkan hati, sehingga doa lebih mudah terangkat dan dikabulkan.

2. Menggapai Haji Mabrur

Setiap doa yang dipanjatkan, terutama doa di Multazam dan setelah tawaf seperti doa Nabi Adam AS di atas, secara spesifik memohon agar ibadah umroh yang dilakukan diterima di sisi Allah SWT. Ini adalah target tertinggi spiritual seorang jamaah.

3. Meluluhkan Hati dan Meningkatkan Kualitas Ibadah

Berdoa dengan suara yang lembut dan penuh harap dapat membuat fisik yang lelah menjadi terasa ringan. Ini adalah latihan ruhani untuk menumbuhkan kerendahan hati dan menyadari betapa kecilnya kita di hadapan kebesaran Allah, terutama saat berada di Masjidil Haram.

4. Berbenteng dari Bahaya dan Gangguan

Perjalanan jauh sarat dengan berbagai risiko. Membaca doa keluar rumah dan doa kendaraan adalah perisai spiritual yang menyelamatkan kita dari kecelakaan, musibah, serta godaan setan yang selalu berusaha menghalangi manusia dari kebaikan seperti ibadah umroh.

5. Mengokohkan Niat dan Ikhlas

Membaca talbiyah secara berulang dengan lantang sepanjang perjalanan mengokohkan niat di dalam hati bahwa kita datang semata-mata karena panggilan Allah. Ini membersihkan hati dari sifat riya’ atau pamer, sehingga seluruh rangkaian ibadah umroh kita lakukan dengan penuh keikhlasan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |