7 Contoh Penutup Khutbah Jumat tentang Kematian yang Menyentuh

3 hours ago 2
  • Apakah firasat akan meninggal menurut Islam?
  • Apa kata Imam Al Ghazali tentang kematian?
  • Cukuplah kematian sebagai nasehat hadits?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Mempelajari contoh penutup khutbah Jumat tentang kematian yang menyentuh sangatlah penting bagi seorang khatib. Akhir khutbah adalah momen krusial untuk menggugah kesadaran jamaah tentang dunia yang fana. Pesan dzikrul maut ini harus dirangkai secara mendalam agar nasihatnya sungguh merasuk ke dalam hati.

Pesan emosional ini tentu tetap harus terikat dengan aturan syariat madzhab Syafi'i. Disebut dalam kitab Minhaj al-Thalibin karya Imam Nawawi, khatib wajib menjaga keabsahan rukun khutbah kedua.

Merujuk buku Rukun & Syarat Sah Khutbah Jum'at Menurut Madzhab al-Syafi'iyyah karya Ahmad Zarkasih, Lc., syarat sah khutbah mengharuskan kelima rukun diucapkan dalam bahasa Arab. Pada khutbah kedua, rukun yang wajib dibaca secara berurutan adalah: Hamdalah, Shalawat, Wasiat Taqwa, dan ditutup dengan Doa untuk kaum mukmin.

Agar pesan-pesan berbahasa Indonesia ini tidak merusak keabsahan dan urutan rukun khutbah, maka kalimat tersebut disisipkan setelah rukun wasiat takwa dan sebelum rukun doa. Berikut adalah 7 contoh teks penutup khutbah kedua bertema kematian yang menyentuh hati dan tetap memenuhi rukun serta syarat sah khutbah Jumat:

Contoh Penutup Khutbah Tema 1: Kematian yang Datang Tanpa Mengetuk Pintu

Rukun Pembuka (Bahasa Arab):إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Pesan Penutup (Bahasa Indonesia):Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,Seringkali kita merasa waktu kita di dunia masih panjang. Kita menunda taubat dan amal shaleh karena merasa masih muda dan sehat. Padahal, malaikat maut tidak pernah meminta izin dan tidak menunggu kita siap. Berapa banyak saudara kita yang tertawa di pagi hari, namun di sore harinya telah berbalut kain kafan? Mari kita sadari bahwa setiap hembusan napas adalah langkah yang semakin mendekatkan kita pada liang lahat. Jangan biarkan ajal menjemput saat kita sedang dalam keadaan lalai bermaksiat kepada-Nya.

Rukun Doa Penutup (Bahasa Arab):اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Tema 2. Pakaian Terakhir Bernama Kafan

Rukun Pembuka (Bahasa Arab):إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Pesan Penutup (Bahasa Indonesia):Sidang Jumat yang mulia,Hari ini kita mengenakan pakaian terbaik, wewangian paling harum, dan kendaraan yang nyaman. Namun ingatlah, kelak pakaian terakhir yang akan kita kenakan hanyalah kain putih tanpa jahitan. Jabatan, harta, dan kemewahan yang kita kejar mati-matian akan ditinggalkan begitu saja. Saat tubuh kita diturunkan ke dalam lubang yang sempit, gelap, dan sunyi, hanya amal ibadah yang akan menemani. Sudahkah kita menyiapkan bekal yang cukup untuk perjalanan panjang yang tidak ada jalan kembalinya itu?

Rukun Doa Penutup (Bahasa Arab):اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Tema 3. Tangisan Penyesalan yang Tiada Arti

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Hadirin sekalian yang dimuliakan Allah,Al-Qur'an mengisahkan jeritan para penghuni alam kubur yang memohon untuk dikembalikan ke dunia. Mereka tidak meminta dikembalikan untuk mengumpulkan harta atau mengejar takhta, melainkan hanya untuk bersedekah, bersujud, dan beramal shaleh meski hanya sejenak.

Namun, air mata darah sekalipun tak akan mampu mengembalikan waktu yang telah berlalu. Mumpung hari ini kita masih bisa melangkahkan kaki ke masjid, mumpung lisan ini masih bisa beristighfar, mari kita bertobat sebelum pintu penyesalan itu tertutup selamanya.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Tema 4. Perpisahan dengan Orang-Orang Tercinta

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Kaum muslimin rahimakumullah,Setiap pertemuan di dunia ini pasti akan bermuara pada sebuah perpisahan. Pasangan yang kita sayangi, anak-anak yang kita cintai, dan sahabat yang selalu menemani, kelak akan melepaskan kita di batas bibir kubur. Mereka hanya bisa mengantar, menangis sesaat, lalu kembali melanjutkan hidupnya.

Tinggallah kita sendirian mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan. Oleh karena itu, jangan sampai kecintaan kita kepada manusia dan keluarga membuat kita lupa untuk mencintai Sang Pencipta yang akan terus membersamai kita hingga ke alam baka.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Tema 5. Pemutus Segala Kelezatan Dunia

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Saudaraku seiman,Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kita untuk memperbanyak mengingat pemutus segala kelezatan, yakni kematian. Mengingat mati bukanlah tanda keputusasaan, melainkan rem yang akan menghentikan kita dari ketamakan dan kesombongan.

Jika hati mulai mengeras, jika diri mulai sombong dengan jabatan, ingatlah bahwa kelak kita semua akan berakhir menjadi tulang belulang yang hancur bersatu dengan tanah. Mari tundukkan pandangan dan sucikan hati, persiapkan sebaik-baik bekal menuju kampung akhirat.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Tema 6. Berharap Meraih Husnul Khatimah

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Jamaah shalat Jumat yang berbahagia,Bagaimana kita hidup, seperti itulah kelak kita akan dimatikan. Orang yang terbiasa melangkahkan kaki ke masjid, Insya Allah akan diwafatkan dalam ketaatan. Sebaliknya, orang yang menghabiskan umurnya dalam kemaksiatan, sangat rawan dicabut nyawanya dalam keadaan su'ul khatimah.

Husnul khatimah bukanlah sesuatu yang datang kebetulan, melainkan hasil dari kebiasaan amal shaleh yang dijaga bertahun-tahun. Mari kita basahi lisan ini dengan dzikir dan kalimat tauhid, memohon agar di akhir hayat nanti, Allah mudahkan kita mengucapkan Laa ilaha illallah.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Tema 7. Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Hadirin jamaah yang dirahmati Allah,Sebaik-baik penasihat adalah kematian. Melihat keranda jenazah yang digotong ke pemakaman seharusnya sudah cukup menjadi teguran keras bagi kita yang masih hidup. Bahwa tak lama lagi, kitalah yang akan berada di dalam keranda tersebut. Tidak ada lagi yang bisa kita sombongkan.

Mari kita menunduk sejenak, mengintrospeksi diri atas segala dosa yang telah kita perbuat, serta memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun sebelum napas sampai di tenggorokan.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Pertanyaan Seputar Topik

Apakah firasat akan meninggal menurut Islam?

Firasat Meninggal dalam Islam

Firasat meninggal seseorang tidak memiliki dasar dalam Al-Quran ataupun hadis. Dalam QS. Luqman ayat 34, Allah Swt. menegaskan bahwa hanya Allah yang mengetahui kapan dan di mana seseorang akan meninggal.

Apa kata Imam Al Ghazali tentang kematian?

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa kematian itu mencakup dua hal yaitu7: 1. Perpisahan antara ruh dan jasad, perpisahan manusia dari semua yang dimilikinya selama di dunia, dari sanak keluarganya, dari semua atribut yang manusia miliki ketika hidup di dunia.

Cukuplah kematian sebagai nasehat hadits?

Kajian Hadits Pengingat Tentang Kematian. “Perbanyaklah mengingat penghancur kelezatan, yaitu kematian.” (HR. Tirmidzi). “Cukuplah kematian itu sebagai pemberi peringatan.” Dengan mengingat kematian, kita akan terdorong untuk beramal saleh dan berhenti dari perbuatan maksiat.

3 hari sebelum meninggal, apa yang dirasakan?

Pada 3 hari sebelum kematian, orang yang mau meninggal akan merasakan denyutan pada dahi bagian tengah. Tanda lain mata hitam mereka tidak bersinar lagi, dan hidung akan perlahan menurun. Daun telinga akan semakin masuk ke dalam, serta telapak kaki akan terlihat jatuh dan sulit ditegakkan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |