Liputan6.com, Jakarta - Masjid adalah rumah Allah yang suci. Karenanya setiap muslim hendaknya menjaga adab saat berada di dalamnya, termasuk adab duduk di dalam masjid menurut Islam yang tak lepas dari panduan Rasulullah SAW melalui sabda maupun praktik.
Menjaga adab duduk di dalam masjid menjadi cerminan keimanan dan ketakwaan serta bentuk penghormatan kepada Baitullah. Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (QS. Al-Jin [72]: 18).
Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa masjid sepenuhnya milik Allah, sehingga sudah sepantasnya setiap Muslim yang memasukinya berlaku dengan adab yang paling mulia. Rasulullah juga mengingatkan bahwa masjid tidak pantas digunakan untuk hal-hal yang tidak berguna.
Berikut ini adalah adab duduk di dalam masjid, berdasar Ebook Adab di Dalam Masjid karya Majid bin Su'ud al-Usyan dan Adab Islami, yang merujuk dalil Al-Qur'an maupun hadis. Simak selengkapnya.
Berikut adalah adab-adab duduk di masjid yang dianjurkan berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah, dilengkapi dengan dalil dan pandangan ulama:
1. Melaksanakan Shalat Tahiyatul Masjid Sebelum Duduk
Ini adalah adab yang paling utama saat memasuki masjid. Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka hendaklah ia mengerjakan shalat dua rakaat sebelum ia duduk." (HR. Bukhari no. 444 dan Muslim no. 714)
Imam an-Nawawi dalam kitabnya Syarah Nawawi 'alal Muslim menyatakan bahwa mayoritas ulama sepakat mengenai kesunnahan shalat Tahiyatul Masjid. Bahkan, beliau menegaskan bahwa makruh hukumnya bagi seseorang yang masuk masjid untuk langsung duduk sebelum melaksanakan shalat dua rakaat tersebut jika tanpa uzur.
Dalam kitab Tanbihul Ghafilin, Syekh as-Samarqandi juga menjelaskan bahwa setiap sesuatu memiliki penghormatan, dan menghormati masjid adalah dengan melakukan shalat sunnah dua rakaat.
2. Duduk dengan Tenang dan Menjaga Sikap
Saat duduk di masjid, seorang Muslim hendaknya menjaga ketenangan dan sikap yang khidmat. Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila shalat telah diiqamatkan, maka janganlah kamu datang kepadanya dengan berlari, tetapi datanglah kepadanya dengan berjalan dan memperhatikan ketenangan." (HR. Bukhari no. 908, Muslim no. 602)
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa ketenangan dalam hadis ini mencakup cara duduk dan bergerak di dalam masjid. Sikap tenang ini adalah bentuk menjaga kehormatan masjid sebagai rumah Allah.
3. Menghadap Kiblat Bila Memungkinkan
Dianjurkan untuk menghadap kiblat saat duduk di masjid jika memungkinkan. Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika kamu duduk di masjid maka hadapkanlah wajahmu ke kiblat." (HR. Thabrani, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih At-Targhib no. 292)
Menghadap kiblat adalah bentuk penghormatan dan fokus ibadah. Hal ini juga menunjukkan kesiapan hati untuk menghadap Allah SWT.
Masjid adalah pusat ibadah dan ilmu. Duduk di dalamnya sebaiknya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah kecuali malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, dan ketenangan turun kepada mereka." (HR. Muslim no. 2700)
Ibnu Rajab dalam kitabnya Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menegaskan bahwa duduk di masjid bernilai tinggi bila diisi dengan dzikir dan ilmu. Disunnahkan juga untuk membentuk halaqah (lingkaran) dalam majelis ilmu dan dzikir.
5. Menjaga Kebersihan Tempat Duduk
Menjaga kebersihan masjid, termasuk tempat duduk, adalah bagian dari iman. Rasulullah ﷺ bersabda: "Kebersihan adalah sebagian dari iman." (HR. Muslim no. 223)
Ulama fiqih menegaskan bahwa kebersihan masjid mencakup lantai dan tempat duduk. Seorang Muslim hendaknya tidak membuang sampah, meludah, atau melakukan hal-hal yang dapat mengotori masjid.
6. Duduk di Mana Saja yang Tersedia dan Tidak Memisahkan 2 Orang
Saat datang ke masjid, seseorang hendaknya duduk di tempat yang masih tersedia tanpa memaksa orang lain pindah. Dari Jabir bin Samurah radhiallahu 'anhu, ia berkata: "Apabila kami datang kepada Nabi ﷺ, maka masing-masing dari kami duduk di tempat yang masih tersedia di majlis." (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Al-Albani).
Rasulullah ﷺ juga bersabda: "Janganlah seseorang duduk di antara dua orang kecuali dengan izin keduanya." (HR. Ahmad, dishahihkan Al-Albani). Ini adalah bentuk penghormatan terhadap hak sesama muslim.
Duduk di masjid sambil menunggu shalat memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika ia telah masuk masjid, maka ia dihitung dalam shalat selama ia tertahan oleh shalat, dan malaikat terus mendoakan salah seorang di antara kalian selama ia dalam majlisnya yang ia pergunakan untuk shalat." (HR. Al-Bukhari no. 176, Muslim no. 1059).
Larangan dan Hal yang Harus Dihindari Saat Duduk di Masjid
Selain mengerjakan hal-hal yang dianjurkan, seorang Muslim juga harus menjauhi berbagai larangan berikut ketika duduk di masjid:
1. Melangkahi Leher Orang Lain (Tatawwul)
Sangat dilarang melangkahi pundak atau leher jamaah lain yang sudah duduk untuk mendapatkan tempat di depan.
2. Duduk dengan Posisi yang Mengganggu Jamaah LainDuduk dengan posisi selonjor berlebihan sehingga mengganggu orang lain atau menutup jalan termasuk perbuatan yang dilarang. Duduk yang mengganggu termasuk dalam larangan ini karena dapat membahayakan kenyamanan jamaah lain.
3. Duduk dengan Posisi Ihtiba' (Memeluk Lutut) saat Khutbah Jumat
Duduk ihtiba', yaitu duduk dengan menegakkan kedua lutut ke perut dan melingkarkan tangan atau kain di sekitar betis, dilarang saat khatib sedang berkhutbah.
4. Duduk dengan Posisi Bersandar pada Tangan Kiri
Salah satu posisi duduk yang sangat dilarang adalah bersandar pada tangan kiri yang diletakkan di belakang badan. Rasulullah ﷺ bersabda: "Adakah engkau duduk sebagaimana duduknya orang-orang yang dimurkai?" (HR. Abu Dawud)
5. Duduk untuk Berjual Beli
Masjid bukanlah tempat untuk bertransaksi jual beli. Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika kamu melihat orang yang menjual atau membeli sesuatu di dalam masjid, maka katakanlah, 'Semoga Allah tidak memberi keuntungan bagimu.'" (HR. Tirmidzi no. 1321, hasan shahih)
6. Mengumumkan Barang Hilang
Rasulullah ﷺ melarang mengumumkan barang hilang di dalam masjid. Beliau bersabda: "Barang siapa mendengar seseorang mengumumkan barang hilang di dalam masjid, maka katakanlah: 'Mudah-mudahan Allah tidak mengembalikannya kepadamu. Sesungguhnya masjid tidak dibangun untuk ini.'" (HR. Muslim)
7. Mengangkat Suara dengan Perkara Duniawi
Masjid adalah tempat untuk berzikir dan beribadah, bukan untuk berbicara keras tentang urusan dunia. Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya masjid tidak pantas untuk ini." (HR. Muslim no. 285).
8. Berpindah-pindah Tempat Tanpa Keperluan
Tidak dianjurkan berpindah tempat tanpa keperluan yang jelas karena dapat mengganggu jamaah lain. Namun, jika seseorang mengantuk, ia dianjurkan untuk berpindah tempat.
9. Mengambil Tempat Khusus Secara Permanen
Sebagian orang menjadikan tempat tertentu sebagai posisi tetapnya di masjid. Hal ini dapat menimbulkan sifat riya' dan tidak diperbolehkan. Sikap yang benar adalah duduk di mana saja yang tersedia, tanpa mengklaim hak milik atas suatu tempat.
10. Menjadikan Masjid sebagai Jalan Lintasan
Masjid hendaknya tidak dijadikan sebagai jalan pintas untuk lewat tanpa tujuan ibadah. Rasulullah ﷺ bersabda: "Janganlah kalian menjadikan masjid-masjid itu sebagai tempat berlalu lalang, kecuali untuk berdzikir atau shalat." (HR. Ath-Thabrani). Ini menunjukkan bahwa masuk dan keluar masjid harus disertai niat ibadah, bukan sekadar melewati.
Hikmah Menjaga Adab Duduk di Masjid
Menjaga adab duduk membawa hikmah besar, baik spiritual maupun sosial. Berikut ini sejumlah hikmah menerapkan adab duduk di dalam masjid:
1. Adab yang terjaga menciptakan suasana nyaman dan khusyuk bagi semua jamaah
2. Bentuk kepedulian terhadap rumah Allah dan hak orang lain, mengingat setiap perbuatan menyakiti dapat merusak ketenangan jamaah.
3. Melatih kedisiplinan, kesabaran, dan solidaritas.
4. Memakmurkan masjid sebagai pusat peradaban yang membawa dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
5. Dikelilingi Malaikat saat Duduk sambil Berdzikir dan Ilmu
Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah kecuali malaikat mengelilingi mereka" (HR. Muslim no. 2700). Dengan menjaga adab, duduk di masjid bernilai tinggi bila diisi dengan dzikir dan ilmu.
People also Ask:
Kenapa kalo masuk masjid harus lepas sendal?
Kenapa demikian? Karena sandal dan sepatu adalah alas kaki yang sudah tentu kerap bersentuhan dengan kotoran dan najis.
Bagaimana cara menjaga adab di masjid di dalam masjid?
Di dalam masjid, dianjurkan untuk melaksanakan salat tahiyatul masjid sebagai bentuk penghormatan kepada masjid. Selain itu, menjaga ketenangan dan tidak membuat kegaduhan sangat penting agar tidak mengganggu orang lain yang sedang beribadah.
Apa saja yang tidak boleh dilakukan di dalam masjid?
APA SAJA LARANGAN KETIKA SEDANG DI DALAM MASJID? - Rumah ZakatBerikut penjelasannya!Dilarang Jual Beli di Dalam Masjid. ...Dilarang Meludah di Dalam Masjid. ...Jangan Lewat di Depan Orang yang Sedang. ...Jangan Keluar Masjid Setelah Azan Kecuali. ...Dilarang Menyembah kepada Selain Allah. ...Dilarang Makan Bawang Merah, Bawang Putih, ...Dilarang Berkumpul di Dalam Masjid Hanya.
Bagaimana cara duduk di masjid?
Jaga agar lingkaran tetap kompak. Jika belajar bersama keluarga atau kelompok Hisar Travel Anda, duduklah dalam bentuk setengah lingkaran yang rapat di dalam satu baris, biarkan lorong tetap terbuka . Berbicaralah dengan lembut. Momen pembelajaran sangat berharga, tetapi masjid tetaplah tempat ibadah utama.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4462892/original/030653200_1686564225-20230612143247__fpdl.in__illuminated-minaret-symbolizes-spirituality-famous-blue-mosque-generated-by-ai_188544-35440_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533779/original/098475800_1773775028-unnamed__98_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3427936/original/026120800_1618334856-AP21103160857087.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378584/original/033747300_1760257934-unnamed__52_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5253548/original/037891900_1750053354-000_34QQ7PD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3283638/original/035360600_1604212714-20201101-Hari-Ini_-Jemaah-Umrah-Indonesia-Bertolak-ke-Mekah-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4030425/original/064674000_1653273891-raka-dwi-wicaksana-Jbk_Tce8Z1U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377371/original/072074600_1760091737-Sholat_Sunna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5005172/original/060424600_1731569782-media_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/999349/original/080383000_1443076430-20150924-Salat-Idul-Adha-di-Jatinegara-Jakarta-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770150/original/051663000_1710247846-20240312-Berbuka_Puasa_di_Istiqlal-HER_2.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2898274/original/080785500_1567273060-Pawai-Obor4.jpg)



