PENELITIAN terbaru mengungkap Neanderthal kemungkinan telah melakukan praktik kedokteran gigi sekitar 60.000 tahun lalu di Siberia. Temuan ini didasarkan pada gigi geraham Neanderthal yang ditemukan memiliki lubang hasil pengeboran menggunakan alat batu kecil untuk membersihkan jaringan gigi yang membusuk.
Studi yang dipublikasikan di jurnal PLOS One itu menyebut temuan tersebut menjadi bukti tertua praktik perawatan gigi yang disengaja, sekaligus memundurkan sejarah kedokteran gigi sekitar 45.000 tahun lebih awal dibanding bukti sebelumnya pada Homo sapiens.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Gigi geraham bawah milik Neanderthal dewasa itu pertama kali ditemukan pada 2016 di Chagyrskaya Cave. Melalui analisis mikroskopis dan eksperimen menggunakan gigi manusia modern, peneliti menemukan bekas alur dan tanda putaran yang konsisten dengan penggunaan alat batu kecil berbahan jasper.
Peneliti juga menemukan dua area pembusukan parah pada gigi tersebut. Salah satu area berada dekat garis gusi dan menunjukkan bekas tusukan gigi, sementara area lainnya bertumpang tindih dengan lubang sedalam sekitar 2,6 milimeter di permukaan gigi.
“Fakta bahwa perawatan invasif ini dilakukan dan orang tersebut selamat membuat saya percaya bahwa ini adalah contoh lain dari pemahaman Neanderthal yang sangat canggih tentang biologi manusia dan kapan intervensi diperlukan,” kata salah satu penulis studi, John W. Olsen dari University of Arizona, dikutip dari laporan Live Science, 14 Mei 2026.
Menurut penelitian, bekas kunyahan di sekitar lubang menunjukkan individu tersebut tetap hidup cukup lama setelah prosedur dilakukan hingga aktivitas mengunyah mulai mengikis jejak pengeboran awal.
Peneliti lain yang tidak terlibat dalam studi, Gregorio Oxilia, menilai temuan ini mengubah pemahaman mengenai sejarah pengobatan manusia. “Hal ini menunjukkan bahwa akar pengobatan invasif dan pembedahan tidak secara eksklusif dimiliki Homo sapiens, melainkan merupakan bagian dari warisan yang lebih luas yang dibagikan dengan kerabat terdekat kita,” ucap Oxilia.
Ia juga menyebut temuan tersebut secara mendasar mengubah pemahaman kita tentang evolusi layanan kesehatan manusia.
Sementara itu, Rebecca Wragg Sykes dari University of Cambridge, menduga prosedur itu kemungkinan dilakukan sendiri oleh Neanderthal tersebut. “Mengorek gigi busuk ini mungkin tidak membutuhkan bantuan orang lain,” tuturnya.

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4174191/original/099991100_1664358430-bacaan-doa-setelah-adzan-beserta-arti-dan-keutamaannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158657/original/067229400_1741665557-kata-mutiara-pagi-hari-islami.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3997589/original/057397300_1650185585-20220417-Masjid-Agung-Demak-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478088/original/027630100_1768891150-Abu_Ubaidah_di_medan_perang__Gemini_AI_.jpg)


