Israel Klaim Serang Iran 10.800 Kali Sejak Februari 2026

6 hours ago 4

MILITER Israel mengklaim telah melancarkan lebih dari 10.800 serangan udara terhadap Iran selama konflik yang dimulai sejak akhir Februari 2026. Hal itu disampaikan perwakilan Israel pada Jumat 10 April 2026.

Pihak militer turut memaparkan rincian operasi hingga tercapainya gencatan senjata sementara antara Washington dan Teheran pada 8 April 2026.

Mengutip laporan Anadolu Agency, disebutkan bahwa sekitar 4.000 target strategis dan 6.700 fasilitas militer di Iran telah menjadi sasaran dari serangan itu. Puluhan jet tempur juga dilaporkan beroperasi secara bersamaan sepanjang serangan udara yang berlangsung sekitar 40 hari.

Selain itu, Israel mengklaim telah menggunakan lebih dari 18.000 unit amunisi dalam operasi tersebut. Jumlah itu hampir lima kali lipat dibandingkan serangan militer selama 12 hari pada Juni tahun lalu.

Meski demikian, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan drone dan rudal yang menyasar Israel serta sejumlah negara di kawasan, termasuk Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Iran juga dilaporkan membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz.

Upaya diplomatik kemudian dilakukan oleh sejumlah negara, termasuk Pakistan bersama Turki, Tiongkok, Arab Saudi, dan Mesir, yang berhasil mendorong tercapainya gencatan senjata selama dua pekan pada Rabu 8 April, sekitar 40 hari setelah konflik dimulai.

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Washington dan Teheran sepakat untuk bertemu di Islamabad, Pakistan guna melanjutkan pembicaraan menuju kesepakatan damai yang lebih permanen.

Pilihan Editor: Israel Sebut Biaya Perang 40 Hari Lawan Iran Capai US$17,5 M

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |