Kemhan Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dan Menhan Jepang

8 hours ago 8

KEPALA Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan pembahasan dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menteri Pertahanan Jepang Shinjir Koizumi di kediaman presiden, Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat, 12 Juni 2026. 

Kata Rico, pertemuan kedua belah pihak membahas penguatan kerja sama pertahanan Indonesia–Jepang setelah penandatanganan Defence Cooperation Arrangement (DCA) beberapa waktu lalu. Pembahasan mencakup berbagai isu antara lain pertukaran personel, pendidikan dan pelatihan, keamanan maritim, serta logistik dan pemeliharaan. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Lalu membahas peluang kerja sama teknologi dan industri pertahanan yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh kedua negara," kata dia saat dihubungi, Minggu, 14 Juni 2026. 

Rico mengatakan kedua pihak berkomitmen memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan dan berkontribusi pada stabilitas kawasan. Berbagai peluang kerja sama itu, kata dia, masih akan ditindaklanjuti melalui mekanisme dan pembahasan teknis di tingkat kedua kementerian pertahanan.

Kata Rico, pertemuan tersebut tidak ada penandatanganan kesepakatan baru. Namun, kedua pihak sepakat untuk melanjutkan implementasi berbagai kerja sama yang telah disepakati sebelumnya. "Dan menjajaki peluang kerja sama ke depan sesuai kepentingan nasional masing-masing negara," kata Rico. 

Dalam rilis Kemenhan sebelumnya, Menteri Pertahanan Jepang menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama pertahanan dengan Indonesia berdasarkan Defence Cooperation Arrangement (DCA) yang telah ditandatangani oleh kedua Menteri Pertahanan pada Mei 2026. Prabowo menyambut baik perkembangan positif kerja sama pertahanan Indonesia–Jepang dan mendorong penguatan kemitraan yang memberikan manfaat bagi kedua negara.

Pembahasan juga menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia melalui pertukaran personel, pendidikan, dan kerja sama akademik, termasuk penerimaan kadet Indonesia di National Defense Academy Jepang. Kedua negara memandang kerja sama antarmanusia sebagai fondasi penting dalam memperkuat hubungan bilateral jangka panjang.

Selain itu, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai penguatan kerja sama keamanan maritim, logistik, pemeliharaan, serta berbagai peluang kerja sama pertahanan dan teknologi yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui mekanisme dialog dan pembahasan di tingkat teknis. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas pertahanan kedua negara sekaligus berkontribusi terhadap perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |