Liputan6.com, Jakarta - Sholawat Munjiyat dan artinya menjadi salah satu topik yang banyak dicari umat Islam yang ingin memahami lebih mendalam tentang bacaan shalawat dan makna spiritual di baliknya. Sholawat ini dikenal sebagai salah satu bentuk doa yang berisi permohonan keselamatan, perlindungan, dan pertolongan kepada Allah SWT.
Membaca shalawat juga merupakan amalan yang memiliki dasar kuat dalam Al-Qur'an. Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Ahzab ayat 56, yang artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).
Sholawat Munjiyat merupakan salah satu bentuk shalawat yang populer diamalkan oleh umat Islam. Nama Munjiyat berasal dari kata Arab yang bermakna penyelamat atau sesuatu yang menjadi sebab keselamatan.
Karena itu, Sholawat Munjiyat kerap dikaitkan dengan doa memohon keselamatan dari berbagai kesulitan, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Dalam praktiknya, shalawat ini dibaca sebagai bentuk tawassul melalui doa dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Sementara pertolongan dan keselamatan tetap diyakini berasal dari Allah SWT.
Bacaan Sholawat Munjiyat: Arab, Latin, dan Artinya
Sholawat Munjiyat memiliki bacaan yang cukup panjang namun sarat dengan makna doa yang komprehensif. Berikut adalah lafal lengkapnya sebagaimana diriwayatkan dalam berbagai sumber.
Teks Arab: اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَـــا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَـــاتِ
Latin: Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âli Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî’il ahwâli wal âfât, wa taqdhî lanâ bihâ jamî’al hâjât, wa tuthahhirunâ bihâ min jamî’is sayyiât, wa tarfa’unâ bihâ ‘indaka a’lad darajât, wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyât min jamî’il khairâti fil hayâti wa ba’dal mamât.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan shalawat itu, Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami; dengan shalawat itu, Engkau akan menyucikan kami dari segala keburukan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi; dengan shalawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati."
Kandungan Makna Sholawat Munjiyat
Sholawat Munjiyat secara bahasa berasal dari kata "najā" yang berarti selamat, sehingga "munjiyat" berarti "penyelamat". Nama ini sangat sesuai dengan kandungan doa di dalamnya yang merupakan permohonan keselamatan yang komprehensif.
Makna yang terkandung dalam sholawat ini sangat kaya dan mencakup enam permohonan utama:
1. Permohonan keselamatan dari segala keadaan yang menakutkan dan cobaan hidup. Ini mencakup perlindungan dari bahaya lahir maupun batin, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
2. Permohonan agar segala hajat dan kebutuhan dikabulkan oleh Allah SWT. Ini menunjukkan bahwa sholawat ini bukan sekadar pujian, tetapi juga doa yang berisi permohonan konkret.
3. Permohonan penyucian dari segala keburukan dan dosa. Ini mencakup pembersihan lahir dan batin dari segala bentuk kemaksiatan.
4. Permohonan untuk diangkat ke derajat yang paling tinggi di sisi Allah. Ini menunjukkan kerinduan seorang hamba untuk meraih kedudukan mulia di hadapan-Nya.
5. Permohonan agar disampaikan kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat.
6. Permohonan tersebut mencakup seluruh aspek kehidupan, dari kehidupan dunia hingga setelah kematian.
Riwayat dan Sejarah Sholawat Munjiyat
Penamaan Sholawat Munjiyat berawal dari sebuah peristiwa yang dialami oleh seorang ulama besar, sebagaimana dikisahkan dalam kitab al-Fajr al-Munir fi as-Shalah 'ala al-Basyir wa an-Nadzir.
Dikisahkan bahwa Syekh Ash-Shalih Musa adh-Dharir, seorang ulama dari Thariqah Syadziliyah, sedang mengendarai perahu di tengah lautan. Tiba-tiba datanglah badai dahsyat yang dikenal dengan sebutan "Aqlabiyah" yang menghempas perahunya. Hanya sedikit orang yang akan selamat dari badai tersebut. Semua penumpang berteriak ketakutan karena khawatir akan tenggelam.
Di tengah kepanikan itu, Syekh Musa adh-Dharir bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW. Dalam mimpinya, beliau mengajarkan sholawat ini dan menyuruhnya untuk membacakan sholawat tersebut kepada para penumpang.
Setelah Syekh Musa adh-Dharir membaca sholawat tersebut, badai pun reda dan mereka semua selamat. Peristiwa inilah yang kemudian melatarbelakangi penamaan sholawat ini sebagai "Sholawat Munjiyat" atau "Sholawat Penyelamat".
Fadhilah Sholawat Munjiyat bagi Umat Islam
1. Keselamatan dari Segala Marabahaya
Sholawat Munjiyat mengandung permohonan keselamatan dari segala bentuk bahaya dan cobaan. Orang yang mengamalkannya dengan istiqamah diyakini akan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Dalam kitab Syarah Dalail, Hasan bin Ali al-Aswani menyatakan bahwa sholawat ini dapat menjaga diri dari bencana.
2. Dikabulkannya Segala Hajat
Salah satu keutamaan utama sholawat ini adalah terkabulnya segala hajat dan keinginan. Dalam kitab Khazinatul Asrar, dijelaskan bahwa barang siapa yang membaca sholawat Munjiyat pada tengah malam sebanyak 1000 kali kemudian memohon hajatnya, maka doanya akan cepat terkabul.
3. Penyucian dari Segala Keburukan
Sholawat ini mengandung permohonan agar Allah menyucikan pembacanya dari segala keburukan dan dosa. Ini menjadikannya amalan yang sangat baik untuk membersihkan diri dari noda-noda spiritual.
4. Pengangkatan Derajat
Dengan mengamalkan sholawat Munjiyat, seorang hamba memohon kepada Allah agar diangkat ke derajat yang paling tinggi. Ini merupakan bentuk kerinduan untuk meraih kedudukan mulia di sisi Allah.
5. Tercapainya Tujuan Hidup yang Sempurna
Sholawat ini juga mengandung permohonan agar Allah menyampaikan pembacanya kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, baik ketika hidup maupun setelah mati. Ini mencakup kesuksesan duniawi dan kebahagiaan ukhrawi.
Panduan Pengamalan Sholawat Munjiyat
1. Waktu dan Jumlah Bacaan
Sholawat Munjiyat dapat diamalkan dalam berbagai kesempatan dengan jumlah bacaan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Untuk amalan harian, dianjurkan membaca sholawat Munjiyat sebanyak 40 kali setiap selesai mengerjakan salat fardhu. Amalan ini dapat menjadi wirid rutin yang menjaga konsistensi dalam bersholawat.
Untuk hajat yang lebih mendesak atau kebutuhan khusus, dianjurkan membaca sholawat ini sebanyak 1000 kali pada tengah malam setelah melaksanakan salat Hajat. Jumlah ini disebutkan dalam kitab Khazinatul Asrar sebagai amalan yang sangat mustajab.
Untuk hajat yang tidak terlalu mendesak, dianjurkan membaca 100 kali atau 313 kali setiap hari.
2. Cara Pengamalan
Sholawat Munjiyat dapat dibaca dalam berbagai keadaan dan kesempatan. Sholawat ini sering dibaca pada awalan doa atau sebagai pembuka doa. Diyakini bahwa doa yang diawali dengan Sholawat Munjiyat akan cepat terkabul, tentunya atas seizin dan kehendak Allah SWT.
Selain itu, sholawat ini juga dapat dibaca dalam majelis dzikir, tahlil, hingga amalan harian.
3. Niat dan Kekhusyukan
Seperti halnya amalan lainnya, yang terpenting dalam mengamalkan sholawat Munjiyat adalah niat yang ikhlas dan kekhusyukan hati. Sholawat yang dibaca dengan penuh penghayatan akan lebih mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya.
Dalam kitab 70 Shalawat Pilihan karya Ustadz Mahmud Sami, ditekankan bahwa sholawat yang dibaca dengan hati yang hadir dan penuh pengagungan akan mendapatkan pahala yang tidak terhingga, berbeda dengan sholawat yang dibaca karena kebiasaan semata.
Pertanyaan Seputar Sholawat Munjiyat
1. Apa yang dimaksud dengan Sholawat Munjiyat?
Sholawat Munjiyat adalah bacaan sholawat yang berarti "sholawat penyelamat" karena mengandung doa memohon keselamatan dari segala kesulitan, bencana, dan cobaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.
2. Kapan waktu terbaik membaca Sholawat Munjiyat?
Waktu terbaik adalah 40 kali setiap selesai salat fardhu sebagai wirid harian, atau 1000 kali pada tengah malam setelah salat Hajat untuk hajat yang mendesak, serta dapat dibaca kapan saja sebagai pembuka doa.
3. Apa saja keutamaan membaca Sholawat Munjiyat?
Keutamaannya antara lain: mendapatkan keselamatan dari marabahaya, dikabulkannya hajat, penyucian dari keburukan, pengangkatan derajat, dan tercapainya tujuan hidup yang sempurna.
4. Siapa yang menyusun Sholawat Munjiyat?
Sholawat Munjiyat disusun oleh Syekh Ash-Shalih Musa adh-Dharir, seorang ulama dari Thariqah Syadziliyah, yang mendapatkannya melalui mimpi bertemu Rasulullah SAW saat berada dalam badai di tengah laut.
5. Apakah Sholawat Munjiyat harus dibaca dengan jumlah tertentu?
Tidak harus. Jumlah bacaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan: 40 kali setelah salat fardhu untuk amalan harian, 100-313 kali sehari untuk hajat tidak mendesak, atau 1000 kali di tengah malam untuk hajat mendesak.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5156168/original/093553200_1741427681-27937ed9a460ba252f86ffad909d8657.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4859531/original/051220700_1718070898-pexels-serhattugg-20558485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4759738/original/067093400_1709389500-modern-muslim-woman-hijab-office-room.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3407493/original/089717300_1616386310-ramadan-2412453_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3141446/original/078371000_1591071405-15263.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4766225/original/046556200_1709881475-masjid-pogung-raya-LhNePx4kde0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4613288/original/001487900_1697515634-_fpdl.in__eid-concept-with-group-friends_23-2147799363_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4206904/original/051627000_1666947484-doa-keselamatan-dunia-akhirat-arab-dan-latin-amalkan-setiap-hari.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4889994/original/071009200_1720767600-pexels-zeynep-sude-emek-193601188-20785719.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187901/original/087360700_1595477323-courtyard-kalyan-mosque-sunset-bukhara-uzbekistan_196911-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4439341/original/074219600_1684915362-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010958/original/004782000_1651214800-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411106/original/063435600_1763002197-muslim-boy-learning-how-make-dua-allah__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4637359/original/021769800_1699254998-pexels-timur-weber-9127593.jpg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558454/original/058152900_1776419419-cek_fakta_-_petani_milenial_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327298/original/085035000_1756177391-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__83_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4909950/original/090842100_1722854822-WhatsApp_Image_2024-08-05_at_17.40.39_50d920d6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4120045/original/038413400_1660195971-pexels-david-mceachan-87500.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531332/original/004830000_1773565920-bantuan_DAP_australia_umat_kristen.jpg)
