Liputan6.com, Jakarta - Menjelang musim mudik Lebaran, menjaga stamina tubuh menjadi hal yang sangat penting, terutama bagi pengemudi yang harus menempuh perjalanan jarak jauh. Rasa kantuk saat menyetir bisa menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Selain waktu istirahat, asupan makanan sebelum dan selama perjalanan ternyata juga berperan besar terhadap tingkat kewaspadaan pengemudi. Pola makan yang tidak tepat justru dapat membuat tubuh lebih cepat lelah dan mudah mengantuk.
Ahli Gizi Masyarakat dari IPB University, Karina Rahmadia Ekawidyani menjelaskan bahwa ada beberapa faktor utama yang menyebabkan seseorang mudah mengantuk saat melakukan perjalanan mudik.
Menurut Karina, faktor pertama adalah kurangnya waktu tidur. Hal ini sering terjadi ketika seseorang harus bangun lebih awal untuk sahur, sementara waktu tidur menjadi lebih larut dari biasanya.
Faktor kedua adalah durasi perjalanan yang panjang dengan kondisi jalan yang relatif monoton. Situasi ini dapat membuat otak merasa bosan sehingga memicu rasa kantuk.
"Jika pengemudi menyetir dalam waktu lama dengan pemandangan jalan yang monoton, hal itu dapat menimbulkan rasa bosan dan akhirnya memicu kantuk," ujarnya dikutip dari ipb.ac.id pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Faktor ketiga adalah kebiasaan memaksakan diri untuk berkendara pada malam hari. Secara biologis, malam merupakan waktu tubuh untuk beristirahat sehingga rasa kantuk lebih mudah muncul.
"Secara biologis, malam hari merupakan waktu tubuh untuk beristirahat. Jika dipaksakan tetap terjaga, rasa kantuk tentu lebih mudah muncul," ujar Karina.
Hindari Makanan yang Memicu Kantuk Selama Mudik
Selain faktor istirahat, pola makan juga memiliki pengaruh besar terhadap stamina tubuh selama perjalanan mudik Lebaran. Beberapa jenis makanan justru dapat memicu rasa kantuk karena menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat.
Karina menjelaskan bahwa makanan tinggi gula atau karbohidrat sederhana bisa membuat tubuh cepat lelah setelah energi naik secara drastis lalu turun kembali.
"Makanan yang menyebabkan kenaikan gula darah secara cepat dapat membuat kita lebih mudah mengantuk. Misalnya roti putih, keripik, gorengan, dan makanan tinggi gula lainnya," tambahnya.
Karena itu, pengemudi disarankan untuk lebih selektif dalam memilih makanan sebelum maupun selama perjalanan mudik.
Pilih Makanan yang Menjaga Energi Stabil Selama Mudik
Untuk menjaga stamina tetap stabil selama perjalanan, Karina menyarankan konsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks, protein tinggi, serta lemak sehat.
Beberapa contoh sumber karbohidrat kompleks yang baik antara lain beras merah, beras hitam, gandum, oat, dan jagung. Selain itu, sayuran berpati seperti kentang dan ubi juga dapat menjadi sumber energi yang lebih stabil.
Sementara itu, sumber protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, putih telur, serta ikan dapat membantu menjaga energi tubuh lebih lama.
"Telur, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, serta buah yang tinggi kandungan air bisa membantu menjaga stamina sekaligus mencegah dehidrasi," tambahnya.
Karina juga menyarankan konsumsi buah dan sayuran yang kaya serat, vitamin, serta mineral agar tubuh tetap segar selama perjalanan.
Jangan Abaikan Kebutuhan Cairan
Selain makanan, kecukupan cairan juga sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh selama perjalanan mudik. Meski sedang berpuasa, kebutuhan cairan harian tetap harus terpenuhi.
Dia menyarankan agar pemudik tetap mengonsumsi sekitar delapan gelas atau sekitar 1,5 hingga 2 liter air per hari, yang dapat dipenuhi saat sahur dan berbuka.
Terkait minuman berkafein seperti kopi atau teh, Karina mengatakan bahwa kafein memang dapat membantu mengurangi rasa kantuk. Namun efeknya hanya sementara dan tidak boleh dikonsumsi berlebihan.
"Kafein memang bisa membuat kita lebih terjaga, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan sering buang air kecil dan berisiko dehidrasi," tambahnya.
Menurutnya, batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa adalah sekitar 400 miligram per hari atau setara dengan empat cangkir kopi. Meski begitu, dia menyarankan cukup mengonsumsi satu hingga dua cangkir saja.
Karina menegaskan bahwa cara paling efektif untuk mengatasi kantuk saat mudik bukanlah minuman berkafein, melainkan istirahat yang cukup.
"Obat paling efektif untuk mengatasi kantuk bukanlah minuman berkafein, melainkan tidur. Jadi, jika sudah lelah, sebaiknya berhenti dan beristirahat sejenak untuk memulihkan energi," pungkasnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3211716/original/096234700_1597721039-PERSIB.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4670207/original/029073300_1701403206-rasyid-maulana-yVwiHXoTrnU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527166/original/042081600_1773187084-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530858/original/024083900_1773495896-WhatsApp_Image_2026-03-14_at_07.01.28__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373091/original/033031400_1679908390-top-view-islamic-new-year-with-quran-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516545/original/078504600_1772327457-persik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530502/original/071403000_1773455700-WhatsApp_Image_2026-03-13_at_22.05.41.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530444/original/000369600_1773442595-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529896/original/002140300_1773385798-Huawei_menyelenggarakan_rangkaian_kegiatan_berbuka_puasa_dalam_program_CSR_Ramadan_tahunan____Sharing_Happiness__Caring_for_Indonesia___.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5234409/original/088857400_1748347350-Gambar_WhatsApp_2025-05-27_pukul_16.39.24_8bcd49b7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3532776/original/065720800_1628221685-pexels-shahbaz-akram-1883409.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4404679/original/036716300_1682224088-WhatsApp_Image_2023-04-23_at_11.24.21.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2240141/original/037485200_1528257613-20180606-Bandung-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529462/original/017016000_1773355521-unnamed__37_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524851/original/086106700_1773022243-unnamed_-_2026-03-09T090726.688.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102740/original/015764800_1737446908-1737445597904_tata-cara-sholat-lailatul-qadar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529989/original/003217300_1773388683-hll.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529486/original/019393200_1773359054-1.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)




