Petugas Haji Menjaga Jemaah Risiko Tinggi Tetap Bisa Beribadah

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Pagi belum sepenuhnya beranjak ketika langkah petugas lansia dan disabilitas (Landis) mulai bergerak menyusuri hotel-hotel tempat jemaah haji menginap. Mereka datang bukan sekadar untuk melihat kondisi, tapi memastikan ada tangan yang siap membantu ketika seorang jemaah mulai kesulitan menjalani aktivitas hariannya.

Di antara jutaan jemaah yang datang ke Tanah Suci, terdapat kelompok yang membutuhkan perhatian lebih. Mereka adalah jemaah risiko tinggi yang memiliki keterbatasan fisik, gangguan kesehatan, atau membutuhkan bantuan dalam aktivitas sehari-hari.

Bagi tim Landis Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, mereka menjadi prioritas pendampingan. Tugas itu dijalankan melalui kunjungan rutin, pemantauan kondisi, hingga memastikan kebutuhan dasar jemaah tetap terpenuhi selama berada di Makkah.

Petugas Landis PPIH Arab Saudi, Rika Novianti, mengatakan pendampingan dilakukan kepada jemaah yang membutuhkan bantuan dalam aktivitas sehari-hari.

“Sebagai tim Landis, kami memberikan pelayanan berupa visiting dan monitoring kepada jemaah kategori risiko tinggi yang membutuhkan bantuan aktivitas sehari-hari, seperti makan dan minum, pemberian obat rutin, menjaga kebersihan diri, membantu mandi, hingga sekadar menemani dan bertukar cerita,” ujar Rika saat ditemui tim Media Center Haji di Makkah, Kamis (18/6/2026).

Bagi sebagian jemaah, bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun di tengah perjalanan ibadah yang panjang dan jauh dari keluarga, perhatian kecil bisa menjadi penopang agar mereka tetap memiliki kekuatan untuk melanjutkan rangkaian haji.

Setiap hari, petugas Landis melakukan pemantauan langsung ke hotel-hotel jemaah. “Tim Landis selalu berkoordinasi dengan ketua kloter dan tenaga kesehatan kloter terkait daftar jemaah risiko tinggi, terutama yang tidak memiliki pendamping dan membutuhkan bantuan dalam aktivitas sehari-hari,” kata Rika.

Koordinasi tersebut menjadi mata rantai penting agar jemaah yang membutuhkan perhatian khusus dapat segera teridentifikasi. Dengan begitu, pelayanan tidak hanya diberikan ketika masalah muncul, tapi dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan.

Peran Landis juga terlihat dalam layanan Safari Wukuf Lansia (SWL), sebuah program yang membantu jemaah risiko tinggi yang tidak mampu menjalankan rangkaian puncak haji secara mandiri.

“Safari Wukuf Lansia diperuntukkan bagi jemaah risiko tinggi yang tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Saat puncak haji mereka kami dampingi untuk melaksanakan wukuf di Arafah menggunakan bus,” jelas Rika.

Setelahnya, sejumlah rangkaian ibadah seperti lontar jumrah dan tawaf ifadlah dibadalkan sesuai ketentuan bagi mereka yang memiliki keterbatasan.

Di balik rutinitas pemantauan tersebut, tersimpan cerita-cerita yang menguatkan hati para petugas. Salah satunya kisah Suhada, jemaah lanjut usia berusia 84 tahun dari Kelompok Terbang (Kloter) SOC 69.

Suhada mengalami demensia dan beberapa kali tidak menyadari bahwa dirinya sedang berada di Makkah. Namun keterbatasan ingatan itu tidak menghapus semangatnya dalam beribadah.

Menurut Rika, ada satu hal yang selalu membuatnya terkesan. Setiap kali terbangun, perhatian Suhada bukan tertuju pada keberadaannya, melainkan waktu ibadah.

“Ia sering tidak ingat sedang berada di Makkah. Tetapi yang luar biasa, ia selalu berzikir tanpa henti. Setiap bangun tidur, yang pertama ditanyakan adalah, Ini jam berapa? Sudah masuk waktu salat atau belum?” tutur Rika.

Kisah tersebut menjadi pengingat bagi petugas bahwa di balik kondisi fisik yang menurun, masih ada semangat besar dari para jemaah untuk menyelesaikan perjalanan spiritual mereka.

Rika menilai, pelayanan kepada jemaah risiko tinggi tidak berhenti ketika mereka tiba di Tanah Suci. Menurutnya, persiapan kesehatan sejak sebelum keberangkatan juga menjadi faktor penting agar jemaah mampu menjalani ibadah dengan kondisi terbaik.

Ia berharap proses pemeriksaan istithaah kesehatan dapat semakin diperkuat sehingga jemaah yang berangkat benar-benar siap menghadapi rangkaian ibadah haji.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |