Polisi Temukan Duit Pecahan Dolar di Brankas Cafe de'Clan

3 hours ago 3

PENYIDIK Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Kepolisian RI (Kortastipidkor Polri) bersama Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menemukan duit pecahan dolar Singapura dan Amerika Serikat saat menggeledah Cafe de’Clan Signature di Jalan Cilandak Tengah, Cipete, Jakarta Selatan. Duit itu ditemukan dalam brankas setinggi dua meter yang disimpan di lantai dua.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan duit itu disimpan terselubung di balik satu lemari yang ada brankasnya. Selain duit, polisi juga menemukan dokumen di tempat yang sama.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Penyimpanan uang yang cukup besar dan fantastis dalam bentuk dolar Singapura dan Amerika,” kata dia, Rabu, 8 Juli 2026. Saat ini polisi masih menghitung jumlah uang yang ditemukan.

Penggeledah ini berkaitan dengan tiga kasus yakni tindak pidana pencucian uang atau TPPU dan suap di perkara PT Asabri, lalu kasus korupsi pasokan batu bara yang menyebabkan blackout di Sumatera, dan kasus PT Krakatau Steel.

Cafe de’Clan bukan kali pertama jadi sasaran penggeledahan. Pada 2025 lalu, polisi juga berencana menggeledah kafe tersebut. Kafe itu dikelola oleh Ferry Yanto Hongkiriwang. Ia diduga memiliki keterkaitan dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan, Agung Febrie Ardiansyah. Pengelola kafe tersebut bahkan pernah diringkus polisi pada Senin, 28 Juli 2025. Ia ditangkap atas dugaan penculikan, penganiayaan dan juga perintangan penyidikan.

Fery disebut menganiaya dan menculik personel Detesemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI. Ia sebelumnya sempat dibuntuti oleh anggota Densus 88, Brigadir Satu Faisal Faizurrahman saat bersantap siang di Bogor Cafe, Hotel Borobudur, Jakarta pada Jumat, 25 Juli 2025. Fery lantas langsung menghubungi seorang perwira tinggi TNI. Dan tak lama, beberapa prajurit yang diduga berasal dari Bais datang ke lokasi menahan Briptu Faisal.

Dalam laporan Majalah Tempo edisi 24 Agustus 2025 disebutkan, penegak hukum yang saat itu ikut menyidik kasus penculikan anggota Densus 88 tersebut mengatakan, Briptu Faisal berasal dari tim yang sama dengan personel Densus 88 yang pernah membuntuti Jampidsus Febrie.

Sebelum berubah nama menjadi Cafe de’Clan, dulunya kafe ini bernama Gontran Cherrier, lokasi peristiwa penguntitan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah oleh anggota Densus 88 pada 19 Mei 2024 lalu. Febrie dulu dikabarkan sering makan di sana.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |