Post-Holiday Syndrome: Merasa Drop Setelah Liburan dan Cara Mengatasinya

8 hours ago 6

CANTIKA.COM, Jakarta - Setelah momen liburan yang penuh tawa, kumpul keluarga, dan jadwal yang padat, tiba-tiba kamu merasa semuanya terasa sepi, mood turun, energi seperti habis, juga rutinitas terasa berat. Kalau kamu pernah merasakannya, kamu tidak sendirian! Kondisi ini dikenal sebagai post-holiday syndrome atau sering juga disebut post-holiday blues yaitu fase “turun dari euforia” setelah masa liburan berakhir.

Secara sederhana, post-holiday syndrome adalah kondisi emosional yang muncul setelah liburan usai. Biasanya ditandai dengan perasaan kosong, lelah, hingga kurang semangat kembali ke rutinitas. Selama liburan, tubuh dan pikiran kita seperti berada di “mode seru” penuh aktivitas, interaksi sosial, dan emosi yang intens. Lalu, ketika semua itu berhenti mendadak, otak butuh waktu untuk menyesuaikan diri kembali.

Tenang, karena kabar baiknya, kondisi ini umumnya bersifat sementara dan akan membaik dengan sendirinya. Meski begitu, perlu bagi kamu untuk mengenali tanda-tanda dari post-holiday syndrome. Meski gejala yang dirasakan tiap orang berbeda-beda, melansir laman Very Wellmind, ada beberapa tanda umum yang terjadi, seperti mudah cemas atau overthinking, kehilangan motivasi, mood naik turun atau lebih sensitif, sulit tidur, stres, termasuk soal pekerjaan atau keuangan, juga perasaan kosong atau hampa.

Kenapa Bisa Terjadi?

Ada beberapa alasan kenapa kondisi ini muncul, pertama karena efek menurunnya euforia. Setelah merasakan kebahagiaan intens saat liburan, kembali ke rutinitas bisa terasa seperti kontras yang cukup tajam. Kedua, kelelahan tanpa sadar. Ya, liburan tidak selalu berarti istirahat, persiapan, perjalanan, hingga aktivitas sosial justru bisa membuat tubuh dan pikiran kelelahan.

Ketiga adalah munculnya rasa sepi atau kehilangan. Bagi sebagian orang, liburan justru mengingatkan pada hal-hal yang tidak dimiliki atau kehilangan orang terdekat. Alasan terakhir adalah karena rutinitas yang berubah drastis, dari jadwal santai ke ritme kerja yang padat dan perubahan ini bisa memicu stres.

Mengatasi Post-Holiday Syndrome

Jika kamu mengalami tanda-tanda di atas dan merasa tidak nyaman, ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu kamu kembali “on track" dengan:

1. Beri Waktu diri untuk adaptasi
Jangan langsung menuntut diri produktif 100%. Sisihkan 1–2 hari untuk menata ulang rutinitas.

2. Kembali ke pola hidup sehat
Mulai dari hal dasar seperti tidur cukup, makan teratur, dan olahraga ringan. Aktivitas fisik terbukti membantu memperbaiki mood.

3. Kurangi scrolling, perbanyak koneksi nyata
Daripada terus melihat highlight liburan orang lain, coba ngobrol langsung dengan teman atau keluarga.

4. Cari hal baru untuk ditunggu
Buat rencana kecil, seperti hangout, nonton, atau sekadar makan enak. Punya sesuatu untuk dinanti bisa bantu mengangkat semangat.

5. Kelola stres dengan cara sederhana
Coba teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau bahkan menonton film lucu. Hal kecil, tapi efeknya besar.

6. Lebih ramah pada diri sendiri
Tidak apa-apa merasa “tidak baik-baik saja” sebentar. Yang penting, kamu sadar dan memberi ruang untuk pulih.

Namun, jika perasaan sedih, cemas, atau kehilangan motivasi berlangsung lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, bisa jadi ini bukan sekadar post-holiday blues. Dalam kondisi seperti itu, tidak ada salahnya mencari bantuan profesional seperti psikolog atau terapis. (LK)

Pilihan Editor: Manis Boleh, Berlebihan Jangan: Ini Cara Bijak Konsumsi Asupan Gula Menurut Ahli Gizi

VERY WELLMIND

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |