- Apakah benar Siti Fadilah Supari mengalami kecelakaan mobil dibom di Tol Japek?
- Siapa yang mengklarifikasi hoaks kecelakaan Siti Fadilah Supari ini?
- Bagaimana video hoaks tersebut dibuat?
Liputan6.com, Jakarta - Siti Fadilah Supari mantan Menteri Kesehatan (Menkes) diklaim mengalami kecelakaan parah akibat mobilnya dibom di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) telah beredar luas di media sosial.
Video yang menampilkan siaran berita salah satu stasiun televisi swasta menarasikan insiden tragis yang menimpa Siti Fadilah, lengkap dengan detail mengerikan mengenai ledakan dan kondisi korban.
Narasi dalam video Siti Fadilah Supari kecelakaan karena mobilnya dibom tersebut menyebutkan bahwa ledakan berasal dari bom rakitan berkekuatan tinggi dengan pengendali jarak jauh. Bom ini diklaim dipasang di kolong mobil Siti Fadilah, menyebabkan ia mengalami luka serius seperti patah tulang, luka bakar parah, dan cedera internal. Bahkan, video itu mengabarkan bahwa Siti Fadilah dirawat dalam kondisi kritis di ruang ICU RS Siloam Kelapa Dua.
Kabar mengenai hoaks Siti Fadilah Supari kecelakaan karena mobilnya dibom ini telah menimbulkan beragam persepsi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi publik untuk memahami fakta sebenarnya di balik video tersebut. Berbagai pihak telah memberikan klarifikasi tegas, membantah kebenaran informasi yang beredar dan mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap konten yang belum terverifikasi.
Penyebaran Hoaks dan Klaim Menyesatkan
Video hoaks yang menyebarkan kabar Siti Fadilah Supari kecelakaan karena mobilnya dibom ini dirancang dengan sangat meyakinkan, menyerupai siaran berita televisi profesional. Tampilan presenter, grafis layar, logo program, serta gaya penyampaian berita seolah-olah berasal dari siaran resmi salah satu stasiun televisi swasta untuk memperkuat kesan autentik. Judul provokatif seperti "Bom di Tol Jakarta-Cikampek: Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari Nyaris Tewas Diledakkan - Ini Rahasia yang Mau Dibungkam Selamanya!" juga tertulis dalam tayangan tersebut.
Narasi dalam video tersebut mengklaim bahwa ledakan bom terjadi di Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di kilometer 19 dekat pintu keluar Bekasi, dengan target mobil Siti Fadilah Supari. Disebutkan pula bahwa bom rakitan tersebut memiliki kekuatan tinggi dan dikendalikan dari jarak jauh, yang sengaja dipasang di kolong mobil korban.
Klaim palsu ini semakin diperparah dengan narasi mengenai kondisi Siti Fadilah Supari pasca-kecelakaan. Video tersebut menyebutkan bahwa ia mengalami patah tulang, luka bakar parah, dan cedera internal, serta dikabarkan dirawat dalam kondisi kritis di ruang ICU RS Siloam Kelapa Dua. Hoaks ini bahkan mengaitkan kejadian tersebut dengan teori konspirasi pembunuhan berencana, dengan menyebut bahwa Siti Fadilah menyimpan "rahasia besar" yang ingin dibungkam.
Klarifikasi Resmi dan Fakta Sebenarnya
iNews Media Group (IMG) telah memastikan bahwa video mengenai ledakan bom yang menargetkan Siti Fadilah Supari adalah hoaks atau berita bohong. Pihak iNews Media Group menegaskan bahwa mereka tidak pernah memproduksi atau menayangkan konten berita mengenai insiden bom tersebut. Seluruh narasi, visual, dan pernyataan yang muncul dalam video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang sengaja dibuat untuk menyesatkan publik.
Keluarga Siti Fadilah Supari juga telah memberikan klarifikasi tegas melalui akun Instagram dr. Bobby Arfhan Anwar (@dr.bobbyjantung). Mereka memastikan bahwa video yang beredar sama sekali tidak benar dan merupakan hasil produksi AI. Keluarga menegaskan bahwa Siti Fadilah Supari dalam kondisi aman dan tidak mengalami kecelakaan atau ledakan bom seperti yang diklaim dalam hoaks Siti Fadilah Supari kecelakaan karena mobilnya dibom tersebut.
Kementerian Kesehatan juga turut membantah hoaks ini melalui akun Instagram resminya @kemenkes_ri pada 16 Desember 2025. Unggahan tersebut menyatakan, "#Healthies, beredar video dan narasi yang menyebut eks Menkes mengalami kecelakaan. Informasi tersebut tidak benar. Pihak keluarga memastikan Ibu Siti Fadhila Supari dalam kondisi sehat. Dengan demikian, narasi dalam video terkait mobil dibom, kecelakaan, hingga korban jiwa tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Yuk, selalu cek fakta sebelum percaya dan membagikan informasi. Salam sehat!"
Penelusuran lebih lanjut menggunakan situs pendeteksi AI, Hive Moderation, juga menguatkan fakta ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam postingan video tersebut merupakan modifikasi AI, membuktikan bahwa konten tersebut tidak asli dan sengaja direkayasa.
Pentingnya Verifikasi Informasi dan Melawan Hoaks
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama yang dapat menimbulkan kepanikan publik dan merugikan nama baik individu. Hoaks Siti Fadilah Supari kecelakaan karena mobilnya dibom ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi AI dapat disalahgunakan untuk menciptakan konten menyesatkan yang sulit dibedakan dari berita asli.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4016804/original/046265400_1652067919-KPK_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376662/original/016008500_1760012397-gar4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479723/original/091078300_1768987478-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-21T154930.154.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5431614/original/075141400_1764743019-IMG-20251203-WA0059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491253/original/099964900_1770089126-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T101949.831.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490341/original/060567300_1770008565-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T115755.173.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381933/original/039227200_1760522313-IMG_7964.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2393275/original/001184200_1540545780-20181026-Tes-CPNS-Jaksel-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489835/original/093910600_1769935832-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490184/original/028122100_1770001928-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T100842.045.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481448/original/077362300_1769133703-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T085901.782.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441148/original/064576600_1765454529-sekolah_rakyat_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4738083/original/043375700_1707378826-20240208-Barongsai_di_Ancol-MER_1.jpg)





























