Psikolog Ungkap Alasan Kenapa Kamu Sulit Rileks Meski Tanpa Tekanan

16 hours ago 4

CANTIKA.COM, Jakarta - Merasa lelah tapi tetap tidak bisa tenang? Sudah libur, tapi pikiran terus bekerja. Kondisi ini dialami banyak orang dan sering dianggap sepele. Padahal, menurut psikologi, ketidakmampuan untuk rileks adalah respons tubuh dan pikiran yang kompleks, bukan sekadar soal kurang istirahat.

Psikolog Diane Barth mengulas dalam artikelnya mengapa banyak orang modern kesulitan mencapai relaksasi sejati, sekaligus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh.

Stres Mengaktifkan Tubuh, Bukan Hanya Pikiran

Saat seseorang berada dalam kondisi stres, tubuh secara otomatis mengaktifkan sistem saraf simpatik atau respons fight or flight. Sistem ini dirancang untuk menghadapi ancaman, bukan untuk beristirahat.

Akibatnya, detak jantung meningkat, otot menegang, dan tubuh tetap siaga meskipun ancaman sudah tidak ada. Inilah alasan mengapa seseorang bisa merasa sangat lelah, tetapi tetap sulit untuk benar-benar santai.

Relaksasi membutuhkan aktivasi sistem saraf parasimpatik, yaitu sistem yang bertugas menenangkan tubuh. Namun, tubuh tidak bisa beralih secara instan jika sudah terbiasa berada dalam mode waspada.

Ironi Relaksasi: Terlalu Berusaha Justru Gagal

Salah satu temuan penting dalam artikel tersebut adalah adanya paradoks relaksasi. Banyak orang merasa tertekan untuk “harus rileks”, terutama saat liburan atau waktu luang.

Alih-alih menenangkan diri, tuntutan ini justru menambah stres. Relaksasi berubah menjadi tugas lain yang harus berhasil dilakukan. Ketika relaksasi dipaksakan, tubuh malah mempertahankan ketegangan.

Hal ini menjelaskan mengapa sebagian orang merasa frustrasi ketika meditasi atau istirahat tidak memberikan efek instan.

Budaya Produktivitas Membuat Kita Sulit Berhenti

Lingkungan sosial dan budaya juga berperan besar. Dalam masyarakat yang menilai kesuksesan dari produktivitas, waktu istirahat sering kali dipandang sebagai kemalasan.

Akibatnya, bahkan saat sedang tidak bekerja, pikiran tetap sibuk mengevaluasi, merencanakan, atau merasa bersalah karena tidak “menghasilkan” sesuatu. Kondisi ini membuat otak sulit memasuki fase istirahat yang sebenarnya.

Relaksasi pun sering digantikan oleh distraksi, seperti scrolling media sosial atau menonton berlebihan, yang secara mental tetap menstimulasi otak.

Relaksasi Adalah Keterampilan yang Dipelajari

Menurut psikologi, kemampuan untuk rileks bukanlah bakat alami yang dimiliki semua orang. Relaksasi adalah keterampilan yang perlu dipelajari dan dilatih secara konsisten.

Jika seseorang sudah lama hidup dalam tekanan, tubuh bisa merasa asing bahkan tidak nyaman saat berada dalam kondisi tenang. Inilah sebabnya sebagian orang justru merasa gelisah ketika mencoba diam tanpa aktivitas.

Tanpa disadari, ketidaknyamanan ini membuat seseorang kembali mencari stimulasi atau aktivitas yang terasa “aman” bagi sistem sarafnya.

Cara Sains Membantu Tubuh Belajar Rileks

Diane Barth menekankan bahwa relaksasi efektif tidak datang dari satu solusi cepat, melainkan dari praktik berulang yang memberi sinyal aman pada tubuh.

Beberapa pendekatan yang dijelaskan secara ilmiah dengan latihan pernapasan dan meditasi, yang membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatik. Selain, aktivitas tenang yang disukai, seperti memasak, menggambar, atau berjalan santai tanpa target. Lalu, jangan lupakan rutinitas tidur yang konsisten, karena kurang tidur memperkuat respons stres. Tentu yang penting, waktu istirahat tanpa jadwal ketat, agar otak tidak merasa sedang “menyelesaikan tugas”. Kunci utamanya adalah konsistensi, bukan durasi panjang atau hasil instan.

Tidak bisa rileks bukan tanda kelemahan pribadi. Sains menunjukkan bahwa kondisi ini adalah hasil dari respons biologis, tekanan budaya, dan kebiasaan jangka panjang.

Relaksasi sejati bukan sesuatu yang terjadi dengan sendirinya, melainkan proses belajar antara tubuh dan pikiran. Dengan pendekatan yang tepat dan berulang, tubuh bisa kembali mengenali rasa aman dan tenang secara alami.

Jadi, kamu sudah melakukan apa agar tubuhmu tetap rileks?

Pilihan Editor: Susah Tidur? Hindari 10 Hal Ini Agar Istirahat Malam Tetap Efektif

PSYCHOLOGY TODAY | VERY WELL MIND

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |