Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, aktivitas transaksi digital masyarakat Indonesia cenderung mengalami peningkatan signifikan. Mulai dari belanja kebutuhan Lebaran, pengiriman uang, hingga berbagai promo musiman, kondisi ini kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan berbagai modus penipuan.
Peningkatan ini bukan tanpa alasan, sebab para pelaku kejahatan siber secara cermat menyinkronkan serangan mereka dengan kalender finansial masyarakat, terutama saat pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Fenomena ini bahkan disebut VIDA, penyedia identitas digital, sebagai “THR Season is Scam Season” atau Musim THR adalah Musim Penipuan.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap ragam modus penipuan yang beredar saat Lebaran Idul Fitri. Mengenali pola dan bentuk penipuan menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam perangkap kejahatan siber yang semakin canggih dan beragam.
Ancaman Penipuan Digital Meningkat Jelang Lebaran
Peningkatan transaksi digital menjelang Lebaran menjadi magnet bagi para pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksinya. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat kerugian akibat penipuan di wilayahnya mencapai angka fantastis Rp 157,34 miliar pada periode 2024-2025, dengan modus penipuan jual beli online menjadi yang terbanyak. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman dari ragam modus penipuan yang beredar saat Lebaran Idul Fitri.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, secara tegas menyatakan bahwa menjelang hari raya, aktivitas penipuan digital atau *scam* biasanya mengalami peningkatan. Modus yang digunakan pun beragam, termasuk yang memanfaatkan teknologi seperti pengiriman pesan palsu atau SMS penipuan. Peringatan ini sejalan dengan imbauan dari pakar teknologi informasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, yang mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan melalui nomor telepon seluler.
Kewaspadaan ini menjadi sangat krusial terutama menjelang perayaan Idul Fitri karena aktivitas transaksi digital dan komunikasi masyarakat meningkat signifikan. Para pelaku kejahatan siber memanfaatkan momen ini untuk melancarkan berbagai modus penipuan yang semakin kreatif dan sering kali menekan psikologis korban. Polresta Ambon pun secara aktif mengimbau warga agar lebih berhati-hati dalam setiap interaksi digital demi perayaan Idul Fitri yang aman dan nyaman tanpa gangguan kejahatan siber.
Modus Penipuan Belanja Online dan Phishing yang Merajalela
Salah satu ragam modus penipuan yang beredar saat Lebaran Idul Fitri yang paling sering ditemui adalah penipuan belanja online dan marketplace palsu. Pelaku kejahatan siber seringkali membuat situs web palsu, akun media sosial fiktif, atau toko online bodong yang menawarkan produk dengan harga sangat murah atau diskon besar-besaran, seperti diskon 70% untuk *smartphone* atau pakaian Lebaran dengan harga setengah harga. Setelah korban tergiur dan melakukan pembayaran, barang yang dijanjikan tidak pernah dikirim atau produk yang diterima tidak sesuai deskripsi, dan akun penjual langsung menghilang.
Modus lain yang sangat berbahaya adalah *phishing* dan *smishing*, yang melibatkan pengiriman email atau pesan teks (SMS/WhatsApp) menyerupai komunikasi resmi dari institusi atau bank. Tautan palsu yang dikirimkan dirancang untuk mencuri data sensitif seperti *username*, *password*, dan kode OTP. Pelaku dapat menyamar sebagai instansi logistik, menawarkan promo Ramadan palsu, menjanjikan “THR Gratis dari Pemerintah”, atau mengirimkan file berformat .APK yang berpotensi menjadi pintu masuk *malware* untuk mencuri data atau mengambil alih perangkat.
Selain itu, penipuan tiket mudik daring juga marak terjadi, di mana pembayaran tidak masuk ke perusahaan otobus (PO) melainkan ke rekening pribadi pelaku, membuat korban harus membeli tiket baru. Penipuan hampers Lebaran palsu juga muncul dengan tawaran parsel menarik berharga murah, namun barang tidak pernah dikirim setelah pembayaran. Masyarakat juga perlu mewaspadai penipuan tiket pesawat dan paket liburan palsu yang menawarkan harga sangat murah di media sosial, namun tiket atau paket yang dijanjikan tidak pernah diterima.
Waspada Penipuan Donasi, Investasi Bodong, dan Social Engineering
Momen Lebaran juga sering dimanfaatkan untuk penipuan donasi palsu, di mana pelaku mengatasnamakan lembaga sosial atau yayasan untuk meminta sumbangan fiktif. Bahkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga pernah mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang mencatut nama KPK untuk meminta sumbangan. Penting bagi masyarakat untuk memverifikasi keaslian lembaga atau individu yang meminta donasi sebelum memberikan bantuan, mengingat ragam modus penipuan yang beredar saat Lebaran Idul Fitri semakin kompleks.
Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) juga telah mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap tawaran pinjaman *online* ilegal yang menjanjikan proses cepat untuk memenuhi kebutuhan jelang Lebaran. Selain itu, tawaran investasi ilegal atau “investasi bodong” yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat juga marak terjadi, bahkan terkait dengan uang THR anak-anak. Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan layanan keuangan yang resmi dan terdaftar.
Modus *social engineering* juga menjadi ancaman serius, di mana pelaku menggunakan teknik manipulasi psikologis untuk memancing korban agar memberikan data pribadi secara sukarela. Pelaku sering memanfaatkan kanal yang paling dekat dengan keseharian masyarakat, seperti pesan singkat atau aplikasi percakapan yang mengatasnamakan kerabat atau pimpinan untuk meminta transfer uang dengan alasan mendesak. Bahkan, penipuan QRIS juga pernah terjadi, di mana pelaku mengganti QRIS kotak amal masjid dengan QRIS pribadinya untuk mengalihkan pembayaran.
Tips Jitu Menghindari Jeratan Penipuan Digital
Untuk menghindari jeratan ragam modus penipuan yang beredar saat Lebaran Idul Fitri, kewaspadaan adalah kunci utama. Pertama, selalu waspada terhadap tautan dan file mencurigakan. Jangan mudah percaya promo dari pengirim tidak dikenal, periksa kembali alamat pengirim, dan ketik URL situs web merek secara manual di *browser*. Hindari mengunduh dan memasang aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya, terutama file berformat .APK.
Kedua, jaga keamanan data pribadi Anda dengan tidak pernah membagikan PIN, *password*, kode OTP, atau informasi sensitif lainnya kepada pihak mana pun melalui telepon, pesan singkat, email, ataupun media sosial. Institusi resmi tidak akan pernah meminta data-data tersebut. Ketiga, lakukan verifikasi atas setiap informasi yang mengatasnamakan institusi resmi, terutama yang bersifat mendesak atau meminta data pribadi.
Keempat, gunakan fitur keamanan tambahan seperti otentikasi dua faktor (2FA) untuk meningkatkan perlindungan layanan digital dan akun media sosial Anda. Kelima, jangan mudah tergiur dengan tawaran yang terlalu menggiurkan, seperti diskon besar-besaran atau keuntungan investasi yang tidak masuk akal. Terakhir, apabila menemukan indikasi penipuan atau menjadi korban, segera lakukan aduan melalui kanal resmi Satgas PASTI atau aparat penegak hukum setempat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220916/original/022981400_1747295711-cek_fakta_dana_infak_ikn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506397/original/051833800_1771455670-526fc8fb-d861-4256-997a-24961fe8ab1a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533944/original/014241300_1773800350-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-18T091819.082.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485344/original/020045800_1769503770-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-26T151157.078.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533934/original/024096400_1773799238-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-18T085801.907.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4895076/original/042008200_1721293227-20240718-Pendukung_Trump-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532611/original/001874700_1773658983-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533069/original/025035000_1773721512-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-17T112254.113.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362385/original/028525900_1758862169-IMG-20250926-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529795/original/057657800_1773381579-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-13T125323.730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153068/original/041611200_1741321051-IMG_20250307_111101.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4177748/original/002008100_1664674486-cek_fakta_NAHA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531332/original/004830000_1773565920-bantuan_DAP_australia_umat_kristen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469623/original/019184600_1768139865-WhatsApp_Image_2026-01-11_at_20.16.36.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530663/original/063382500_1773469200-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-14T124854.708.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530667/original/025889700_1628061930-094847500_1505126854-20170911-Tes-CPNS-HEL-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)


