SheHacks Bawa Startup Perempuan Indonesia Tembus Asia Tenggara Lewat Ekspansi ke Vietnam

3 hours ago 1

CANTIKA.COM, Jakarta - Program SheHacks dari Indosat Ooredoo Hutchison kembali menunjukkan langkah nyatanya dalam mendukung startup perempuan Indonesia. Kali ini, SheHacks membawa para founder terpilih untuk menjajaki pasar Asia Tenggara melalui kunjungan ke Ho Chi Minh City, melalui inisiatif Global Market Benchmarking Trip ke Vietnam pada awal Maret 2026. Program ini hadir bukan hanya soal perjalanan ke luar negeri, tapi membuka pintu baru bagi startup untuk berkembang di level regional hingga global.

Dalam kesempatan ini, SheHacks mengajak lima startup terbaik dari program MVP Accelerator 2025 yang bergerak di sektor digital prioritas, terutama berbasis kecerdasan artifisial (AI). Mereka adalah DoctorTool, Hear Me, Serenic.ai, Katalis AI, dan Lunar Interactive, yang masing-masing membawa solusi inovatif, mulai dari teknologi kesehatan, komunikasi inklusif, hingga platform edukasi. 

Bukan Sekadar Kunjungan

Selama di Vietnam, para founder menjalani berbagai kegiatan yang dirancang untuk membuka peluang konkret, mulai dari business matching, mentoring dengan pakar AI dan bisnis, hingga diskusi langsung dengan investor dan pelaku industri.

Menurut Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison Reski Damayanti, program ini memang dibuat untuk memberikan akses nyata bagi perempuan Indonesia agar bisa berperan lebih besar di ekonomi digital global. Ia pun menekankan bahwa kolaborasi lintas negara, akses ke pendanaan, serta jejaring yang kuat menjadi kunci agar startup bisa berkembang lebih jauh dan berkelanjutan

“Program ini dirancang untuk menghadirkan peluang nyata bagi perempuan Indonesia di ekonomi digital global, sekaligus mencerminkan komitmen Indosat dalam memberdayakan Indonesia secara inklusif, di mana perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa. Melalui kolaborasi lintas negara, penguatan jejaring institusi, dan akses ke investor, SheHacks memperluas dampaknya dari Indonesia ke Asia Tenggara. Kami ingin para founder perempuan membangun koneksi yang kuat dengan ekosistem digital global, mengakses peluang pendanaan, dan mengubah inovasi mereka menjadi solusi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat," jelasnya dalam pernyataan yang diterima Cantika.

Bangun Jaringan hingga Investor

Hasilnya kunjungan ini pun cukup signifikan, di mana SheHacks berhasil menggelar puluhan sesi business matching dan membuka koneksi dengan berbagai pihak di Vietnam, mulai dari investor, instansi pemerintah, hingga mitra potensial. Tak hanya itu, kolaborasi juga terjalin dengan sejumlah lembaga penting seperti Department of Science & Technology (DOST), Startup & Innovation Hub (SIHUB), hingga Investment & Trade Promotion Center (ITPC). Selain itu, sesi bersama Do Ventures dan DMZ Ventures menjadi momen penting bagi para founder untuk mempresentasikan ide mereka langsung di hadapan investor dan memperluas peluang pendanaan.

Langkah Awal Menuju Pasar Global

Seiring dukungan yang terus diberikan, program SheHacks pun tidak hanya berfungsi sebagai inkubator, tetapi juga menjadi wadah yang membuka peluang bagi startup perempuan untuk menembus pasar internasional. Selama program berlangsung, para peserta tidak hanya diperkenalkan dengan potensi pasar baru, tetapi juga dibekali pemahaman untuk menyesuaikan strategi bisnis agar lebih relevan di kawasan Asia Tenggara. Bekal ini dinilai penting untuk mendukung rencana ekspansi ke negara lain.

Kegiatan di Vietnam juga disebut sebagai langkah awal yang dapat menjadi model pengembangan SheHacks di negara-negara Asia lainnya. Upaya ini diarahkan untuk mendorong terbentuknya ekosistem startup perempuan yang lebih inklusif, tangguh, dan kompetitif di tingkat global.

Pilihan Editor: Kreator Perempuan Indonesia Dorong Tren Video Podcast di Spotify

LANNY KUSUMASTUTI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |